Puasa dan Iklanisasi Spiritual Jabir Alfaruqi
Berpuasa tidak ada kaitannya dengan iklan karena dunianya memang berbeda. Namun karena kepentingan yang sama, keduanya bisa bertemu. Di bulan puasa banyak orang ingin dipublikasikan kesalehannya. Sebaliknya, media memerlukan berita yang memiliki daya jual sesuai kebutuhan konsumennya. Secara prinsip puasa menganjurkan pelakunya belajar merahasiakan amal, tulus, dan tidak sukaria (mempertontonkan) kebajikan pada orang lain. Berpuasa berarti melakukan hijrah rohaniah dari yang serbaduniawi menuju yang surgawi. Hakikat puasa mengajarkan manusia lebih detail merenungi dan menemukan jati diri agar lebih dalam mengenal Tuhannya. Demi tujuan itu, manusia lebih sibuk ber-muhasabah (koreksi diri), tidak perlu menonjolkan amal kebajikan pada orang lain, mengurusi bagaimana ibadah orang lain apalagi ibadah agama lain. Proses introspeksi diri dan rekonstruksi mental spiritual secara revolusioner dilakukan. Bila ini bisa dilaksanakan, puasa akan mengantar manusia menjadi sempurna. Manusia yang memiliki prinsip, kepribadian, weruh dununging urip (tahu hakikat kehidupan) tidak mudah anut grubyuk seperti buih. Namun, banyak kaum Muslim latah dalam berpuasa. Puasa yang sakral disederhanakan menjadi ibadah profan yang sarat kepentingan duniawi. Kegiatan Ramadhan dijadikan media sosialisasi, show of force, pamer kebaikan, bahkan dijadikan kamuflase untuk mengelabui publik. Saleh sesaat Sesuai fungsinya, media massa bisa menghadirkan dan mengubah citra seseorang dalam waktu sesaat. Dalam konteks seperti ini, kelompok kepentingan dengan media massa dalam momen Ramadhan bertemu untuk menghadirkan kesalehan manusia secara instan. Sebab media bisa menciptakan tokoh atau figur rekaan, bukan yang sebenarnya. Maka tidak aneh jika tiba-tiba koruptor bisa bercitra diri menjadi dermawan, orang yang tidak bisa mengaji, tidak fasih Islam bisa jadi ustadz dan dai kondang. Politisi yang sering memanipulasi kepentingan rakyat, menjadi pembela rakyat. Ini semua tidak lepas dari peran media yang menyulap situasi dan kondisi. Bukan hanya masyarakat, media juga bisa menyulap seseorang menjadi baik atau jelek. Kedahsyatan daya cipta media dimanfaatkan dengan baik oleh mereka yang ingin mengubah citra diri secara cepat dan gampang. Orang mau beramal, rajin shalat karena ingin ditayangkan di televisi, ditulis besar-besar di koran. Artis yang tidak pernah menutup aurat secara benar mendadak mau berjilbab karena akan ditampilkan sebagai sosok yang taat beragama. Para pejabat mau bertarawih keliling dan berbuka bersama karena ingin dianggap pejabat yang saleh. Iklanisasi spiritual Dengan kata lain, puasa telah dijadikan momen untuk iklanisasi kegiatan spiritual bagi proses penyucian dan pencitraan diri seseorang. Ada kesan semakin gencar diiklankan, semakin besar dan tinggi tingkat kesalehannya. Peluang ini tidak disia-siakan media untuk menyajikan kegiatan keagamaan dalam bentuk ekstra. Memang puasa adalah bulan penuh berkah dan puncak penyucian diri. Tetapi pertobatan itu hanya demi mencari ridho Allah bukan ridho manusia. Fakta yang ada, orang kian mabuk mencari ridho manusia daripada ridho Allah. Kesibukan mencari ridho manusia terbukti dengan kecenderungan suka memublikasikan amal saleh. Padahal jika manusia ingin mencari ridho Allah ibarat tangan kanan memberi, tangan kiri tidak tahu. Orang berdoa, jika bisa, jangan sampai telinga sendiri mendengar. Menolong orang, jika mungkin matanya sendiri tidak melihat. Orang takut disebut saleh meski dirinya saleh sebab kebanggaan akan sebutan itu bisa menurunkan derajat ketakwaannya. Bagaimana dengan amal yang selalu ingin dipublikasikan dan diketahui orang lain? Tipe manusia yang mencari ridho Allah akan merahasiakan amal baiknya. Kegiatan-kegiatan spiritual di bulan puasa akan dilakukan sembunyi-sembunyi. Membaca Al Quran dilakukan pelan-pelan, penuh penghayatan makna. Nurani yang diajak membaca, bukan mulut yang disalurkan lewat pengeras suara. Bagaimana Allah mau menerima ibadah jika pelaksanaannya mengganggu ketenteraman dan ketenangan orang lain? Jabir Alfaruqi Direktur Lembaga Studi Agama dan Pembangunan (LSAP) Jawa Tengah, Pegiat Sufistik Islam Kuno http://www.kompas.com/kompas-cetak/0510/10/opini/2110304.htm Baktos, Rahman, Wassenaar/NL __________________________________ Yahoo! Mail - PC Magazine Editors' Choice 2005 http://mail.yahoo.com ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital. http://us.click.yahoo.com/ons1pC/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/ [Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
