Hello Ermin,

Friday, December 30, 2005, 9:53:33 AM, you wrote:

EH> Kalau memang benar biayanya 2 kali lebih mahal, secara logika
EH> saja, koq bisa ya ada sebuah pabrik batere UPS yang notabene kadar
EH> acid/limbahnya lebih tinggi, dari sebuah negara maju, mau menerima
EH> kiriman "waste" nya untuk di recycle di factory nya.

memang lebih mahal. ups atau aki hanya terdiri atas beberapa komponen
dan dlm ukuran relatif "besar" sehingga proses recycle lebih sederhana

pc terdiri atas ratusan bahkan mungkin ribuan komponen dlm ukuran yg
serba mikro. proses memisahkan komponen, mengamankannya dan mencoba
memanfaatkannya kembali sangat tidak sederhana prosesnya. gambaran yg
agak kasar tapi mendekati kenyataan: coba anda lakukan sendiri proses
utk memasang beberapa komponen elektronik ke pcb. kemudian lakukanlah
proses sebaliknya, melepas satu per satu komponen tsb. mana yg lebih
mudah? mana yg lebih sulit?

pabrik komponen elektronik, mereka memiliki peralatan robotik yg amat
canggih untuk memasang komponen. akan tetapi tdk ada yg punya alat
sejenis utk MELEPASKAN komponen. penanganan limbah elektronik adalah
sebuah permasalahan yg pelik di negara2 maju. membuatnya lebih mudah
drpd recycle-nya. bahkan hampir tdk bisa di-recycle, karena masalah
kelayakan, batas waktu/umur pemakaian.

jangankan masalah limbah peralatan bekas pakai, limbah produksi pun
sdh menjadi masalah besar. itulah sebabnya kenapa negara2 maju yang
memiliki merk2 elektronik terkenal satu demi satu memindahkan pabrik
dan manufaktur-nya ke negara2 berkembang. memang ada alasan2 klise,
selintas terkait dg efisiensi dan bahasa2 kapital lainnya. karena isu
tenaga kerja yg lebih murah, investasi yg rendah sekaligus market yg
menggiurkan (negara2 berkembang punya penduduk banyak).

namun sesungguhnya ada alasan2 HITAM yg tdk terungkap. antara lain ya
masalah limbah produksi ini. negara2 berkembang sangat lemah kontrol
thd isu lingkungan. di negara2 maju, limbah produksi semacam ini sdh
sangat ketat kontrolnya, mahal biayanya serta tdk jarang bahkan sdh di
larang penggunaan bahan2 tertentu. akibatnya, para industrialis ini
merelokasi pabrik2 pemanufakturnya ke negara2 yg lemah kontrolnya dg
alasan efisiensi. tentu saja efisien, murah, krn mereka tdk perlu utk
memenuhi standar mutu limbah.

laporan2 lembaga2 pembela lingkungan menunjukkan bahwa TIDAK ADA MUTU
DAN TANGGUNG JAWAB YANG LEBIH BAIK dari setiap fasilitas pengelolaan
pengolahan limbah di kalangan pabrikan merk2 terkenal negara maju yg
dimanufaktur di negara berkembang. ini adalah fakta. just fyi, alat2
elektronik adalah salah satu sektor industri paling berbahaya bagi
lingkungan. ada di urutan paling atas satu strip dibawah pertambangan.

bisa anda bayangkan tingkat bahayanya?

pada satu kondisi tertentu, alat2 elektronik ini karena umurnya, akan
cenderung makin panas sehingga mengeluarkan uap (salah satunya asam
dan merkuri) dlm kadar yg bisa mematikan atau minimal berbahaya bagi
makhluk hidup apabila berada di ruangan tertutup meskipun terkontrol
lingkungannya.

tabung monitor adalah salah satu contoh perangkat elektronik berbahaya
yg. sulit direcycle meskipun bentuknya cukup besar. dan fakta yg amat
penting diketahui, tabung monitor adalah salah satu komponen yg TIDAK
BISA DI RECYCLE! anda bisa pikirkan pc tanpa monitor?

EH> Terlepas dari pro dan kontra saya rasa yang terpenting adalah
EH> kesimbangan, secara jangka pendek Ok aja kita impor PC bekas
EH> biarkan pasar yang mengontrol, kalau lifetime hanya 1-2 th pasti
EH> akhirnya tidak laku, most important tentunya kalau ada PC bekas
EH> murah dan feasible, pasti harga PC baru akan turun (penetrasi),
EH> sehingga tidak perlu impor lagi alias cost untuk recycle tidak
EH> menjadi beban negara nantinya.

kebebasan pasar memang penting. namun kemashlahatan orang banyak dan
masa depan anak cucu kita tentu jauh lebih penting utk dilindungi.
terutama justru karena kebanyakan orang tdk tahu bahayanya, justru krn
jargon2 pasar (murah, kita miskin, butuh fasilitas, bangsa kita ingin
maju dan cerdas dsb.) memang cenderung "membutakan" kita dr ancaman.

saya yakin, kalau saja kita memahami bahayanya, tdk akan ada satu pun
orang tua atau guru yg merelakan anak2nya berjam2 di depan komputer
bekas yg notabene meracuni paru2 dan merusak mata polosnya ... alih2
mendapatkan generasi cerdas trengginas, kita akan menjumpai anak2 yg
cacat, berumur pendek dan mereka mengisi hari2 masa depan bangsa kita.

hanya karena kita para orangtua dan pemimpin pendahulunya kurang aware
tdk cerdas mensikapi bujuk rayuan kapitalis yg tamak dan hanya ingin
untung melulu.

catatan: sebelum mengomentari pro kontra masalah impor komputer sampah
ini, mohon luangkan 1 - 2 jam waktu anda yg amat sangat berharga, utk
mulai googling dan cari tahu fakta sebenarnya mengenai masalah ini.

you will learn and found the right answer. period.

-- 
Best regards,
 Pataka                            mailto:[EMAIL PROTECTED]



Official Web Site : http://www.awari.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke