Nimbrung ya..
 
Aku setuju dgn Mba Yusri. Sayangnya, jaman sekarang sangat sedikit PRT yg tahu 
diri, bahkan aku bisa dibilang parno, karena selama ini nemuin lebih banyak "yg 
ga bener" daripada "yg bener", ya PRTku, ibuku, kakakku, dan orang2 di 
sekitarku. Beruntunglah jk memiliki asisten yang jujur dan terandalkan.
 
Klo dibilang kasian dengan PRT, tentu saja kita prihatin dgn kondisi mereka yg 
kekurangan. Tapi tunggu dulu, ngomongin gaji yg kecil n kerja full day?? Engga 
segitunya kali! Di luar sana banyak lho lulusan SMA bahkan D1/D3 dan S1 yang 
hanya digaji UMR, belom lagi harus mengeluarkan living cost yg ga murah. 
Weekend tetep kerja, dan jangan salah, jam kerjanya pun dari pagi sampe malam. 
Gaji PRT "yang kelihatan kecil", padahal klo di-compare dgn para sarjana "yang 
kurang beruntung" tersebut masi lebih manusiawi, toh mereka menerima gaji 
bersih karena semua biaya hidup ditanggung oleh majikan.
 
Setuju, aku jg menjunjung tinggi tata krama. Bukan dgn alasan membeda2kan 
manusia karena kelas sosial dan ekonomi!!  Memang menjadi otoritas tiap 
individu untuk menerapkan suatu aturan di rumahnya sendiri. Begitu jg seorang 
karyawan yang harus patuh pada aturan perusahaan tempat ia bekerja.
 
Salam,
 
Lupi~Ara's mum~
 

--- On Tue, 9/2/08, - Yusri - <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: - Yusri - <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: Bls: [Ayahbunda-Online] Pembantu suka ngambil makanan
To: [email protected]
Date: Tuesday, September 2, 2008, 2:01 PM







Berbagi, ya mom.....
Saya juga gak masalah dengan keberadaan mereka. Saya juga gak pernah membedakan 
apa yg aku makan dengan para PRT. Klu pergi ke restorant, mereka akan duduk 
semeja dengan kami. Dan apa yg kami pesan, dia juga makan makanan yg sama.
Klu ketemu sama PRT yg "tahu diri" dan "tahu menempatkan diri", kita akan 
sangat bahagia. Seperti halnya mom sekarang dengan PRT mom....
Hanya....... klu kita ketemu dengan PRT yg sebaliknya, bagi saya sangat "kurang 
nyaman".
Karena saya gak suka dengan PRT yg dengan lancangnya mengambil makanan dari 
atas meja makan......padahal suami sendiri belum makan bahkan belum pulang dari 
kantor.
Dalam hal ini kita bukan mempermasalahkan "apa yg dimakan" tapi lebih ke "tata 
krama" di dalam satu rumah tangga.

Dan banyak sekali type dan karakter orang. Saya sering menemukan, PRT yg 
diperlakukan baik......tapi tetep "nyubit" dari belakang.

Rasanya..... .bukan hanya kepada PRT saja kita harus mengajarkan tata krama dan 
etika. Bukankah kita juga mengajarkan demikian pada anak2 kita.....?
Bahwa anak kita tidak boleh mengambil barang atau makanan yg bukan miliknya...
Saya mengajarkan pada anak2 saya supaya harus selalu minta sesuatu misalnya 
makanan, kepada pemiliknya.
Misalnya.... ..jika bagas yg kebetulan memiliki satu makanan, maka apabila sang 
adik ingin mencicipinya. ...maka dia harus meminta pada kakak nya. Hal ini 
bukan semata2 karena masalah makanannya.. ...tapi hanya sebagai "tata krama" 
dan "etika"....supaya saat besar nanti mereka "tidak ditertawakan org" saat 
bergaul di lingkungan sosial.



Regards,
YUSRI
email: [EMAIL PROTECTED] co.id
YM: yusri_smpn1

Sent from my BlackBerry® wireless device


From: Nyesa Thomas <nyesa_thomas@ yahoo.co. id>
Date: Mon, 1 Sep 2008 11:04:38 +0800 (SGT)
To: <Ayahbunda-Online@ yahoogroups. com>
Subject: Bls: [Ayahbunda-Online] Pembantu suka ngambil makanan





sebelumnya maaf ya kalo ada yg kurang berkenan....
alhamdulillah. ..prt ku cukup tau diri ya, 
sekalipun aku sudah menganggap dia bagian dari keluarga kita, 
sampai aku "mernahin" anak2 utk manggil dia dg sebutan nenek...
dia menempatkan diri sesuai tugasnya...

aku tidak pernah memisahkan.. .apalagi membedakan makanan...
apa yang kumakan, ya itu juga yang harus dia makan...
tempatnya, ya sama... di meja makan juga, 
bukan di kamarnya atau ruang khusus prt... 
kadang bareng...kadang aku duluan...kadang dia duluan...gapapa
kadang makannya sedikit...kadang lebih banyak dari kita...ok aja
kadang dia request ikan asin or something else...
ya kubelikan... dan aku makan juga...gak masalah
piringnya.. tidak kubedakan ...sepanjang dia sehat...
(tapi dg sendirinya kalo piring gelas dia pisahin piring n gelas plastik buat 
dia pakai, padahal sudah kusuruh pake piring beling, plastik bahaya bow ...)
nyuci bajunya...ya bareng dg bajuku juga...
(yg dipisahin baju si baby aja...he he)
kalo dia gak ada, bajunya diangkat dari jemuran...kusetrika in juga...
nevermind... not a BIG DEAL for me...
tidur...kalo anak2 maunya tidur ma si bibi...ya kubolehkan juga
kalo dia pulang kampung, kids mau ikut kuijinin juga...
or kita ke mall anaknya pengen ngikut si bibinya gak...ya suamiku juga mau bawa 
aja...
...
Apakah aku terlalu tidak punya aturan?...
Aku sih membayangkan (mudah2an tidak pernah)...
kalo aku yg bernasib seperti si bibi...
Alangkah berbahagianya kalo aku di 'wong'ke ...
peupeuriheun (orang sunda bilang)...kita udah terbatas ngegaji dia...padahal 
dia kerja fullday...yaaa kasih sayang semacam itulah yg kuobral abis2an...

Nyesa Thomas...
bahagia sekali ternyata aku masih bisa berbagi...
walau hanya kpd prt di rumah kita, 
bukan ke panti asuhan or pada pengemis...
berdoa....
Ya Allah..smoga kasih sayangku, suamiku, anak2ku keterima ma bi Yayah n Iqbal 
...dan bibi tetep betah ngabdi  di keluargaku.. .Aaamiiin

Catatan : Iqbal anaknya si bibi,laki2, anakku 4 laki2 semua...
Dapatkah anda membayangkan how crowded?
Ada kenikmatan dalam ke-crowded-an. ..insya Allah...


 



Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru 
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. 
br> Cepat sebelum diambil orang lain!  














      

Kirim email ke