Hawking: Pindah ke Planet Lain!

Manusia harus segera mencari planet lain di luar Tata Surya jika ingin
mempertahankan eksistensinya. Demikian diingatkan ahli fisika kenamaan
Profesor Stephen Hawking (64) sebelum menerima Copley Medal, salah
satu penghargaan sains bergengsi di Inggris.

Ia mengatakan, kehidupan di muka Bumi bisa musnah karena bencana
nuklir atau tabrakan asteroid. Namun, ia menambahkan bahwa masa depan
manusia akan tetap cerah jika bisa menyebar dan membangun koloni di
luar angkasa.

Sayangnya tidak ada planet yang serupa dengan Bumi di sistem tata
surya. Karena itu, satu-satunya cara adalah pergi ke planet di luar
tata surya.

Menurut Hawking, roket berbahan bakar kimia dan nuklir yang ada saat
ini tidak cukup untuk membawa koloni ke luar tata surya karena akan
membutuhkan waktu sekitar 50 ribu tahun. Namun, dengan kendaraan
khusus yang dapat melaju mendekati kecepatan cahaya, waktu tempuhnya
bisa ditekan hanya enam tahun.

"Tentu akan membutuhkan banyak sekali energi untuk meningkatkan
kecepatan mendekati kecepatan cahaya," ujarnya. Salah satu bahan bakar
roket pendorong yang menurutnya dapat digunakan adalah campuran materi
dan antimateri.

Saat materi dan antimateri dicampurkan, lanjutnya, keduanya akan
hilang menjadi pancaran radiasi. Jika berkas radiasi ini diletakkan di
belakang pesawat, ia akan memberikan gaya dorong.

Hawking dikenal karena bukunya berjudul A Brief History of Time yang
dipublikasikan pada tahun 1980-an. Sejak menderita kelumpuhan total,
Hawking mengatakan bahwa dirinya belajar untuk tidak berangan-angan
terlalu jauh tetapi lebih berkonsentrasi untuk kondisi saat ini.
Hawking menderita penyakit degradasi syaraf motorik sejak usia 22
tahun.    

"Saya tidak takut mati tapi tidak buru-buru mati. Tujuan saya
selanjutnya adalah ke luar angkasa, mungkin Richard Branson akan
membantu saya," ujarnya. Sir Richard Branson adalah pemilik
Virgin.Galactic yang akan mengoperasikan pesawat untuk wisata ke luar
angkasa.

Virgin Galactic akan memiliki dan mengoperasikan setidaknya lima
pesawat penumpang dan dua pesawat pembawa untuk melayani perjalanan ke
ketinggian suborbit sekitar 140 kilometer. Untuk menikmati perjalanan
ini, setiap penumpang dikenai biaya sekitar 190 ribu dollar AS.


Sumber: BBC
Penulis: Wah

Kirim email ke