Baraya,
Ari nenek moyang urang Sunda siga kumaha nya? Patani lain, pelaut oge
lain... naon atuh nya?
Di Leiden, oge loba pisan gambar2 dinding make tulisan Bugis (duka
nyutat tina naon, da teu bisa macana oge).
baktos,
rh
Nenek Moyang Orang Bugis Ternyata Bukan Pelaut
Makassar, Rabu
Kirim Teman | Print Artikel
Berbagai literatur yang menyatakan bahwa nenek moyang masyarakat Bugis
di Sulawesi Selatan adalah pelaut ternyata keliru, sebab sesunggunya
adalah petani.
Menurut Prof Dr Christian Pelras Antropolog dari Universite de Sorbone
Paris, di Makassar, Rabu, selama ini banyak informasi yang beredar
tentang masyarakat Bugis yang keliru, termasuk di antaranya bahwa
nenek moyang mereka adalah pelaut, bahwa orang Bugis memang berhasil
menyeberangi Samudera Hindia sampai ke Madagaskar dan bahwa orang
Bugis adalah pelaut paling ulung yang ada di wilayah Asia tenggara.
Anggapan ini, menurut Pelras, terutama bersumber dari banyaknya perahu
Bugis pada abad ke-19 yang berlabuh di berbagai wilayah Nusantara,
dari Singapura sampai Papua dan dari bagian selatan Filipina hingga ke
pantai barat laut Australia.
"Padahal nenek moyang orang Bugis sebenarnya adalah petani,"
ungkapnya pada acara "Diskusi Ilmiah dan Pemutaran Film" yang
diselenggarakan oleh Pusat Studi Pariswisata dan Kebudayaan Divisi
Sosial dan Humaniora Pusat Kegiatan Penelitian Universitas Hasanuddin
Makassar.
Aktivitas maritim orang Bugis, menurut Pelras, sebenarnya barur
berkembang pada abad ke-18. Perahu Pinisi yang terkenal dan dianggap
telah berusia ratusan tahun, bentuk dan model akhirnya sebenarnya baru
ditemukan antara penghujung abad 19 hingga 1930-an. Demikian pula
halnya dengan predikat bajak laut yang diberikan kepada orang Bugis,
sama sekali keliru dan tidak berdasar.
Penulis buku "The Bugis" yang telah diterjemahkan menjadi "Masyarakat
Bugis" ini lebih jauh menuturkan bahwa orang Bugis memiliki berbagai
ciri khas yang sangat menarik. Mereka adalah contoh yang jarang
terdapat di wilayah Nusantara. Mereka mampu mendirikan kerajaan yang
tidak mengandung pengaruh India dan tidak mendirikan kota sebagai
pusat aktivitas mereka.
Orang Bugis juga dinilai memiliki tradisi kesusastraan, baik lisan
maupun tulisan. Berbagai karya sastra tertulis yang berkembang seiring
dengan tradisi lisan hingga kini masih tetap dibaca dan disalin ulang.
Perpaduan antara tradisi lisan dan sastra itu kemudian menghasilkan
salah satu epos sastra terbesar di dunia yakni La galigo yang lebih
panjang dari Mahabarata.
Menyangkut kehidupan masyarakat Bugis, tambah Pelras, interaksi
sehari-hari pada umumnya berdasarkan sistem patron-klien, sistem
kelompok kesetiakawanan antara seorang pemimpin dengan pengikutnya,
yang saling kait mengait dan bersifat menyeluruh. Namun demikian
mereka tetap memiliki kepribadian yang kuat.
"Meskipun orang Bugis merupakan salah satu suku di Nusantara yang
memiliki sistem hierarkis paling rumit dan tampak kaku, akan tetapi
pada sisi lain prestise dan hasrat berkompetisi untuk mencapai
kedudukan sosial tinggi, baik melalui jabatan maupun kekayaan tetap
merupakan faktor pendorong utama yang menggerakkan roda kehidupan
sosial kemasyarakatan mereka," ujarnya.
Mungkin dengan ciri khas yang salin berlawanan itulah, sehingga yang
membuat orang Bugis memiliki mobilitas sangat tinggi serta
memungkinkan mereka menjadi perantau.
"Tak pelak lagi kemampuan mereka untuk berubah dan menyesuaikan diri
merupakan modal terbesar yang memungkinkan mereka dapat bertahan
dimana-mana selama berabad-abad, dan walau mereka terus menyesuaikan
diri dengan keadaan sekitarnya, orang Bugis ternyata tetap mampu
mempertahankan identitas 'kebugisan' mereka'," ungkap peneliti yang
pernah lama menetap di Sulsel ini.
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/ons1pC/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/
[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/