Jadi lain kali bawa meja sendiri aja mamut...hehehe..becanda.. :D

Suamiku bukan perokok, tapi ayahku iya...dari jaman aku masih kuprit kecil
sampai sekarang...nggak bisa brenti, makin pensiun malah makin nambah, kalau
dulu sehari paling 2-3 batang, sekarang bisa 5-6...karena diomelin terus sm
ibuku, jadi di rumah ada pojok dihalaman belakang dimana ayahku punya kursi
khusus singgasana untuk merokok....

Ketika akunya mau pulkam pertama kali setelah sekian tahun, ibuku sudah
wanti-wanti supaya nggak merokok karena ada cucu-cucunya.ditanggepin sambil
lalu, gak mempan judulnya.

Saat kita datang, ayah berusaha menepati janji, walau gatal setengah mati,
berusaha ngga merokok demi cucu-cucu...eh lha kok ndilalah anakku ngeliat
bungkus rokok kosong tergeletak tempat sampah (sudah masuk tempat sampah
padahal...) trus dia nanya : "Opa, siapa yang buang bungkus rokok...siapa
yang ngerokok?"
Ayah nggak bisa ngapusi...jadi ya diam aja, wong kalo njawab iya salah,
njawab nggak kok bohong...
Sambil ngeloyor pergi, anakku bilang: "Opa, smoking kills lho. I saw gambar
people their feet amputated...,"
Ayahku terpana.

Seminggu kemudian saat kita sdh balik lagi ke Syd, ibuku cerita, ayah
mengurangi rokoknya, dan brusaha brenti...susah, paling ngga usaha lah ...

Ternyata perlu tamparan dari cucunya dulu untuk menghentikan...kita ngomong
30tahun nggak didengerin, anakku ngomong 1menit, efeknya ada....

Duuuh...jadi ngobrol....

Maaf mamut dan mom's atau dad's yang nggak berkenan...

--

Ayu HUSODO
http://www.ayuhusodo.blogspot.com/

For gifts and family product from around the globe,
visit http://www.strawberrypatch.biz

Kirim email ke