Dear moms & dads, saya bekerja di salah satu bank swasta di jakarta di bagian risk management pada kartu kredit. Saya mau kasih beberapa tips sederhana untuk menghindari penipuan khususnya pada kartu kredit.
1. perlakukan kartu kredit anda sebagai uang cash. Amankan dari segi fisik maupun data pada kartu seperti no.kartu, nama, exp card dan CVV number (3 nomor di belakang kartu). 2. Jangan pernah menyebutkan data2 kartu kepada siapapun juga. Pihak bank tidak pernah menanyakan hal tsb. (kecuali bila anda menghubungi call center) 3. Jangan gampang percaya dengan telp yang mengatakan anda dapat hadiah atau penawaran khusus. Remember there's no free lunch!. 'Mereka' biasanya mengatasnamakan Visa atau Mastercard atau bank anda. 4. Bila anda ragu, hentikan pembicaraan. Matikan telpon. Jangan biarkan mereka terus bicara. Segera hubungi call center bank penerbit kartu kredit anda untuk menanyakan benar tidaknya penawaran tersebut. 5. Untuk lebih amannya, anda bisa minta call center bank anda untuk memblokir kartu anda dan mencetak kartu pengganti. sekedar informasi, voucher2 tsb tidak bisa digunakan dihotel atau diairline sesuai penawaran mereka. Mohon sebarkan ke milis lain. Kesimpulan saya, 'bisnis' ini bisa berkembang di Indonesia karena orang indonesia mudah tergiur dengan kata2 gratis. So, be carefull moms & dads. Ardi Daddynya Naura.. --- In [email protected], Eunike Fanny <fanny_eun...@...> wrote: > > Dear All, > Saya menulis ini sebagai informasi saja,supaya para pembaca milis tidak ada > yang mengalami hal ini. > Terutama para moms yang sangat senang pastinya jika diberitahukan dapat > diskon belanja ataupun hadiah. > Ceritanya begini, dalam seminggu ini saya dan 2 teman saya (bisa pas banget > alami kejadian yang mirip) mengalami hal2 yang aneh,yang paling menyakitkan > yang saya alami karena saya sampe kena caci makian. Teman saya yang pertama > ditelpon oleh seseorang yang mengaku dari pihak visa/mastercard yang > menayakan tentang no telpon kantor suaminya. Teman saya ini bilang saya tidak > tahu karena klo berkomunikasi ke suaminya selalu via hp,tidak pernah ke > telpon kantor. Teman saya bilang klo emang dari pihak visa/mastercard pasti > kan udah ada data no hp suami saya,buat apa telpon kantornya yang memang dia > tidak tahu. Orang yang telpon kesal dan bilang gimana seh suami sendiri ga > tau no telpon kantornya? Dan dia langsung menutup telponnyaâ¦(orang yang > aneh,pikir teman saya ini). > Teman saya yang kedua,ditelpon (mungkin dari pihak yang sama juga) > memberitahukan bahwa dia mendapat 3 voucher Free,yang terdiri dari 2 Voucher > menginap gratis  hotel di Bali (bintang 4) silakan memilih boleh hotel > manapun,dan 1 vouchernya lagi tiket pesawat gratis (bole penerbangan manapun > kecuali Air Asia karena Air Asia punya program sendiri dengan HSBC) gitu kata > si penelpon..Teman saya yang ini emang orangnya seneng banget dibilang > Voucher Free,emang orangnya juga senang traveling.. > Dia tidak curiga,sehingga menanggapinya. Nah untuk Voucher ini dikirim kami > harus ada bukti kepada system kalo ibu memang pemegang visa/mastercard. So > ibu tolong sebutkan aja 16 digit kartu kredit ibu terserah aja dari bank > manapun boleh (yang penting ada logo visa/Mastercard).ini Cuma validasi doang > kok kan ga digesek,jadi ibu ga perlu khawatir akan kena tagihan..Teman saya > pun ok dan memberikan 16 digit salah satu kartu kreditnyaâ¦ampun2 dâ¦tapi > memang Tuhan baik banget,dia melindungi teman saya banget..16digit kartu > kredit yang dia sebut adalah kartu kredit tambahan dari kakaknya.yang > kebetulan kakaknya memang lagi banyak pemakaian,so limitnya sepertinya ga > cukup buat dipake org tersebut deh..kakaknya ditelpon pihak bank katanya > bahwa kartunya sudah batas limit,jadi jangan digunakan dlu sampe ada > payment.kakaknya tanya2 ama pihak bank tersebut memang ada apa?pihak bank > bercerita klo kartu tambahan beliau sudah dicoba transaksi yang cukup besar > berkali-kali tapi gagal karena limit ga cukup dan dengan bantuan pihak bank > kakaknya memblokir kartu kredit tersebut..jadi selamet d dari penipuan > tersebut. > Dan saya mengalaminya kemarin siang. Kemarin malam kami emang ada janjian > ketemu dan cerita2 dan kaget aja dengan yang kami bertiga alami,mirip.. > Oiya saya certain dlu ya kejadian saya..Jam 1 siang saya ditelpon, penelpon > mengaku dari PT. Paradise dia ingin mengkonfirmasi apakah saya telah menerima > kartu diskon dan 3 buah voucher?yang mereka kirimkan? Saya jelas aja > bingung,ga ngerti banget dengan apa yang dibicarakan.trus dia menjelaskan > dari pihak visa/mastercard tapi bukan dari pihak bank,kami berdiri > sendiri.dia menjelaskan klo kartu diskon itu berlaku membership 5 > tahun,diskon yang didapat itu antara 20 %- 65 % belanja apapun,di manapun dan > kartu ini bisa dipindahtangankan karena tidak ada nama yang tercetak karena > berfungsi sebagai kartu diskon yang hanya ditunjukan saja pada saat belanja. > Saya seh udah curiga dari awal,langsung saya tanya iurannya pertahun > berapa?dia bilang kita free ga ada iuran tahunan karena bukan sepeti kartu > kredit(dalam hati saya ah boong bgt neh) tapi saya dengerin aja dlu > penjelasan dia dan 3 free voucher yang didapat sama persis detailnya dengan > yang teman saya > kedua alami..(tapi kan saya blom tau cerita temn saya yang kedua) trus dia > tanya apakah ibu sudah mengerti?saya jawab iya udah,ok kami akan segera > mengirimkan kartu dan voucher ibu,besok ibu bisa menerimanya (dalam hati tadi > pas awal telpon dia bilang ud ngirim,pengen konfirmasi aku dah trma apa > belum) saya iya2 aja.trus dia bilang ok ini dikonfirm atas nama ibu ya,maka > ibu hanya perlu membayar Rp. 1.999.900,- yang bisa ibu bayarkan melalui salah > satu kartu kredit ibu,berlaku diskonnya 5 tahun dan ibu bisa sebutkan saja no > kartu kreditnya,pihak kami akan mendebetnya.saya langsung ngomong lah tadi > bilangnya gratis,dia ngotot iya gratis kok ini Cuma buat admin ibu saja kan > murah 5 tahun diskon apapun up to 65 %,ibu mikir aja coba kalo dihitung2 kan > untung(dia berdebat gtu,galak bgt) saya kesal langsung saya teriak TIDAK.. > TIDAK MAU..KAMU GA NGERTI SAYA BILANG TIDAK.. Dan saya sungguh kaget,dia > menjawab saya ANJING LU BANGSATâ¦(maaf kasar,ya ini > sebenarnya yang saya alami dan sampai hari ini saya menulis ini saya masih > kesal banget) Maaf panjang banget,tapi ada kesimpulan dari kami bertiga yaitu > : > 1.      Mereka memang hanya menghubungi ke telpon rumah (agar > identitas no mereka tidak diketahui )makanya kepada teman saya pertama > pihaknya ngotot banget minta no telpon kantor.klo telpon ke hp kan bisa > terlihat no mereka. Kebetulan di rumah saya telpon rumahnya terhubung caller > ID sehingga saya bisa tahu no mereka..( 021-7278 9541) > 2.      Mereka sangat meyakinkan dalam menjelaskan sampe teman saya > yang kedua saja ga curiga (3 voucher yang disebutkan sama persis dengan yang > saya juga dijelaskan) > 3.      Dengan 16 digit no kartu kredit mereka pasti gunakan untuk > hal2 yang tidak-tidak..yang telpon saya mungkin stress ga dapat orang yang > ketipu dan saya teriak tidak ..tidak smpe dia mencaci maki saya.. > Kemarin malam kami bertemu,kami cerita apa yang kami alami,dan kami kaget wah > kok mirip banget kejadiannya dan kami sangat yakin ini pihak yang > sama..untung Tuhan masih melindungi kami sehingga kami tidak tertipu satu sen > pun... > Demikian dari saya,semoga dengan sharing saya ini teman2 semua  tidak akan > menjadi korban mereka..Amin.. >  > Salam, > Fanny > > > Apakah wajar artis ikut Pemilu? Temukan jawabannya di Yahoo! Answers. > http://id.answers.yahoo.com >
