Rencana pangkalan AS di bulan
 
        
Jejak kaki astronot Apollo 11 di permukaan bulan
Manusia pertama menginjakkan kakinya di bulan pada tahun 1969
Badan angkasa luar Amerika Serikat, NASA mengatakan mereka akan mulai
membangun pangkalan yang dihuni secara permanen di bulan setelah para
astronot kembali ke sana pada tahun 2002.

Pangkalan ini kemungkinan akan dibangun di salah satu kutub di bulan
dan akan digunakan sebagai pusat penelitian ilmu pengetahuan dan
menjadi batu loncatan bagi misi berawak ke Mars.

Amerika Serikat mengatakan mereka berencana membangun kapal angkasa
luar baru untuk eksplorasi bulan yang akan melanjutkan misi Apollo
terakhir pada tahun 1972.

Dana akan dialihkan dari proyek penerbangan pesawat ulang-alik, yang
akan dihapus pada tahun 2010.

Struktur pangkalan dan tugas para astronot yang ditempatkan di sana
belum diputuskan.

Belum jelas kapan pangkalan ini akan mulai digunakan.

Pos permanen di bulan

"Kami akan mendirikan pangkalan di bulan," kata Scott "Doc" Horowitz,
pejabat NASA yang mengatur eksplorasi.

Wakil kepala badan antariksa itu, Shana Dale, yang dikutip oleh kantor
berita Associated Press mengatakan "pendekatan ke bulan yang
fundamental" akan sangat terbeda dengan misi-misi ke bulan sebelumnya.

        
Gambar komputer dari wahana ekslorasi bulan, Orion
NASA akan membangun pesawat angkasa luar penjelajah bulan

NASA sekarang memilih untuk membangun pos permanen di bulan dan tidak
meluncurkan misi singkat ke satelit Bumi itu seperti yang dilakukan
pada tahun 1960an.

NASA juga diperkirakan akan mengajak negara-negara lain - dan beberapa
perusahaan - untuk membantu membangun pangkalan tersebut.

Pangkalan permanen ini akan dibangun di salah satu kutub bulan, karena
daerah itu dianggap memiliki cuaca yang cukup stabil dan mendapat
sinah matahari lebih banyak. Ini adalah faktor penting apabila
pangkalan itu menggunakan tenaga surya.

"Ini menggembirakan," kata Shana Dale kepada kantor berita Reuters.
"Kami tidak tahu banyak tentang daerah kutub."

Menurut Reuters, dana untuk membangun pangkalan di bulan ini akan
dialihkan dari program pesawat ulang-alik, yang akan dihentikan pada
tahun 2010.

Setelah kecelakaan pesawat ulang-alik Columbia, Presiden AS George W
Bush mengumumkan rencana untuk mengirim astronot ke bulan pada tahun 2020.

NASA mengumumkan pada bulan Agustus bahwa perusahaan Lockheed Martin
akan membangun kapal luar angkasa AS yang berikutnya untuk membawa
manusia ke bulan.


--- In [email protected], "Suteja Amijaya" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>  >>Sayangnya tidak ada planet yang serupa dengan Bumi di sistem tata
surya.
> Karena itu, satu-satunya cara adalah pergi ke planet di luar
> tata surya.
> 
> Nu penting mah aya hawa jeung cai we. Mun teu kitu, "Mun rek mandi
ngariung
> kumpul baraya, ceurik bareng bari ngumpulkeun sabatok cimata,"ceuk Ceu
> Nining Meida ge.
> 
> US mah sigana nyambat nini Anteh we nya ?
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke