cerita menyedihkan. malam hari saya sudah menyiapkan menu sahur yang menurut saya cukup untuk berpuasa sambil menyusui. anakku juga sedikit banyak sudah tak kasih tahu bahwa kami-papa mamanya plus si mbak- akan berpuasa. saya bangun dengan niat makan dan minum susu plus vitamin. setelah sahur dan beberes sedikit supaya tidak lemas, saya tidur lagi. menjelang siang, kepala mulai cenat-cenut nggak keruan. makin lama intensitasnya makin kuat makin menyebalkan. anakku main sendiri. saya berguling didekatnya saja. makin sore keringat dingin bercucuran diikuti gemetar. anakku mulai bosan main sendiri. pipi mamanya dicium-cium, biar cepat sembuh katanya. hampir ashar, saya menyerah. minum segelas teh hangat dengan harapan kepala jadi enteng, badan tidak lemas, keringat tidak bercucuran tapi berasa kedinginan dan mata rasa pedas. tapi apapun yang tak minum dan tak makan, keluar tak lama sesudahnya. sampai menjelang isya masih muntah. masih pening. masih lemas. anakku tetap keukeuh nenen seperti biasa. sudah tak bujuk-bujuk untuk minum UHT lebih banyak dari biasa, tidak mempan. makannya segitu-segitu saja. sampai posting ini, baru makan nasi beberapa suap. mulut rasanya pahit. pening sudah jauh berkurang. besok pengen coba lagi. semoga lulus sehari. kaya' jaman kecil lagi,
