aku juga tertampar nik..

padahal status online bukan berarti ada orangnya terus2an manteng di depan PC
itu cuma karena fasilitas internet unlimited aja
anak tetep nomor 1
kalo anak udah minta nenen, ya udah langsung nenen (anja klo nenen sambil bubuk)
klo ada temennya maen, ya ikut keluar nemenin anja maen..
klo ada tukang sayur, ya ditinggal belanja..
klo diajak mbah uti jalan2, ya udah langsung cabut..

Bisa agak santai online, kalo pas anja bubuk
itu pun kalo aku ga ikutan bubuk juga (padahal statusku msh tetap online)

peace
Bunda Zilah


"Oriflame. kosmetik terbuat dari saripati tumbuhan. GARANSI uang kembali"
http://www.BisnisBundaZilah.blogspot.com




________________________________
Dari: Nika Hanidhah <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Sabtu, 8 Agustus, 2009 15:38:57
Judul: Re: [Ayahbunda-Online] Mengasuh Anak Sambil Facebook-an

  
haduuuuuuu
ini siapa seeh yg nulis arghhhhhh
 
rasanya aku spt ketendang
ketimpuk
kejewer
ketutuk
keseret seret
ketinju tinju
tampar kanan kiri
 
hihihihih lebay.com
 
karena internetku selalu stand by
gak pake BB, tp PCSGDGBN
(PC SEGEDE GABAN)
 
kl terlihat online
jg blm tentu aku didepan kompi
jg blm tentu aq nganggur
 
kan aku mondar mandir
gak mulu jd patung di dpn kompi
spt segitiga gak putus2
mutia-kompi- hatta, blum lg, telpon.
 
lagian ruangan kumpul jd satu
bikin gerak cepet...
epektip,hihih
 
itupun juga gak fesbukan thok
kayae FB mulai kege-eran nih..
hihihihihi.. ..
 
mutia kan lg diajari biar gak gatek
ngetik huruf, angka di word
mentinta benda2 di paint
bagi layar ma fesbuk qiqiqi...
 
mamut
kesindir poooool
hihihihihihi
tobat ah


--- On Thu, 8/6/09, Toko Kaka <tokok...@hotmail. com> wrote:


>From: Toko Kaka <tokok...@hotmail. com>
>Subject: [Ayahbunda-Online] Mengasuh Anak Sambil Facebook-an
>To: "ayahbunda" <ayahbunda-online@ yahoogroups. com>
>Date: Thursday, August 6, 2009, 7:24 AM
>
>
>  
>Dear all, 
>
>Ada artikel bagus nih buat Moms yang suka Facebook-an. 
>
>
>KOMPAS.com - “Ma, itu artinya apa, sih, Ma?” tanya Kevin kepada mamanya seraya 
>menunjuk papan rambu jalan. Sang ibu menjawab enteng, “Nanti, ya, Mama pasang 
>status di Facebook dulu.” Kevin pun hanya terdiam seribu bahasa sambil menatap 
>ibunya dengan sabar. Sepenggalan dialog ibu dan anak ini ditemui Kompas.com 
>ketika jalan-jalan dengan kerabat. Pernah mendapati pengalaman serupa ini?
>Demam Blackberry, atau ponsel-ponsel yang sudah bisa terhubung dengan 
>internet, plus biaya konektivitas yang kian murah mendorong kita semua untuk 
>lebih sering terhubung ke internet. Tak ada yang menyangkal akan banyaknya 
>manfaat yang didapat dari internet. Tetapi tak sedikit pula nilai negatifnya.
>Memang, saat ini sudah banyak ibu atau orangtua yang bekerja di rumah demi 
>bisa menjaga anak. Namun, ketika di rumah tapi masih terhubung
> dengan internet 24 jam, sementara si kecil merasa diacuhkan, apa gunanya? 
> Terlebih, jika waktu untuk bersama anak pun sangat sedikit, karena jadual 
> sekolah atau les si kecil yang memotong waktu untuk bersama orangtuanya.
>Rosanne Tobey, direktur Calm and Sense Therapy, sebuah layanan konseling, 
>mengatakan, “Saya rasa setiap ibu atau orangtua yang menjaga anaknya harus 
>jujur menanyakan kepada dirinya, ‘Seberapa penting saya harus menjawab pesan 
>ini?’” Apakah pesan-pesan atau status Facebook harus diubah saat ini juga atau 
>bisa menunggu?
>Ada beberapa hari, ketika ada e-mail, atau telepon, atau pesan singkat yang 
>tak bisa menunggu. Namun, Anda harus menanyakan pada diri sendiri, apakah 
>setiap Anda sedang bersama si kecil, Anda benar-benar berkonsentrasi dengannya 
>dan fokus untuk bersamanya? Berikut adalah beberapa tips untuk membedakan 
>waktu kerja dan waktu sebagai orangtua:
>Usahakan jangan multitasking
>Tak ada orang
> yang bisa berkonsentrasi berkirim e-mail sambil mengurus anak. Jika Anda 
> memang harus menjawab e-mail, beritahu si anak bahwa Anda harus menjawab 
> e-mail penting sebentar. Jangan biarkan si kecil harus menunggu lama atau 
> merasa diabaikan dan kecewa karena menunggu lama.
>Buat batasan
>Jika Anda sedang bersama anak, buatlah batasan pekerjaan. Ciptakan batasan 
>pada diri sendiri, bahwa Anda akan terhubung dengan internet di jam-jam 
>tertentu. Misal, ketika si kecil sudah tertidur atau sedang bermain. Jika Anda 
>tak tega meninggalkan e-mail tak terjawab, Anda bisa buat auto-response, 
>mengatakan bahwa Anda sedang tidak bisa menjawab e-mail segera, tapi akan 
>menjawab e-mail setelah pukul 19.30.
>Latihan
>Jika Anda terbiasa merespons status Facebook teman Anda setiap kali ada yang 
>mengganti, ubah deringnya jadi silent. Biasakan untuk tidak terlalu sering 
>menjawab status orang. Diperlukan latihan dan
> disiplin untuk tidak ketergantungan kepada ponsel. Biarkan ponsel selama 
> beberapa jam tak tersentuh. Biarkan Anda mendapati diri tidak lagi harus 
> mencek Facebook atau e-mail setiap saat. Fokuslah kepada waktu berkualitas.
>Intinya, sepenting apakah e-mail atau status Facebook ketika Anda sedang 
>bersama buah hati Anda? Terus melakukan hal semacam ini dan mengacuhkan si 
>kecil karena status Facebook, bisa jadi sangat berat untuk dihadapi si kecil. 
>Sangat tidak adil untuk ada di samping anak Anda, tapi Anda tidak fokus 
>bersamanya.
>Sumber: Http://perempuan. kompas.com
>
>
>Cheers, 
>
>Http://tokokaka. com
>
>
>________________________________
 >Party with Buddy! Bling out your Messenger with free winks emoticons. Click 
 >here  

   


      Selalu bersama teman-teman di Yahoo! Messenger. Tambahkan mereka dari 
email atau jaringan sosial Anda sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/invite/

Kirim email ke