Saya setuju dengan yang dikatakan oleh saudara Jerry,
dalam melihat suatu transaksi, hendaknya kita melihat substansi dari transaksi 
tersebut.
Sepanjang yang saya tau dan saya pelajari waktu kuliah, jika pembelian mata 
uang 
asing ini tergolong ke dalam pembelian yang melibatkan uang sebagai aset 
keuangan, entah dengan tujuan hedging (lindung nilai) atau pun hanya sekedar 
spekulasi dengan mengambil untung rugi dari selisih pembelian dan penjualan 
mata 
uang tersebut (trading), atau pun sekedar investasi yang sifatnya tersedia 
untuk 
dijual, semuanya bisa dijawab dengan membaca PSAK 50 & 55 mengenai instrumen 
keuangan.


Terima kasih
Puspa




________________________________
From: "[email protected]" 
<[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Wed, July 7, 2010 10:42:52 PM
Subject: Re: [Keuangan] Jurnal Pembelian Mata Uang Asing??

Jangan gitu dong om,

Di milis ini membernya beragam, dari mulai mahasiswa sampe pensiunan dirut.

Jadi wajar2 aja kalo pertanyaannya jadi keliatan kayak ngetes.

Dari pertanyaan begini aja udah beragam jawaban toh?

Jadi ya wajar2 aja

Salam

Ryan
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "Sich Jerry" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Wed, 07 Jul 2010 09:22:55 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [Keuangan] Jurnal Pembelian Mata Uang Asing??

Saya cuma sekedar penasaran, transaksi pembelian mata uang asing yang dimaksud 
disini apakah mau dicatat dengan manual journal (manjur) atau jurnal automatic 
di system.. Kalau jurnal automatic, berarti transaksinya sering. Kalau manjur, 
transaksinya jarang. 


Saya curiga beliau si penanya bertanya di forum ini cuma mau ngetes keahlian 
akuntansi Anda-Anda, alias beliau sebenarnya sudah tau jawabannya.. :) Peace.

Pertanyaan saya, perlu diperjelas dulu apakah transaksi pembelian mata uang 
asing tsb, dilakukan tujuannya untuk motif menekan risiko fluktuasi mata uang 
(hedging); atau motif mencari keuntungan (trading gain); atau jangan-jangan 
pembukuan perusahaan (reporting currency) memang dilakukan dalam mata uang 
asing 
tsb, misalkan BUT di Indonesia sama-sama menggunakan mata uang pelaporan 
principal di luar negeri. Namun karena BUT di Indonesia, tetap butuh Rupiah 
untuk transaksi lokal. Btw, transaksi perusahaan sehari-hari apakah lebih 
sering 
pake Rupiah atau mata uang asing tsb?

Beda substansi transaksinya, beda perlakuan pencatatannya.. Walaupun bentuk 
luar 
(form) transaksi tsb sami mawon alias setali tiga uang saja..



SJY







>>
>





[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

=========================
Millis AKI mendukung kampanye "Stop Smoking"
=========================
Alamat penting terkait millis AKI
Blog resmi AKI: www.ahlikeuangan-indonesia.com 
Facebook AKI: http://www.facebook.com/group.php?gid=6247303045
Arsip Milis AKI online: 
http://www.mail-archive.com/[email protected]
=========================
Perhatian : 
Untuk kenyamanan bersama, agar diperhatikan hal-hal berikut: 
- Dalam hal me-reply posting, potong/edit ekor posting sebelumnya
- Diskusi yg baik adalah bila saling menghormati pendapat yang ada. Anggota 
yang 
melanggar tata tertib millis akan dikenakan sanksi tegas
- Saran, kritik dan tulisan untuk blog silahkan kirim ke 
[email protected]! Groups Links




      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke