be-exceller; Mr. Kid setelah membaca postingan pak kid, ada yang kurang dari pertanyaan saya, yaitu:
data dari CHANGE KOMPONEN di kolom A adalah acuan untuk mencocokkan data dari kolom C, dengan database di sheet FL, kalau contohnya: input di change componen 1-12L akan diisi dengan 3N1209402400, data ini akan dicocokan dengan database yang ada di sheet FL dan menghasilkan OK/NG, maaf kalu saya kurang mengerti terima kasih Amin ________________________________ Dari: Mr. Kid <[email protected]> Kepada: [email protected] Dikirim: Minggu, 21 Oktober 2012 9:00 Judul: Re: [belajar-excel] mencocokan data Pak Amin, Untuk cek ada atau tidaknya sebuah item pada sebuah kolom dimanapun, biasanya dengan formula pengkondisian seperti IF. Sedangkan bentuk umum IF : =IF( datanya sesuai kriteria sebuah nilai , nilaihasil IF jika sesuai kondisi , nilai hasil IF jika tidak sesuai kondisi ) nilaihasil IF jika sesuai kondisidan nilai hasil IF jika tidak sesuai kondisi bisaberupa teks (diapit petik dua ["]), angka atau tanggal, nilai dicell tertentu, hasil formula tertentu datanya sesuai kriteria sebuah nilai berupa perbandingan atau suatu nilai yang menghasilkan benar (TRUE setara bukan 0) atau salah (FALSE setara 0) Contoh : =IF( a7 > "c" , 23 , "masih kurang" ) Bahasa manusianya : "Jika nilai di A7 lebih dari karakter 'c' bernilai benar (TRUE) maka hasilnya adalah 23. Jika bernilai salah (FALSE) maka hasilnya suatu teks berbunyi 'masih kurang'. " =IF( CountIF( $g$1:$m$17 , "c" ) , "OK" , "gak ada di range data" ) Bahasa manusianya : "Jika jumlah item (bukan subtotal item) di $g$1:$m$17 yang pasti bernilai suatu teks 'c' bukan 0 (artinya ada) , maka hasilnya adalah suatu teks berbunyi 'OK'. Jika ternyata jumlah item tersebut adalah 0 (artinya tidak ada), maka hasilnya suatu teks berbunyi 'gak ada di range data'. " nah... kalau ada kasus berbunyi : "Jika di sheet 'FL' kolom B pada range tertentu ada item yang pasti sama dengan nilai di cell C3 pada sheet 'Change Component' maka tulis hasilnya berupa teks 'OK'. Jika ternyata tidak ada item tersebut maka hasilnya berupa teks berbunyi 'NG'" kira-kira akan menjadi ada formulanya ? Mau mencoba ? kalau ndak mau juga gak apa-apa. nanti bisa nunggu postingan BeExceller lain. Satu hal yang harus diusahakan secara maksimal dalam menyusun formula adalah membuat rujukan ke suatu range dengan area yang sekecil mungkin yang dibutuhkan. Jadi tidak ke seluruh kolom atau seluruh baris, kecuali jika memang sangat dibutuhkan. Rujukan ke seluruh kolom atau baris biasanya dibutuhkan ketika akan membuat suatu rujukan dinamis. Penggunaan formula lookup (VLookUp,HLookUp,LookUp,Match) diusahakan tidak merujuk ke seluruh kolom atau seluruh baris. Beberapa fungsi yang membutuhkan kriteria (CountIF, SumIF, dsb) juga sebaiknya tidak merujuk ke seluruh kolom atau seluruh baris. Sekarang beda lagi obrolannya. Pada sheet 'FL' ada 2 kolom. Saya ndak tahu apa makna kolom A (feeder) di sheet 'FL' tersebut. Tapi, seluruh data di sheet ini bersifat unique record. Artinya, tidak ada kombinasi 'feeder' (kolom A) dengan 'Part No' (kolom B) yang sama. Jadi, bisa terjadi ada 'Part No' yang sama, tapi pasti 'feeder' nya beda. Pada tabel seperti ini, biasanya kedua kolom menjadi kolom kunci jika akan melakukan komputasi antar tabel (antara tabel di sheet 'FL' dengan tabel di sheet 'Change Component'). [ini biasanya loh ya...] [jadi kalau kasus ini tidak seperti yang diutarakan di atas, semoga obrolan ini bisa menjadi wacana yang bermanfaat kedepannya nanti] Untuk pengecekan ada atau tidaknya suatu record dengan kolom-kolom kunci tertentu (kolom kunci lebih dari satu), maka dilakukan perbandingan terhadap seluruh kolom kuncinya dengan hubungan antar kolom kunci berupa hubungan logika AND bahasa umumnya 'DAN' alias harus terpenuhi keduanya, yang setara dengan proses perkalian (pakai karakter asterik [*]). Contoh : kriteria 1 : feeder di sheet 'Change Component' sama dengan feeder di sheet 'FL' kriteria 2 : PartNo di sheet 'Change Component' sama dengan PartNo di sheet 'FL' kedua kriteria harus terpenuhi, maka dihubungkan dengan asterik (*) maka kondisinya : ( 'Change Component' kolom Feeder = 'FL' kolom Feeder ) * ( 'Change Component' kolom PartNo = 'FL' kolom PartNo ) Yang biru akan menghasilkan TRUE (setara 1) atau FALSE (setara 0) Yang hijau akan menghasilkan TRUE (setara 1) atau FALSE (setara 0) maka hasil perkaliannya, hanya akan ada 4 macam, yaitu : biru hijau hasilnya karena TRUE TRUE 1 1 * 1 TRUE FALSE 0 1 * 0 FALSE TRUE 0 0 * 1 FALSE FALSE 0 0 * 0 Jadi, pengkondisian untuk cek ada atau tidaknya suatu data seperti kasus di atas, pada kasus dengan multi kriteria, adalah dengan mengubah penggunaan bagian CountIF. Pada Excel 2007 ke atas, bisa menggunakan CountIFs. Pada semua versi bisa menggunakan SumProduct yang berisi kondisi dengan susunan biru dan hijau di atas dengan bentuk : SumProduct( ( 'Change Component' kolom Feeder = 'FL' kolom Feeder ) * ( 'Change Component' kolom PartNo = 'FL' kolom PartNo ) ) Beberapa pengguna Excel menggunakan susunan kondisi biru dan hijau sebagai berikut : ( 'Change Component' kolom Feeder & 'Change Component' kolom PartNo = 'FL' kolom Feeder & 'FL' kolom PartNo ) * 1 1 adalah sebagai pengkonversi data TRUE atau FALSE yang bertipe boolean menjadi data bernilai 1 atau 0 yang bertipe numerik. & adalah operator untuk menambahkan data teks (menyambung sebuah data teks dengan suatu teks lainnya yang sering disebut Concatenate) Hasil dari kedua bentuk susunan secara umum adalah sama. Tapi, sepertinya sejak dulu sampai sekarang, proses concatenate adalah proses yang melelahkan bagi komputer. Jadi, ketika memproses suatu record mulai jumlah record tertentu (relatif terhadap spesifikasi komputer), akan terasa perbedaan kecepatan prosesnya. Wassalam, Kid. 2012/10/21 ngademin Thohari <[email protected]> > >Be-exceller > > >Bagaimana cara membandingkan data berbeda sheet dengan menghasilkan comment >OK, dan NG >di file terlampir. > > >keterangan: >di sheet CHANGE KOMPONENT di kolom C akan dicocokkan dengan sheet FL dan >menghasilkan hasil di kolom J >yang berbunyi OK/NG > > >terima kasih > > > > >amin >__ >

