Diperbaharui pada: 04 Desember, 2006 - Published 09:57 GMT
 
                
Email kepada teman              Versi cetak
Annan bersedih soal situasi Irak
 
        
Kofi Annan
Kofi Annan melepas jabatan saat sejumlah krisis belum terpecahkan
Pembantaian di Irak lebih buruk dari perang saudara, kata Sekjen PBB
Kofi Annan kepada BBC.

Annan, yang akan melepas jabatan sekjen 31 Desember setelah menjabat
selama 10 tahun, mengatakan, kehidupan bagi warga kebanyakan Irak kini
lebih buruk daripada semasa rezim Saddam Hussein berkuasa.

Saat mengungkapkan kesedihannya lantaran tidak bisa mencegah perang,
Annan mendesak negara-negara kawasan dan di luar kawasan agar membantu
Irak.

Namun, Annan mendesak penggantinya, Ban Ki-moon dari Korea Selatan
agar "menggunakan caranya".

        
 PBB mulai pulih, tapi kami belum pulih, PBB belum pulih, dan
akibatnya kami merasakan ketegangan dalam organisasi ini
 
Kofi Annan

Saat diwawancarai oleh Wartawan BBC Lyse Doucet apakah situasi di Irak
bisa digolongkan sebagai perang saudara, Annan menekankan kadar
"pembantaian dan kepahitan" dan cara berbagai kekuatan di Irak kini
melancarkan aksi terhadap satu sama lain.

"Beberapa tahun lalu, ketika kita menghadapi pertikaian di Libanon dan
tempat-tempat lain, kita sebut itu perang saudara. Ini lebih buruk
lagi," katanya.

"Kami menghadapi situasi yang sangat merisaukan di seluruh Timur
Tengah," Annan yang mengkaitkan konflik yang tengah berlangsung di
Irak dan Libanon dengan konflik Israel-Palestina dan ketegangan soal Iran.

Situasi sulit

Dia mengakui ketidakmampuan untuk mencegah invasi pimpinan Amerika
terhadap Irak pada tahun 2003 adalah pukulan telak bagi PBB.

        
Kofi Annan
Kofi Annan memberikan wawancara menjelang melepas jabatan

Organisasi internasional ini baru mulai pulih dari pukulan itu.

"PBB mulai pulih, tapi kami belum pulih, PBB belum pulih, dan
akibatnya kami merasakan ketegangan dalam organisasi ini," kata Annan.

Annan menggambarkan situasi saat ini di Irak "sangat berbahaya" dan
menekankan penderitaan warga biasa Irak.

"Andai saya warga biasa Irak, saya tentu akan mengajukan perbandingan
yang sama, bahwa mereka pernah memiliki diktator yang brutal, tapi
mereka menguasai jalan, mereka bisa keluar rumah, anak-anak bisa
bersekolah dan pulang tanpa ibu atau ayah merisaukan," Apakah saya
akan bisa melihat anak saya lagi?'"

"Masyarakat memerlukan keamanan dan lingkungan yang aman untuk
melanjutkan kehidupan mereka - tanpa keamanan tidak banyak yang bisa
dilakukan baik itu pemulihan atau rekonstruksi," katanya.

Annan, yang warga negara Ghana mulai bertugas di PBB pada tahun 1962.
Dia terpilih menjadi sekjen PBB pertama asal Afrika pada awal tahun 1997.

Tahun-tahun sebelum dia menjabat sekjen PBB diwarani genosida di
Rwanda dan pembersihan etnis selama kecamuk perang di bekas Yugoslavia.

Kirim email ke