Mba Lia, mau Tanya nih....
Mba Lia berobat alternative ke mana ya ? Mahal gak ? Berapa lama setelah berobat, Mba Lia kemudian hamil ? Boleh minta notelp atau alamatnya gak ? Thanks ya.... Saya kebetulan sedang program anak kedua nih....tapi belum kunjung jadi juga..... Best Regards, Tjahjo Liniarti M.S (Nini) ________________________________ From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Nathalia Chrisanty Sent: Thursday, April 24, 2008 8:53 AM To: [email protected] Subject: Re: [Ayahbunda-Online] Buat yang tak kunjung hamil ... aku juga mau share niyyy....secara setelah 7,5 thn nikah akhirnya hamil juga, alhamdulillah sekarang dah 30 minggu. emang yg namanya blom dapat momongan kalo lihat orang lagi hamil pasti sedih, tapi memang bebar kok kata mamanya keya...dibawa happy aja & jgn putus asa, 2 tahun pertama nikah berat banget ngejalaninnya waktu masih kosong, tapi lama kelamaan jadi bebal. kalo patokannya capek ato stress kayaknya ga deh. karena aku dulu pernah kerja yg stresfull trus berhenti karena mau program hamil, eh tapi 3,5 thn setelah ga kerja kantor ga hamil juga. padahal waktu kerja dulu aku nyetir sendiri, rumah di cinere kerja di sudirman. pergi kurang dari jam 6 pagi pulang slalu lewat jam 8 malam, bahkan bisa diatas jam 10 malam. tapi yg namanya usaha ya tetap dijalanin...yang penting memang sabar kok, alhamdulillah ya memang dah takdirnya Allah kasih percaya ma aku untuk punya anak... pas memang dapat pengobatan alternatif yg tepat, selesai berobat aku hamil... sekarang tinggal menunggu minggu...semoga berguna ya... ;) salam lia Andi Maerzyda Amalyah <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Dear calon Bunda yang belum juga hamil ... berdasarkan pengalamanku yang baru dapat Keya setelah 4,5 - 5 tahun, saran saya ada dua: 1. Nikmati hidup sambil tak putus harapan (baca: terus berusaha) 2. Memperbaiki kualitas hidup (baik atas alasan ingin punya momongan maupun demi kebaikan diri sendiri) Saran saya seputar pertanyaan dari lingkungan sekitar, mungkin rada klise tapi buat saya bersikap cuek sekaligus terbuka terhadap komentar dan saran, sangat bermanfaat dibanding sama sekali bersikap apatis or antipati. Kadang kata-kata orang yang tidak tahu masalah lalu ujug-ujug kasih komentar mmg ngeselin. Itu kalau kita mau ikutin emosi pasti jadinya berantem hehehehe abis ngajak ribut deh tuh orang. Tapi coba deh direnungkan, mungkin terdengar pedas dan tajam di telinga, tapi pasti ada benarnya. Semisal, waktu itu ada yang bilang kepada saya dan suami, "Kalian terlalu capek dan stres sih. Nggak "jadi-jadi" deh". Kata-kata seperti itu langsung kami "terjemahkan" or alih bahasakan jadi, "Hei, kalian udah terlalu sibuk sama kerjaan, ini waktunya untuk kencan, bulan madu. Fokus dong kepada relationship dan family plan". Alhasil, saya dan suami merasa banyak orang yang semakin sayang dan perhatian saya kita hihihihi.... Ada juga komentar sgt ngeselin, seperti, "Wah, kasihan ya, belum hamil- hamil juga. Kalau saya sih dulu, habis married langsung hamil. Saya memang keturunan keluarga yang subur ...". Kebetulan teman yang satu ini mudah sekali hamil dan belum lagi pernikahannya 5 tahun ia sudah punya 3 anak (ups ... sori kalau ada Bunda yang punya pengalaman ini juga, bukan bermaksud lho .. pasti milisters AB-Online penuh empati). Karena orang ini ngomongnya cuma ke saya, saya "terjemahkan" sendiri jadi, "Duh, beruntungnya kamu tidak langsung hamil, jadi sempat menabung dan honeymoon deh". Heheheheh. Kelewat jauh ya terjemahannya ... hahahahah. Intinya, jangan biarkan orang lain merusak kebahagiaan kita. Punya anak or tidak, bahkan menikah atau tidak ... semua orang berhak bahagia. Dan kebahagiaan itu, asalnya bukan dari orang lain, misalnya, ortu kita, suami, apalagi anak (Sure if you have a child you will have a unique kind of happiness ..) tapi happy, joy or what ever ... adalah tanggung jawab diri kita masing-masing.. Tetap semangat dan jalani hidup penuh kebahagiaan ya ... Andi Maerzyda (Bundanya Keya) Koordinator Ayahbunda-Online ::BCA::
