Pengalaman ini juga sama dengan  keponakan perempuan saya yang berumur 4th. 
Umur 3th ia sudah dimasukkan ke play group tapi sikapnya disekolah dan dirumah 
sangat berbeda.
  Bila disekolah dia sangat pendiam, penakut, dan manja pada ibunya dan tidak 
mau ditinggal. Tetapi bila dirumah dia adalah gadis cilik yang sangat nakal 
(seperti layaknya anak laki-laki), galak dan judes pada teman 
sepermainannya.Setelah 1th bersekolah ia dipindahkan lagi kesekolah yang lain 
dengan harapan dia akan menyukai sekolahnya yang baru, tetapi sikapnya sama 
saja, sampai akhirnya (mungkin ..) dia sudah mulai dewasa dan sudah mulai 
mengerti arti sekolah dan belajar bersama teman-teman dan guru, baru dia 
menjadi anak yang pintar dan mandiri.
   
  Saya juga berpendapat yang sama, karena masa kanak-kanak adalah masa yang 
paling menyenangkan. biarkan anak-anak menikmati dunianya, karena nanti bila 
saatnya tiba mereka pasti akan meminta sendiri pada kita bahwa ia sudah siap 
bersekolah. Sambil menunggu kematangan dalam berfikir mereka, agar mereka tidak 
'kuper' sering-seringlah ajak mereka ke taman hiburan atau taman bermain yang 
banyak dibuka di Mall2 agar mereka bisa bersosialisasi dengan teman sebayanya 
dan tidak menjadi anak yang egois.
  

b151nk b151nk <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Dari milis sebelah



>Saya mau share dengan aybun sekalian. entah bs diterima/tdk.
>Ketika usia anak kami 18 bulan, kami masukkan anak kami ke preschool  
>>berbahasa asing dg harga selangit (kira2 habis 25juta setahun ).

>Saat itu kami pikir itulah yg terbaik untuk anak kami, sebab kami berdua 
>>bekerja dan berpikir anak kami ada kegiatan positif ditempatkan di preschool.

>Setelah kami masukkan preschool, memang anak kami sudah mau ditinggal >dan 
>tidak cengeng di kelas, akan tetapi perubahan terjadi. Anak kami sering 
>>sekali sakit, bahkan hampir tiap bulan. Hal lainnya adalah anak kami 
>diketahui >sangat pendiam di kelas, tapi di rumah sangat kasar (jambak, 
>nendang, gigit, >cakar, ngamuk, bentur kepala, dll)...
>
>Kebetulan saat ini sekolahnya libur, kami putuskan membawa anak kami ke 
>>psikolog. Hasil pemeriksaan psikolog, anak kami mengalami stress di sekolah, 
>>dan pelampiasannya dia lakukan hal2 tsb di rumah. Kami berargumen anak >kami 
>mau ditinggal dan tdk cengeng di sekolah, tp psikolog berkata anak kami >diam 
>saja di sekolah tapi dia melampiaskan stressnya di rumah. Psikolog >berkata 
>anak jangan dimasukkan ke sekolah sampai dg usia 3 tahun. Usia >2-3thn anak 
>hanya membutuhkan rasa aman dengan keluarga dan jangan >renggut itu dg 
>memasukkannya ke lingkungan yg baginya penuh ancaman (bagi >anak sekolah itu 
>menakutkan...)
>
>Hal yang awalnya kami pikir terbaik untuk kami ternyata menjadi bumerang >bagi 
>kami. 
>Untuk preschool2 yang menjamur di Indonesia, mohon jangan hanya senang 
>>menerima uang tapi coba kaji apa benar anak kami cocok di sekolah anda, >coba 
>kaji apa benar anak tdk stress dengan kurikulum anda. Coba sebutkan >berapa 
>banyak preschool yang menyediakan jasa konsultasi psikolog sebelum >masuk? 
>Memang bisnis preschool sangat menggiurkan, bahkan lebih >menggiurkan daripada 
>investasi saham. Bayangkan uang 25 juta setahun masih >di luar uang seragam , 
>uang partisipasi acara sekolah , uang foto lah, uang >buku tahunan, yang 
>masing-masingnya pun biayanya juga selangit..... 
>
>Semoga membuka mata aybun sekalian.
>
>
>
>  

                           

       

Kirim email ke