dear all
tentang ini, saya jadi ingat yang pernah saya ucapkan kepada anak saya
yang pertama bahwa untuk memperoleh sesuatu kita harus berusaha atau
berjuang dengan cara halal (istilahnya gak ada yang gratis), jadi
tidak meminta.
contoh: setiap dia melakukan sesuatu yang kami inginkan, saya sisihkan
uang atas hal itu dan uang itu adalah hak dia. kami beritahukan uang
tersebut saat saya membelikan sesuatu atas permintaan dia, bahwa uang
ini atas 'kerja' dia kepada orang tuanya. jadi dia juga punya uang
atas 'kerja' dia sendiri. tapi apakah cara begini baik gak ya? (malah
nanya balik)

terima kasih
hasto

--- In [email protected], "- Yusri -"
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> 
> Bener banget Mbak Myra....
> Sehari-harinya......saya juga "menuntut" mereka utk selalu
mendahulukan kewajiban sebelum meminta hak mereka.
> Misalnya......jika mereka tidak bertanggung jawab dengan PR mereka,
tugas2 sekolah atau kegiatan belajar mereka.....maka saya akan
memberikan hukuman yg kami sepakati bersama.
> Biasanya....klu utk anak laki2 saya (bagas), saya suka "menghukum"
dia utk tidak main PS selama 1 minggu (krn mainan kesayangan dia adala
PS).
> Dan utk anak perempuan saya (sekar), saya larang dia memainkan
barbie2 nya sampai dia bisa bertanggung jawab dengan kewajibannya.
> Alhamdulilah.......semakin lama mereka semakin sadar akan
kewajibannya. Tidak sulit saya mengingatkan mereka melakukan nya,
shalat....PR....belajar harian, atau belajar menjelang
ulangan....mereka akan dengan senang hati mengerjakannya.
> Utk bangun jam 5 subuh saja, mudah mereka lakukan.


Kirim email ke