Semoga cepet sembuh ya mbak, biar utang puasanya gak kebanyakan :)

Myra
http://ke2naischool.blogspot.com


--- In [email protected], novia novia <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> cerita menyedihkan.
> malam hari saya sudah menyiapkan menu sahur yang menurut saya 
cukup untuk berpuasa sambil menyusui. anakku juga sedikit banyak 
sudah tak kasih tahu bahwa kami-papa mamanya plus si mbak- akan 
berpuasa. saya bangun dengan niat makan dan minum susu plus vitamin. 
setelah sahur dan beberes sedikit supaya tidak lemas, saya tidur 
lagi.
> menjelang siang, kepala mulai cenat-cenut nggak keruan. makin lama 
intensitasnya makin kuat makin menyebalkan. anakku main sendiri. 
saya berguling didekatnya saja. 
> makin sore keringat dingin bercucuran diikuti gemetar. anakku 
mulai bosan main sendiri. pipi mamanya dicium-cium, biar cepat 
sembuh katanya.
> hampir ashar, saya menyerah. minum segelas teh hangat dengan 
harapan kepala jadi enteng, badan tidak lemas, keringat tidak 
bercucuran tapi berasa kedinginan dan mata rasa pedas.
> tapi apapun yang tak minum dan tak makan, keluar tak lama 
sesudahnya. sampai menjelang isya masih muntah. masih pening. masih 
lemas. anakku tetap keukeuh nenen seperti biasa. sudah tak bujuk-
bujuk untuk minum UHT lebih banyak dari biasa, tidak mempan. 
makannya segitu-segitu saja.
> sampai posting ini, baru makan nasi beberapa suap. mulut rasanya 
pahit. pening sudah jauh berkurang. besok pengen coba lagi. semoga 
lulus sehari.
> kaya' jaman kecil lagi,
>


Kirim email ke