Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh, Afwan ya ikhwan, ana hanya ingin menambah...
Penjelasan al akh Ahmad Ridha dibawah ini sungguh amat jelas dipahami.. --------------------------------------------------------------- Jika yang dimaksud tasawuf adalah zuhud dan wara' untuk membersihkan jiwa sesuai tuntunan al-Qur'an dan as-Sunnah dengan pemahaman para shahabat maka hal ini adalah baik. --------------------------------------------------------------------- Ana menggaris-bawahi agar lebih jelas lagi: "Kenapa harus pakai istilah TASAWUF dan SUFI?" Apakah tidak cukup dengan kata ISLAM dan MUSLIM, atau juga IMAN dan MUKMIN, atau juga IHSAN dan MUHSIN, atau dengan memakai kata IKHLAS dan MUKHLIS. Kata-kata ini adalah Syar'i dan seluruh kalangan Salafush-sholeh dari kalangan Sahabat dan Tabi'in ridwanallahu 'alayhim ajma'in semuanya sangat amat mengenalnya, mustahil hal ini asing bagi mereka. Karena Allah subhana wata'ala-lah yang membuat kata-2 itu (diperuntukkan bagi hamba-2-Nya yang diridhoi), bukan buatan manusia. Sedangkan kata-kata tasawuf dan sufi tidak ada dalam Syar'i, jadi jangan mencoba-coba me-Masyru'-kannya. Kata-2 tersebut tidak dikenal oleh kaum Salafush-sholeh dari kalangan Sahabat dan Tabi'in ridwanallahu 'alayhim ajma'in, jadi jangan berani mencoba menisbatkannya kepada mereka, agar kita tidak terjatuh dalam katagori pendusta. Kalau ummat Muhammad salallahu'alahi wasallam belakangan sudah terbiasa dengan hal-2 yang baru yang sengaja maupun tidak memasukkannya dalam Diin nan suci ini, maka lihatlah sekarang tak pelak banyak sekali kerusakan khususnya pada Aqidah, Ibadah dan Akhlaq. Janganlah hal ini dianggap suatu kerusakan kecil atau tidak seberapa, tapi ini adalah malapetaka yang amat besar dan berkepanjangan melebihi kejamnya seorang tirani atau bencana alam yang lebih besar dari Tsunami Aceh ataupun penjajahan kaum kuffar selama ribuan tahun, sungguh tidak akan terhenti dan terselesaikan hingga setiap diri individu mau dengan ikhlas kembali memegang tali agama dengan menuntut ilmu yang sahih. "Innallaaha laa yughayyiru maa bi qoumin hattaa yughayyiru maa bi anfusihim, wa idzaa aroodallaahu bi qoumin suu an falaa maroddalahuu wamaa lahum min duunihii min waalin". (Ar-Ro'd, ayat 11) Semoga Allah azza wajall mengampuni dosa-2 ana dan antum serta melindungi dari kejelekan diri kita masing-2 baik yang tampak maupun tidak, amin. Maka wajib bagi kita semua kembali kepada pijakan mereka para pendahulu kita yang Sholih, yang terbimbing, yang diridhoi Allah dan mereka meridhoi-Nya dan dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya, merekalah golongan orang yang telah mendapat kemenangan yang besar. (lihat surat At-Taubah ayat 100) Janganlah kita mencari-cari jalan yang tidak diberi petunjuk dan tauladan, yaitu jalannya orang yang tidak dikenal dan diakui oleh Allah dan Rasul-Nya, karena semua jalan-2 itu berakhir ke Neraka Jahannam, itulah seburuk-buruk tempat kembali. (lihat surat An-Nisa' ayat 115) Biasanya kita amat mudah tertipu oleh akal pikiran kita masing-2, oleh bisikan hati-nurani masing-2, diikuti dengan sangka-2 yang menurut pemikiran dan hati kita benar, akhir dengan tekat bulat kita berdalil dengan dalih yang batil tanpa ilmu yang sahih. Sengguhnya Rasulullah salallahu'alayhi wasalam telah berwasiat: "Iyyakum wadzdzonna fainna dzonna akdzabul hadits" (tolong koreksi kalau salah), artinya: Jauhkanlah oleh kalian sangka-2, sesungguhnya sangka-2 itu adalah se-dusta-2-nya perkataan" Seperti yang telah dikatakan oleh Imam Malik ibn Anas rohimahullaahu ta'ala, kira-2 demikian: "Sungguh tidak akan sirna keburukan/kejelekan ummat (belakangan) ini, kecuali mengikuti apa-2 yang telah dipraktekkan oleh generasi Salaf." Semoga ana dan antum semua selalu dalam usaha melaksanakan nasihat beliau rohimahullah. Wassalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh, ibnu alkherid ----- Original Message ---- From: Ahmad Ridha <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Tuesday, December 12, 2006 6:11:18 AM Subject: Re: [assunnah] Hadis Melarang Menjadi Ahli Sufi / Tasauf.. On 12/11/06, Maznah Husin <maznah_husin@ yahoo.com> wrote: > Assalamualaikum. . > Wa 'alaykumus salaam warahmatullah, > Mohon agar rakan-rakan memberi sedikit maklumat berhubung hal tersebut di > atas.. > Adakah ahli tasauf / sufi itu salah dan sesat?.. > Perlu diperjelas dahulu bagaimana yang dimaksud sebagai ahli tasawuf atau sufi itu. Sebagian orang mengklaim bahwa sebagian salaf seperti al-Hasan al-Bashri rahimahullah adalah seorang sufi karena kezuhudan beliau. Jika yang dimaksud tasawuf adalah zuhud dan wara' untuk membersihkan jiwa sesuai tuntunan al-Qur'an dan as-Sunnah dengan pemahaman para shahabat maka hal ini adalah baik. Akan tetapi, tasawuf yang banyak di masa ini adalah perkumpulan yang memiliki aturan ibadah yang tidak memiliki tuntunan dari al-Qur'an dan as-Sunnah dengan pemahaman para shahabat, tidak jarang menggunakan hadits-hadits lemah atau palsu. Yang seperti ini adalah tercela sebagaimana dijelaskan dalam artikel-artikel yang dikirimkan para ikhwan sebelumnya. Allahu Ta'ala a'lam. -- Ahmad Ridha bin Zainal Arifin bin Muhammad Hamim (l. 1400 H/1980 M) Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id Website audio: http://assunnah.mine.nu Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED] Ketentuan posting : http://www.assunnah.or.id/ragam/aturanmilis.php Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
