Dear calon Bunda yang belum juga hamil ...
berdasarkan pengalamanku yang baru dapat Keya setelah 4,5 - 5 tahun, 
saran saya ada dua:
1. Nikmati hidup sambil tak putus harapan (baca: terus berusaha)
2. Memperbaiki kualitas hidup (baik atas alasan ingin punya momongan 
maupun demi kebaikan diri sendiri)

Saran saya seputar pertanyaan dari lingkungan sekitar, mungkin rada 
klise tapi buat saya bersikap cuek sekaligus terbuka terhadap komentar 
dan saran, sangat bermanfaat dibanding sama sekali bersikap apatis or 
antipati. Kadang kata-kata orang yang tidak tahu masalah lalu ujug-ujug 
kasih komentar mmg ngeselin. Itu kalau kita mau ikutin emosi pasti 
jadinya berantem hehehehe abis ngajak ribut deh tuh orang. Tapi coba 
deh direnungkan, mungkin terdengar pedas dan tajam di telinga, tapi 
pasti ada benarnya. 

Semisal, waktu itu ada yang bilang kepada saya dan suami, "Kalian 
terlalu capek dan stres sih. Nggak "jadi-jadi" deh". Kata-kata seperti 
itu langsung kami "terjemahkan" or alih bahasakan jadi, "Hei, kalian 
udah terlalu sibuk sama kerjaan, ini waktunya untuk kencan, bulan madu. 
Fokus dong kepada relationship dan family plan". Alhasil, saya dan 
suami merasa banyak orang yang semakin sayang dan perhatian saya kita 
hihihihi....

Ada juga komentar sgt ngeselin, seperti, "Wah, kasihan ya, belum hamil-
hamil juga. Kalau saya sih dulu, habis married langsung hamil. Saya 
memang keturunan keluarga yang subur ...". Kebetulan teman yang satu 
ini mudah sekali hamil dan belum lagi pernikahannya 5 tahun ia sudah 
punya 3 anak (ups ... sori kalau ada Bunda yang punya pengalaman ini 
juga, bukan bermaksud lho .. pasti milisters AB-Online penuh empati). 
Karena orang ini ngomongnya cuma ke saya, saya "terjemahkan" sendiri 
jadi, "Duh, beruntungnya kamu tidak langsung hamil, jadi sempat 
menabung dan honeymoon deh". Heheheheh. Kelewat jauh ya 
terjemahannya ... hahahahah. Intinya, jangan biarkan orang lain merusak 
kebahagiaan kita. 

Punya anak or tidak, bahkan menikah atau tidak ... semua orang berhak 
bahagia. Dan kebahagiaan itu, asalnya bukan dari orang lain, misalnya, 
ortu kita, suami, apalagi anak (Sure if you have a child you will have 
a unique kind of happiness ..) tapi happy, joy or what ever ... adalah 
tanggung jawab diri kita masing-masing..

Tetap semangat dan jalani hidup penuh kebahagiaan ya ... 


Andi Maerzyda (Bundanya Keya)
Koordinator Ayahbunda-Online

Kirim email ke