Dari milis sebelah
>Saya mau share dengan aybun sekalian. entah bs diterima/tdk.
>Ketika usia anak kami 18 bulan, kami masukkan anak kami ke preschool
>>berbahasa asing dg harga selangit (kira2 habis 25juta setahun ).
>Saat itu kami pikir itulah yg terbaik untuk anak kami, sebab kami berdua
>>bekerja dan berpikir anak kami ada kegiatan positif ditempatkan di preschool.
>Setelah kami masukkan preschool, memang anak kami sudah mau ditinggal >dan
>tidak cengeng di kelas, akan tetapi perubahan terjadi. Anak kami sering
>>sekali sakit, bahkan hampir tiap bulan. Hal lainnya adalah anak kami
>diketahui >sangat pendiam di kelas, tapi di rumah sangat kasar (jambak,
>nendang, gigit, >cakar, ngamuk, bentur kepala, dll)...
>
>Kebetulan saat ini sekolahnya libur, kami putuskan membawa anak kami ke
>>psikolog. Hasil pemeriksaan psikolog, anak kami mengalami stress di sekolah,
>>dan pelampiasannya dia lakukan hal2 tsb di rumah. Kami berargumen anak >kami
>mau ditinggal dan tdk cengeng di sekolah, tp psikolog berkata anak kami >diam
>saja di sekolah tapi dia melampiaskan stressnya di rumah. Psikolog >berkata
>anak jangan dimasukkan ke sekolah sampai dg usia 3 tahun. Usia >2-3thn anak
>hanya membutuhkan rasa aman dengan keluarga dan jangan >renggut itu dg
>memasukkannya ke lingkungan yg baginya penuh ancaman (bagi >anak sekolah itu
>menakutkan...)
>
>Hal yang awalnya kami pikir terbaik untuk kami ternyata menjadi bumerang >bagi
>kami.
>Untuk preschool2 yang menjamur di Indonesia, mohon jangan hanya senang
>>menerima uang tapi coba kaji apa benar anak kami cocok di sekolah anda, >coba
>kaji apa benar anak tdk stress dengan kurikulum anda. Coba sebutkan >berapa
>banyak preschool yang menyediakan jasa konsultasi psikolog sebelum >masuk?
>Memang bisnis preschool sangat menggiurkan, bahkan lebih >menggiurkan daripada
>investasi saham. Bayangkan uang 25 juta setahun masih >di luar uang seragam ,
>uang partisipasi acara sekolah , uang foto lah, uang >buku tahunan, yang
>masing-masingnya pun biayanya juga selangit.....
>
>Semoga membuka mata aybun sekalian.
>
>
>
>