Source: http://otomotif.kompas.com

Tiga Bekal Buat pemudik Motor Pemula

Kamis, 25/9/2008 | 12:16 WIB

Pemudik motor yang tergolong pemula atau novice, meski sudah normal membesut
roda dua, tak ada salahnya baca petunjuk ini. Intinya, pengendara motor
harus bisa mengelola tiga hal. "Penting dikelola supaya selamat sampai
kampung halaman enggak kurang apapun," komentar Subhan, SRP Facilities
Development Sub Dept. Safety Riding Promotion Dept. PT Astra Honda Motor
(AHM), Jakarta.

Inilah ketiga paham tersebut

I.Pahami Diri
1.Siapkan diri untuk perjalanan jauh. Semangat tetap tinggi dan perjalanan
bukan jadi beban.
2.Sadar kalau badan enggak selamanya tahan banting. Atur jedah istirahat
untuk menjaga stamina tubuh.
3.Seandainya ikut rombongan, pilih biker yang berpengalaman. Minimal tempat
atau lokasi kebutuhan buat pemudik bisa diketahui.
4.Buat pemula, jangan pernah beranggapan apa yang direncanakan sebelum masuk
jalur mudik akan sesuai. Segala kemungkinan terjadi bisa dialami setiap
pemudik.
5.Menikmati perjalanan butuh hati-hati di tiap kondisi yang kita anggap aman
dari kecelakaan.
6.Menjaga ritme fisik dan emosi kudu dilakukan. Saatnya lelah silakan
istirahat di mesjid. Berwudhu dan shalat wajib, menyegarkan badan. Emosi
kudu diatur, terutama saat mudikers yang sejalan mulai ngebut.

II. Karakter Motor
Petunjuk di bawah ini sudah pernah ditampilkan, tapi tak ada salahnya untuk
mengingtakan kembali
1.Siapkan perlengkapan standar motor kunci 14-17, 10-12, tang, kunci busi,
obeng. Ampelas, untuk membersihkan busi bila kotor. Lap, untuk membersihkan
tangan atau motor bila hujan.
2.Cek bahan bakar, cek antara volume bensin disesuaikan dengan petunjuk
bahan bakar.
3.Lacak kondisi kelistrikan.
4.Periksa volume dan umur penggunaan oli.
5.Periksa tekanan angin, alur ban, keolengan roda dan apakah ada benda asing
yang menempel pada alur ban.
6.Periksa tegangan rantai dan pelumasan rantai.
7.Periksa kebocoran minyak pelumas dan kabel busi.
8.Periksa minyak rem, terutama jenis rem cakram. Apakah dapat mengerem
dengan baik dan jarak bebas pengereman.
9.Periksa jarak bebas kopling buat yang pakai motor kopling manual. Apakah
kopling dapat ditekan dengan halus dan apakah ada karat pada kabel kopling.

III. Titik rawan
Tiap tahun kondisi jalan ke arah kampung halaman pasti berubah. Minimal
tingkat keramaian di jalan raya. Tentunya akan berbeda waktu malam hari. Di
sinilah butuh mengatur sikap kalau arah mudik bisa di luar perkiraan:
1.Siapkan peta mudik. Terutama yang sesuai dengan tujuan ke kampung halaman.
Tandai lokasi yang dianggap penting seperti pompa bensin, kantor polisi,
rumah sakit, dan tempat peristirahatan.
2.Dapati informasi titik atau daerah yang dianggap rawan dari kecelakaan dan
krimininalitas.

Kalkulasi dana
Selain ketiga di atas yang dianggap pengelolaan mudik, pastinya kangtaw
sampeyan sangat jadi penentu. Beberapa poin yang mesti dilakoni:
1.Hitung atau perkirakan jarak tempuh ke kampung halaman. Nanti dihitung
sesuai konsumsi bahan bakar. Baru deh dihitung dengan biaya yang mesti
dikeluarkan. Misal, jarak tempuh 150 km dan konsumsi bahan bakar motor yang
dipakai 1 liter buat 40 km. Artinya 150 km dibagi 40 km, hasilnya kurang
dari 4 liter bahan bakar yang dibutuhkan sekali jalan.
2.Hitung juga biaya tidak terduga untuk kebutuhan komponen seandainya ada
kerusakan ringan di tengah jalan. Contohnya menyiapkan dana ganti kabel
kopling, ban dalam sobek, dan bohlam depan.
3.Sebagusnya perhitungkan uang segar yang dibawa. Enggak perlu dibawa
sekaligus. Mending kantongi duit sesuai kebutuhan di jalan, yang sisanya
bisa diambil lewat ATM terdekat dari kampung halaman.  (Niko)

*SBT*

Kirim email ke