*********************** Your mail has been scanned by InterScan. PT. AJ Central Asia Raya 06/25/08 16:29:46 ***********-*********** Dear Bunda Asma,
Tidak ada ASI yg tidak bagus. Semua ASI itu bagus. ASI hari ini tidak sama denganASI kemaren dan ASI besok. ASI dikeluarkan berdasarkan kebutuhan si kecil. ASI yg cair itu diumpamakan dengan air atau orang bilang ASI depan yg berguna untuk menghilangkan haus si kecil nama kerennya Fore milk. ASI yg cair itu diibaratkan dengan makanan ato ASI belakang, namanya Fore milk ASI ini yang membikik kenyang. Jadi klo bunda melihat ASInya ketika diawal memompa bening kemudian berubah jadi bening, itu tandanya fore milk dan hind milknya keluar semua bun. Dari website : http://baby.families.com/blog/breastfeeding-questions-hind-milk-and-fore -milk Someone in the forums <http://forums.families.com/is-it-ok,t113946> asked me to explain the idea of hind milk and fore milk. Most women don't even need to worry about it. Your milk comes when it comes and is perfectly designed to meet the needs of your baby. Your baby instinctively knows how long to suck and when. When he's thirsty, you'll notice that he sucks lightly and doesn't nurse as long. However, when your baby is really hungry, you'll notice that his suck is much harder and he'll tend to nurse much longer in this manner on one side or the other. This is because he is going for the richer, fattier hind milk. Hind milk, as the name implies, is the milk that is behind the fore milk. It is fattier and more calorie dense milk. In a normal breastfeeding session, your baby will get both. If you pump, you'll notice a two toned kind of milk with some of the milk being kind of translucent and some of the milk being a creamy white. That technically is the hind milk. If you're really into science, pump a bottle of milk and let it sit out on the counter for awhile. You'll see the milk separate into two distinctive layers. . .one being much fattier than the other. That's hind milk and foremilk. Setelah bekerja ASI jadi berkurang? ASI itu kan berdasarkan supply and demand, apabila selama bunda bekerja dan jarang merah, yaa otomatis otak akan memerintahkan supaya produksi ASI dikurangi karena permintaan ASI sekarang sudah sedikit. Kalo bunda dikantor konsisten untuk perah, Insya Allah prosuksi ASInya akan tetap melimpah. Selain itu juga sebaiknya stress dihindari, karena kalo bunda banyak pikiran produksi ASI juga akan berkurang, supaya proses menyusui lancar dan suply ASI banyak dan ASI lancar keluarnya dibutuhkan 3 B (Brain, Breast dan Baby) Brain, pikiran harus tenang dan yakin bahwa ASInya banyak, Breast, PD harus sering di rangsang agar ASInya keluar dengan baik (dipijat di kopres air panas dan dingin) dan peletakan yang benar. Baby, bayi harus bisa menyusui dan memerah dengan benar. Sehingga pada saat menyusui si bayi benar2 MINUM SUSU bukan hanya ngempeng pada PD bunda. So waloupn bunda merasa sekarang 2 jam PD ga penuh lagi, tetep saja merah, bgitu juga pada malam hari, kalo si kecil ga bangun minum, dan pd sudah keras, bunda tetep saja perah agar produksi ASInya tetap banyak HAPPY breastfeeding Sorry klo kepanjangan Regards, MegA Corporate Communication and Legal ________________________________ From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of destri merryana Sent: Tuesday, June 24, 2008 14:10 To: [email protected] Subject: [Ayahbunda-Online] problematika ASI Salam kenal ayah & bunda sekalian, Saya mau sharing nih, menurut keluarga & orang2 disekitar saya, ASI saya terlalu encer dan kurang bagus untuk bayi saya. menurut mereka ASI yang bagus itu yang kental, yang diakibatkan karena rajin makan sayur-sayuran dan kacang-kacangan. Menurut mertua saya saya kurang sayur sehingga ASI saya encer, bahkan ketika dipompa terlihat seperti bening bukan putih. namun setelah banyak jadinya putih. menurut mertua saya, ASI saya memang bayak tapi kurang bergizi. Padahal saya juga ga susah makan sayur.saya selalu kok makan sayur-sayuran. ASI saya sejak awal menyusui memang seperti itu. Sebenarnya bagaimana sih? apa benar ASI harus kental? Saya pernah baca di sebuah buku, ASI mau bagaimanapun tetap baik untuk bayi bahkan seandainya sang Ibu dengan gizi rendah sekalipun, ASI tetap yang terbaik untuk bayinya. Jadi logika saya, ASI kental atau encer ya ga masalah. Kemudian, setelah bekerja ini kenapa ASI saya jadi berkurang ya... Saya berkomitmen ingin ASI X untuk bayi saya (Asma 3 bln), setiap hari saya selalu pompa ASI. Dulu waktu masih cuti, Alhamdulillah ASI saya melimpah, tapi akhir-akhir ini sepertinya berkurang. Dulu, 2 jam saja payudara saya terasa penuh sekali. Sehingga ketika satu payudara disusui, yang satu lagi saya pompa untuk stok. Sekarang, bayi saya tidur semalaman ga menyusu, payudara saya ga terasa penuh, sampai saya harus "kejar tayang" agar stoknya cukup untuk sehari. Dalam semalam saya harus pompa 3 X itu pun jumlahnya sedikit2 (+/- 50 - 80 ml). Kira2 apa penyebabnya ya bu? makasih sebelumnya salam, destri ~ bunda asma
