Meunang mulungan ti 

http://anotherfool.wordpress.com/2006/12/04/aa-gym-kahwin-lagi-siak/


*Sebuah Surat Terbuka Untuk Yth. KH. Abdullah Gymnastiar

A'a yang baik,
Mohon maaf kalau judul surat saya di atas agak kasar. Kata-kata itu
saya cuplik dari sms seorang kawan pagi ini. Dia seorang warga melayu
Singapura yang juga pengagum anda, dan saya baru paham makna smsnya
setelah membaca headline koran berbahasa melayu terbitan Singapura
pagi ini. Tahukah anda apa headline koran itu? Bukan soal rencana
kenaikan GST atau PPn yang konon cukup meresahkan warga disini. Bukan
pula soal skim bantuan bagi tenaga kerja berpenghasilan rendah yang
baru diumumkan Pak Perdana Menteri Singapura kemarin. Berita yang
tergolong besar itu tergeser kebawah oleh headline lain berjudul : "Aa
Gym Kahwin Lagi" lengkap dengan foto Aa, Teh Ninih dan Teh Alfarini
Eridani (boleh kan saya memanggil beliau Teteh juga?). Ah, A'a pasti
tidak heran ya. A'a kan di Singapura sudah ngetop gara-gara sering
dipanggil ceramah dan menulis rutin di setiap minggu. Tapi bukan cuma
headline itu yang ingin saya ceritakan. Walaupun A'a mungkin tidak
perduli, tapi sebagai pengagum ajaran A'a saya juga ingin juga
menanggapi berita itu yang akhirnya sudah resmi keluar dari mulut A'a
sendiri dalam konferensi pers di Jakarta kemarin.

A'a yang saya segani,
Saya termasuk orang yang tidak mudah percaya pada orang, termasuk pada
sejumlah ulama populer di masyarakat. Mungkin ini bersumber dari
pengalaman buruk saya terhadap beberapa ulama yang kemudian
mengecewakan saya pribadi dan semua bersumber dari soal kawin-kawinan
ini. Dulu saya kagum pada seorang ulama sampai ia ternyata diam-diam
menikah mut'ah di hotel dengan alasan menghindari zinah. Pernah juga
saya dapat cerita dari seorang teman yang berani bersumpah pernah
memergoki bahkan ikut menggerebek seorang ulama lain yang ketahuan
keluar dari sebuah tempat kos pramugari di tengah malam buta dengan
memakai wig panjang supaya tidak dikenali. Tapi ketika A'a muncul di
tengah umat dan membawa sebuah ajaran yang sangat damai, tenang dan
lain dari yang lain, kepercayaan saya pada ulama kembali muncul. Jujur
saja A'a banyak membawa perubahan pada diri saya dan itu semua berkat
ajaran A'a. Sampai kemudian muncul kabar soal pernikahan kedua ini.
A'a mau tahu apa pendapat saya soal pernikahan kedua anda itu? Saya
punya dua versi pendapat.

Versi pertama adalah pendapat dari sisi qalbu yang Insya Allah terjaga
dan ter `manage' dengan baik -berkat ajaran A'a juga-. Sisi itu
langsung mengatakan: "Alhamdulillah! A'a Gym telah mengambil langkah
yang terbaik dan mampu menghindari zinah. Alhamdulillah juga karena
Teh Ninih tidak larut dalam nafsu amarah, bahkan dengan besar hati dan
ikhlas memberikan izin kepada suaminya untuk menikah lagi meskipun
diakuinya sangat berat. "

Versi kedua adalah pendapat dari sisi qalbu yang masih susah di
`manage', sisi yang susah untuk terjaga dengan baik dan masih penuh
dengan kekotoran dan belum bisa bersinar terang menjadi lentera hidup
ini. Versi pendapat yang ini mengatakan: Ada apa denganmu, Aa? Kasian
kan Teh Ninih. Meskipun ikhlas, tapi beliau sendiri mengakui betapa
berat bagi dirinya untuk sampai pada keputusan itu, kan? Coba baca
ulang kembali juga hasil wawancara dengan Teh Ninih di detikcom yang
sering di sela sama si Aa dan saya kutipkan disini juga:

    Teh, setelah tahu Aa menikah, bagaimana rasanya?

    Rencana ini kan sudah lima tahun lalu. Sempat klenger ya Aa.. (Teh
Ninih menjawab sambil melihat ke Aa Gym. Aa Gym tampak memeluknya)

    Teh Rini itu yang memilihkan Teteh atau Aa pilih sendiri?

    Bingung ya….

    Teteh kenal Teh Rini (Alfarini)?

    (Aa Gym langsung memotong dan menjawab, "ketemu di masjid"). Ya
ketemu di masjid. Tapi, belum terlalu kenal. Nanti sajalah
diperkenalkannya oleh Aa saja.

    Jadi belum kenal?

    Belum kenal. Mungkin Aa yang lebih kenal (Teh Ninih sambil melihat
ke wajah Aa dan tertawa)

    Kriteria istri kedua yang diajukan untuk Aa, sebenarnya apa?

    Mungkin Aa punya pertimbangan memilih Teh Rini. Doakan saja ya, Aa
semakin muda. Hikmahnya, makin banyak yang sayang terhadap teteh dan
keluarga, karena sekarang banyak yang mendoakan

    Cemburu gak teh?

    Cemburu normal, karena cinta. (Aa Gym memotong, "Cemburu kan
bumbunya cinta")

    Teh, Aa mau bulan madu gak?

    Sudah kok… (setelah itu Teh Ninih dan Aa Gym masuk ke dalam rumah)

Saya juga masih ingat dalam beberapa kesempatan, termasuk waktu A'a
ceramah di KBRI Singapura beberapa waktu lalu, A'a mengatakan begini:
"Kalau A'a kawin lagi boleh nggak, Teh?" Dan saya ingat sekali
ekspresi Teh Ninih yang hanya tersenyum simpul. Mungkinkah waktu itu
Aa tengah memberi isyarat?

Ya, saya sih sebenarnya tidak perduli seorang Abdullah Gymnastiar mau
kawin berapa kali juga itu hak asasi, seperti halnya Pak Hamzah Haz,
Pak Yusril Ihza Mahendra, Pak Haji Komar atau bahkan Pak Puspowardoyo
si raja poligami itu. Tapi ini Aa Gym gitu loh..! Aa Gym yang dalam
persepsi saya jauuuh jauhhh.. jauhhhh.. lebih terhormat dari nama-nama
yang saya sebut barusan. Jauuuuh pula lebih terhormat daripada anggota
DPR yang terlibat kasus video porno itu. :-)

Aa yang saya kagumi,
Agama kita memang membenarkan poligami, asal bisa bersikap adil. Betul
tidaaak bapak-bapak dan ibu-ibu? :-) Tapi A' harus diakui bahwa kasus
poligami yang kita tahu selama ini lebih banyak mengesankan betapa
wanita lah yang kemudian menjadi korban. Penafsiran saya tentang
dibolehkannya poligami dalam agama itu lebih mengarah pada peringatan
kepada para lelaki bahwa tidaklah mudah untuk bersikap adil karena
kita bukan mahluk yang sempurna.

Tapi -lagi-lagi ini penafsiran saya- A'a adalah orang yang
extraordinary. Saya yakin A'a bisa bersikap adil pada Teh Ninih dan
Teteh yang satu lagi itu, serta juga anak-anak yang sekarang sudah
bertambah jadi 10 yah A'. Tapi kenapa dalam ceramah Aa beberapa hari
lalu (yang juga dikutip oleh detikcom) A'a harus menyertakan
penjelasan yang menurut saya sangat bukan A'a Gym..?

"Wanita cenderung mono. Jika wanita cinta pada satu pria, dia sulit
cinta pria lain. Sebab softwarenya memang begitu!" begitu kan kata Si
A'a ? Anda juga bilang pria cenderung stereo. "Bagaimana prosedurnya?
Ya seperti orangtua cinta anak. Kalau anaknya ada 5, kan semuanya
sama-sama dicintai. Ya memang seperti itu softwarenya," kata si Aa.
Apa-apaan ini teeeeh A' ?

Saya yakin sopwer.. eh.. software A'a Gym jauh lebih hebat lagi dan
software itu adalah software yang penuh dengan keikhlasan untuk
menjalankan semua ini walaupun penuh dengan caci maki. Tapi A'a,
bangsa kita sekarang tengah kekurangan sosok panutan. Karena itulah,
mau istri satu, dua atau empat, saya berharap semoga Aa bisa
membuktikan semua kritikan itu dengan cara benar-benar menunjukkan
bahwa Aa masih layak jadi panutan.

Memang sih kata orang semakin tinggi seseorang berdiri, semakin
kencang angin bertiup. Angin pasti lagi kencang di atas sana ya A' ?

Nah kalau Aa tanya saya, apakah ketika suatu saat saya juga sudah
berdiri di tempat yang tinggi akankah saya bisa menghadapi hal yang
sama? Saya akan jawab lagi dengan dua versi. Versi dari sisi qalbu
yang sudah termanage akan mengatakan: "Insya Alloh.." Sementara versi
kedua dari sisi qalbu yang belum termanage akan mengakatan "Amit-amit
jabang bayi, jangan sampai ah!"

Hmm.. manusia memang egois ya, A'. Eh.. bukan.. saya bukan mengatai Aa
Gym egois lho. Saya mengejek diri sendiri. Saking egoisnya sampai saya
dan banyak orang lain tidak rela kalau A'a menampakkan sifat lain dari
apa yang ada di persepsi kami selama ini.

Good Luck ya A'.. Nanti kalau sempat ke Singapura lagi, saya dikenalin
sama Teteh yang barunya ya A' :-)

Salam,
Dari seorang yang sangat menghormatimu

Kirim email ke