Terkuak, Wujud Superkomputer Purba

LONDON, KAMIS--Jangan bayangkan seperti superkomputer yang tersusun
dari ratusan mesin berprosesor yang saling terhubung. Tapi
superkomputer purba di sini menggambarkan alat yang cara kerjanya
sangat kompleks di jamannya, jauh dari perkiraan para ilmuwan.

Jauh sebelum kalkulator dan komputer analog dikembangkan, pelaut Eropa
telah mengenal alat hitung yang memiliki cara kerja sangat kompleks.
Alat yang diperkirakan dibuat sekitar dua abad Sebelum Masehi ini,
sepertinya dipakai untuk menghitung informasi astronomi secara akurat.

Meski telah ditemukan sejak 1902, fungsi alat yang disebut Mesin
Antikythera (Antikythera Mechanism) tersebut masih menjadi misteri.
Saat ditemukan dari sebuah kapal Romawi Kuno yang karam di Pulau
Antikythera, Yunani, arkeolog Valerios Stains melihat roda-roda
bergigi di antara serpihan artefak lainnya.

Setelah dikumpulkan, terdapat 82 pecahan yang mengandung 30 roda
bergigi buatan tangan dari bahan perunggu. Pecahan yang terbesar
mengandung 27 roda bergigi.

Para peneliti yakin alat ini saat masih utuh ditempatkan dalam kotak
kayu dengan dua pintu dan dilengkapi cara menggunakannya. Untuk
memperoleh hasil perhitungan mungkin pemakainya harus memutar engkol.

"Mekanisme kerja alat ini jauh lebih kompleks daripada alat hitung
yang dikembangkan setidaknya 1000 tahun sesudahnya," tulis para
peneliti dalam jurnal Nature edisi terbaru.  Meski demikian asal-usul
dan tujuan pembuat alat ini belum diketahui sampai sekarang.

Planet-planet

Walaupun bentuk rincinya tidak jelas terlihat, peneliti gabungan dari
Inggris, Yunani, dan AS bisa merekonstruksi modelnya menggunakan
tomografi sinar-X. Hasil pemindaian menunjukkan ada angka-angka,
gambar-gambar zodiak, dan kalender Mesir yang tergambar di bagian
tengah struktur utama. Di bagian belakangnya, terdapat informasi yang
sepertinya menggambarkan siklus bulan dan pola gerhana.

Sepertinya, pembuatnya juga telah merancang agar alat ini dapat
memodelkan bidang langit dengan akurat. Misalnya, Bulan pada saat-saat
tertentu bergerak lebih cepat karena rotasinya yang elips sehingga
dibuatlah roda bergigi dengan ukuran berbeda-beda untuk mengaturnya.

Peneliti juga mampu menerjemahkan lebih banyak tulisan yang
menjelaskan mekanisme kerja alat hingga dua kali lipat dari hasil yang
telah dicapai sebelumnya.  Kombinasi angka dan tulisan menunjukkan
bahwa alat ini mungkin juga digunakan untuk menghitung pergerakan
planet-planet.

Sebab, disebutkan pula kata Venus dan stasioner yang cenderung
menjelaskan peradaran planet. Beberapa menduga Mesin Antikythera hanya
menampilkan Venus dan Merkurius, tapi sebagain peneliti yakin juga
dipakai untuk menandai pergerakan planet-planet lainnya.

"Kalau melihatnya, Anda pasti bertopang dagu dan berpikir, gila!
memang cerdas. Ini desain teknis yang brilian," ujar Profesor Mike
Edmunds, profesor astrofisika dari Universitas Cardiff.

Penulis: Wah

Kirim email ke