Subsidi Orang Miskin

    -- Semakin banyak perusahaan yang melakukan PHK, akan semakin
banyak lagi pengangguran dan itu berarti jumlah orang miskin akan
makin bertambah.

PEMERINTAH merencanakan untuk memberikan subsidi kepada 15,5 juta
kepala keluarga masing-masing Rp 100.000,00 per kepala keluarga setiap
bulannya. Dana yang akan dinikmati oleh 62 juta rakyat miskin itu
merupakan kompensasi dari kenaikan bahan bakar minyak (BBM) yang akan
segera diberlakukan oleh pemerintah dalam waktu dekat ini. Recananya,
subsidi diberikan sebelum harga BBM dinaikkan.

Program pemberian subsidi itu, tujuannya untuk memberikan bantuan
terhadap masyarakat yang akan menerima beban paling berat jika harga
BBM dinaikkan. Subsidi itu akan diberikan setiap tiga bulan sekali.
Mereka yang mendapat subsidi itu adalah keluarga miskin dengan tiga
kategori, yakni yang berpenghasilan antara Rp 120.000,00, Rp
150.000,00, dan Rp 175.000,00 setiap bulannya.

Bantuan itu, seperti diungkapkan Menteri Komunikasi dan Informasi
(Menkominfo) Sofyan Djalil, akan ditransfer kepada rakyat miskin.
Pengategorian rakyat miskin itu kini sedang dilakukan oleh Badan Pusat
Statistik (BPS). Setelah didata, rakyat miskin calon penerima subsidi
itu akan diberi kartu tanda miskin.

Mekanisme penyalurannya dilakukan melalui kantor-kantor unit BRI yang
tersebar hingga kelurahan dan pembayarannya akan dilaksanakan oleh
jaringan PT Pos dan Giro. Untuk mencairkan dana itu, penerima subsidi
wajib menunjukkan kartu tanda miskin yang akan dikeluarkan BPS bersama
pemerintah daerah setempat.

Kebijakan itu tentu akan disambut gembira oleh keluarga miskin. Dengan
subsidi itu, mereka tidak akan terlalu merasakan beban berat lagi
ketika harga BBM nanti dinaikkan yang selalu diikuti kenaikan
harga-harga bahan pokok, kenaikan ongkos transportasi, dan kenaikan
barang lainnya. Namun, sejumlah pengamat menilai kebijakan itu belum
bisa efektif dan bukan merupakan solusi atas permasalahan selama ini.

Bahkan Sekjen Departemen Sosial, Rohadi menilai, pemberian subsidi itu
tidak tepat. Seharusnya, anggaran sebesar itu bisa digunakan untuk
pemberdayaan masyarakat miskin melalui kegiatan usaha. Menurutnya,
bantuan untuk masyarakat miskin seharusnya diarahkan untuk
membangkitkan motivasi. Jika bantuan diberikan secara "gratis",
dikhawatirkan motivasi hidup mereka akan rendah, sehingga masalah
kemiskinan tidak akan pernah tuntas.

Bahkan pemberian subsidi itu pun hanya bisa menolong untuk jangka
pendek. Dan kalau subsidi harus terus diberikan dalam jangka panjang,
akan banyak membebani keuangan negara. Karena itu, pemerintah pun
harus segera bisa menggairahkan kembali sektor perekonomian kita yang
sudah melemah, sehingga banyak lagi angkatan kerja yang terserap dan
semakin sedikit orang yang menganggur dan mengurangi angka kemiskinan.
Semakin sedikit orang miskin, berarti subsidi yang harus dikeluarkan
pemerintah pun akan semakin kecil, atau bisa saja dihentikan.

Sektor industri yang bisa menyerap lapangan kerja dan mengurangi
pengangguran, kini dalam keadaan limbung dan nyaris kolaps. Jika
industri tidak dibantu, dikhawatirkan akan banyak yang gulung tikar
yang akan berdampak pada semakin tingginya angka pengangguran dan itu
berarti akan menambah angka kemiskinan.

Ada baiknya pemerintah, seperti disarankan dosen Fakultas Ekonomi
Universitas Padjadjaran Rina Indiastuti dan Pengurus Ikatan Sarjana
Ekonomi Indonesia (ISEI) Bandung Coki Ahmad Syahwier, menyiasati agar
tidak terlalu banyak industri yang bangkrut. Sebab, jika industri dan
pelaku ekonomi lainnya tidak ditolong, akan semakin banyak lagi
pengangguran.

Selain karena kenaikan BBM, para pengusaha semakin merasakan beban
berat akibat naiknya tarif listrik. Juga naiknya nilai tukar dolar AS
terhadap rupiah, dan kenaikan tingkat suku bunga, membuat semakin
sesak dirasakan mereka. Karena itu, mungkin mengurangi jumlah karyawan
atau PHK dan rasionalisasi karyawan tanpaknya tidak bisa dihindarkan
oleh perusahaan-perusahaan yang sedang mengalami tekanan itu.

Jika semakin banyak perusahaan yang melakukan PHK, akan semakin banyak
pengangguran dan itu berarti jumlah orang miskin akan bertambah.
Dampaknya akan semakin luas lagi. Semakin banyak rakyat miskin akan
semakin besar pula subsidi yang harus dikeluarkan pemerintah untuk
membantu rakyat miskin itu. Padahal, keuangan pemerintah saat ini juga
tengah dalam kondisi berat.***




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/ons1pC/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/

[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke