betul kata nika, ini judulnya kepanikan bunda terhadap perkembangan anaknya. okta juga hampir dua tahu. belum bisa bicara dengan jelas juga. ada beberapa kosa katanya. eyang putrinya, menyuruh saya mengerok lidahnya dengan cincin kawin. sejauh ini tidak berhasil. lagian, mana bisa ngerok lidahnya tanpa pertempuran?! tapi setahu saya, kemampauan berbahasa seorang anak tidak melulu dia bisa bicara. tetapi apakah dia mengerti apa yang kita sampaikan, apakah dia bisa menyampaikan kemauan dan keinginannnya dengan bahasa isyarat/bahasa tubuhnya, apakah dia bisa mengerti kalau mendengar cerita, membaca buku/melihat gambar, mendengarkan musik dan sebagainya. jadi, jangan cemas. yang jelas, distimulasi saja kemampuan berbahasa dengan bernyanyi, bercerita, mengajak dia ngobrol, menjelaskan yang ada disekitarnya, dan sebagainya. salam,
