Kang RH,
Leres di AU nuju ngawitan spring ti ping hiji Sep janten tos ngawitang ngambeu
kesang, ceuk sim kuring mah NL mah langkung tiis batan di AU. Ari di sekitar
kotana mah teu aya salju, paling di luar kota anu rada luhur mah sami sareng di
Alpen.
Rahman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Kumaha di NL, tos ngawitan tiis panginten?
Kang DD,
Muhun Kang, tos mimiti maju ka usum tiis. Tatangkalan
tos mulai ngarangrangan... jalan2 barala ku
dangdaunan.
Ari di AU mah mulai manasan meureun nya. Kumaha tiis
na ari di Melbourne? Sok saljuan tara? Di NL mah
langka 'hujan kapuk'teh... Lamun kabeneran turun, soga
aya pesta nasional bae he he he...
Merhatikeun kaayaan lembur urang, rada was2 kuring mah
Kang.
Kualitas Hidup dalam Bayang Penurunan
Oleh: BE Satrio dan Bambang Setiawan
Situasi perekonomian nasional yang memburuk
akhir-akhir ini, ditandai dengan merosotnya nilai
rupiah dan bayang-bayang kenaikan harga BBM dalam
waktu dekat, tampaknya mulai memengaruhi pola
penyikapan sebagian masyarakat. Dibandingkan dengan
tahun sebelumnya, kekhawatiran akan menurunnya
kualitas hidup mereka dalam beberapa persoalan mulai
dirasakan.
Sebenarnya, dalam beberapa persoalan optimisme publik
akan terjadinya perbaikan kondisi dan kualitas hidup
mereka di masa mendatang masih cukup tinggi. Namun,
keyakinan ini seakan tak mampu menghapus bayang-bayang
suram yang mereka hadapi dalam realitas kehidupan saat
ini. Di bandingkan dengan tahun sebelumnya, terjadi
pergeseran dalam penilaian terhadap beberapa komponen
kualitas kehidupan, yaitu kecenderungan meningkatnya
ketidakmampuan dalam memenuhi kebutuhan hidup yang
dirasakan makin tinggi.
Demikian pula, sebagaimana yang terekam dalam jajak
pendapat kali ini, meskipun saat ini perhatian
pemerintah terhadap peningkatan kesejahteraan
masyarakat dirasakan lebih besar oleh publik, hal itu
belum mampu menahan ancaman penurunan kualitas
kehidupan masyarakat. Fenomena semacam ini terungkap
setelah membandingkan hasil jajak pendapat Kompas saat
ini dengan hasil jajak pendapat tahun 2003. Jajak
pendapat yang menelisik beberapa indikator penting
kehidupan masyarakat mulai dari ekonomi, politik,
hingga sosial ini mencoba mendapatkan gambaran tentang
penilaian publik terhadap kualitas kehidupan mereka
saat ini.
Dalam jajak pendapat ini, 40,5 persen responden yang
merasa bahwa perhatian yang diberikan negara kepada
mereka saat ini dirasakan lebih baik, atau meningkat 7
persen dibandingkan dengan saat pemerintahan
sebelumnya. Akan tetapi, perhatian pemerintah yang
cukup besar ternyata belum mampu berperan banyak dalam
mengatasi sejumlah kesulitan yang dihadapi oleh warga
bangsa saat ini. Beberapa hal memang dirasakan
membaik, namun memburuknya situasi ekonomi nasional
saat ini dan ancaman semakin beratnya kondisi lantaran
akan terjadinya kenaikan harga BBM, membuat beban yang
dirasakan kian bertumpuk.
Dari sisi perekonomian keluarga, misalnya,
dibandingkan dengan tahun sebelumnya, sebanyak 38,4
persen responden menyatakan pendapatan keluarga mereka
relatif lebih baik. Sementara di sisi lain, sebanyak
32,4 persen responden menyatakan pendapatan mereka
tahun ini menjadi lebih buruk. Namun, jumlah responden
yang mengatakan bahwa pendapatan mereka lebih buruk
ternyata meningkat cukup signifikan, lebih dari 11
persen dibandingkan dengan tahun 2003. Sebaliknya,
responden yang merasa penghasilannya saat ini lebih
baik menurun 10 persen dibandingkan dengan dua tahun
lalu.
Hal yang sama juga terjadi dalam persoalan daya beli
masyarakat dan berbagai perilaku ekonomi lain yang
mereka lakukan, seperti tindakan berinvestasi dalam
bentuk tabungan. Tidak kurang dari 31,9 persen
responden mengklaim bahwa daya beli mereka kini
memburuk. Jumlah ini meningkat sekitar 10 persen bila
dibandingkan dengan tahun 2003. Dalam hal menabung
juga terjadi pergeseran sekitar 11 persen ke arah
memburuk. Pengeluaran yang semakin besar akibat kian
mahalnya harga barang-barang konsumsi rupanya mulai
memengaruhi perilaku ekonomi mereka.
Ancaman makin memburuknya perekonomian nasional juga
termanifestasikan dalam upaya pencarian lapangan
kerja. Saat ini, bahkan, mayoritas (58,6 persen)
responden merasakan kian sulitnya mencari pekerjaan.
Jumlah ini meningkat drastis dibandingkan dengan yang
mereka rasakan pada tahun-tahun sebelumnya. Tahun
2003, misalnya, keluhan masih sulitnya mencari
pekerjaan formal hanya dirasakan oleh 35,9 persen.
Tentu saja, persoalan ekonomi bukan satu-satunya
indikator untuk melihat kualitas hidup membaik atau
memburuknya kualitas hidup yang dipersepsikan
responden. Dalam jajak pendapat ini berbagai persoalan
lain justru memberikan nuansa yang berbeda. Satu
bidang kehidupan yang dirasakan semakin positif oleh
publik adalah terciptanya keadilan hukum yang saat ini
dirasakan lebih baik daripada yang mereka rasakan pada
tahun sebelumnya, bahkan dibandingkan dengan tahun
2003. Terjadi peningkatan sebesar 11 persen dari 26,9
persen responden yang sebelumnya merasa bahwa keadilan
hukum membaik. Hal ini menjadi indikasi bahwa
penegakan hukum yang diupayakan selama ini mulai
mendapat kesan yang positif.
Namun, berbeda dengan bidang hukum yang meningkat
apresiasi positifnya, kecenderungan stagnan terlihat
dalam bidang politik. Meskipun dipersepsikan responden
masih relatif baik, nyaris tidak ada pergeseran yang
berarti dalam hal kebebasan masyarakat dalam
menyuarakan pendapat. Stagnasi juga terjadi dalam
indikator keamanan yang dirasakan masyarakat. Malah,
kecenderungan penurunan justru ditunjukkan dalam
kehidupan sosial politik saat ini seperti kehidupan
beragama dan penanganan konflik sosial saat ini. Dalam
kehidupan beragama, pada tahun 2003, misalnya, terekam
72,3 persen memuji membaiknya kehidupan beragama,
tetapi kini menurun menjadi 63,2 persen. Indikasi ini
cukup memperlihatkan terjadinya kekhawatiran yang kian
besar dari masyarakat akan ancaman kian meluasnya
ketegangan antarumat beragama saat ini.
Meskipun aksi teror bom dan konflik terbuka antarumat
beragama seperti di Ambon telah reda, penutupan
sejumlah rumah ibadah di beberapa tempat, bisa jadi,
menjadi pemicu ketegangan baru yang menurunkan
kualitas kehidupan beragama yang dipersepsikan
responden.
Demikian pula sejumlah ketegangan sosial sebagaimana
yang muncul dalam wacana pemberitaan akhir-akhir ini,
memberikan indikasi ancaman penurunan kepercayaan akan
harmonisnya kehidupan sosial saat ini. Kasus Aceh,
Papua, dan ketegangan pascapemilihan kepala daerah
yang menyulut konflik sosial, sangat mungkin
menjadikan nuansa kehidupan yang harmonis terganggu.
Jika pada tahun 2003 mereka yang beranggapan bahwa
kehidupan sosial di masyarakat semakin baik berjumlah
66,9 persen, kini sedikit menurun menjadi 60,3 persen.
(Litbang Kompas)
Baktos,
Rahman, Wassenaar/NL
______________________________________________________
Yahoo! for Good
Donate to the Hurricane Katrina relief effort.
http://store.yahoo.com/redcross-donate3/
http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/
[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]
SPONSORED LINKS
Spanish language and culture Indonesian languages Sunda Indonesian language
learn
---------------------------------
YAHOO! GROUPS LINKS
Visit your group "Baraya_Sunda" on the web.
To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
---------------------------------
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Give at-risk students the materials they need to succeed at DonorsChoose.org!
http://us.click.yahoo.com/Ryu7JD/LpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/
[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/