Solihin G.P., ”Kalau Perlu Pakai Jalur Hukum”
Stop Galian di Tampomas

SUMEDANG, (PR).-
Ketua Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Tatar
Sunda (DPKLTS), Solihin G.P., mendukung perjuangan
masyarakat Desa Cibeureum Wetan, untuk menutup atau
menghentikan semua aktivitas galian C di kaki Gunung
Tampomas.

"Jika perlu, DPKLTS akan menempuh jalur hukum menuntut
pihak-pihak yang terlibat dalam perusakan lingkungan
tersebut," ujar mantan Gubernur Jawa Barat itu, Rabu
(21/9).

Solihin yang juga dikenal sebagai pemrakarsa Gerakan
Gandrung Tatangkalan (Rakgantang) hadir di Sumedang
untuk mengikuti dialog dengan masyarakat Desa
Cibeureum Wetan, Kecamatan Cimalaka. Dialog itu
dihadiri dewan pakar dan jajaran pengurus DPKLTS, di
antaranya Dr. Ir. Mubiar Purwasasmita, S. Sobirin, dan
Kadangka Wijaya.

"Aktivitas galian pasir di Gunung Tampomas, sudah
masuk pada titik yang sudah tidak bisa lagi
ditoleransi. Wajar jika masyarakat melakukan
demonstrasi. Kami mendukung perjuangan masyarakat itu,
sampai aktivitas penggalian berhenti di seluruh
kawasan Tampomas," tegas Solihin.

Berdasarkan pengamatan DPKLTS, luas kerusakan
lingkungan di kawasan Tampomas akibat galian pasir
saat ini sudah mencapai lebih dari 300 hektare.
Menurut Solihin, masyarakat jangan takut bergerak
menutup aktivitas galian C di kaki gunung tersebut.
Apalagi, jika Pemda Sumedang tidak melakukan upaya
penghentian.

"Itu backhoe (alat berat di lokasi-lokasi galian
pasir), turunkan saja oleh rakyat. Rapatkan barisan,
kobarkan semangat. Tapi, usahakan jangan sampai
anarkis," kata Solihin, disambut riuh tepuk tangan dan
sorak kegirangan ratusan masyarakat.

Solihin mengungkapkan, ketika dirinya menjabat
Gubernur Jabar, kawasan Tampomas merupakan lahan yang
hijau ditumbuhi hutan lebat serta areal pertanian
penduduk yang subur. Kondisi lingkungan seperti itu,
semakin tergeser dan hampir terpupus oleh berbagai
aktivitas galian C. "Masa Bupati Sumedang tidak
mengetahui penyebab rusaknya lingkungan serta cara
mengatasi rusaknya lingkungan di Gunung Tampomas ini.
Bupati pasti tahu itu," ujarnya.

Jika pasir di kaki Tampomas dinilai berpotensi untuk
ekonomi masyarakat, lanjutnya, aktivitas galian bisa
saja dilanjutkan. Dengan syarat, penggalian dilakukan
dengan tata cara dan alat-alat tradisional,
dilaksanakan oleh masyarakat di bawah pengelolaan
koperasi rakyat, disertai adanya rehabilitasi yang
pasti terhadap lahan bekas galian. .(A-91)***

Baktos,

Rahman, Wassenaar/NL


        
                
______________________________________________________ 
Yahoo! for Good 
Donate to the Hurricane Katrina relief effort. 
http://store.yahoo.com/redcross-donate3/ 



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
DonorsChoose.org helps at-risk students succeed. Fund a student project today!
http://us.click.yahoo.com/O4u7KD/FpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/

[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke