*Bagaimana Workshop SBIB tentang VOLUNTERISM mengubah hidup saya?* *Apa Itu Etika Konsumen? *
* * *VOX POPULI VOX DEI * *1. Mengapa Anti-Malaysia, * *Anti-RUU Rahasia Negara, Anti-SBY, Anti-Sistem Ekonomi Jalan Tengah dan Anti-Teroris, Anti-Kekerasan, Anti-Narkoba Anti-Korupsi, Anti-Cina, Anti-Kristen, Anti-Miskin, Anti-Kaya, Anti-Arab dan semua Anti-Lainnya Tidak Ada Gunanya?* * * *Mengapa Saya Bangga Berlanggan KOMPAS belasan tahun?* *Bagaimana KOMPAS mengubah HIDUP saya?* * * * * *0. Mengapa Saya Rela Memberikan Anda 10 juta?* *a. Mengapa saya mengadakan Kompetisi BLOG & SEO TERBESAR di INDONESIA (dari segi kontestan)?* *(perbaikilah kesalahan-kesalahan baik salah ketik maupun yang menurut pemikiran Anda salah) yang ada di artikel ini lah tulisan saya di bawah ini* *b. Mengapa saya berani meninggalkan pekerjaan saya di perusahaan IT terbesar di dunia?* *c. Mengapa menghamba kapitalisme itu bikin kita TERPURUK?* *d. Mengapa kita perlu MENGEMBARGO DIRI KITA SEKARANG JUGA?* *e. Mengapa blogger, Kaskuser, Facebook, Twitter, Youtube diciptakan?* *f. Mengapa sampai ada Kelompok #**Indonesia** Unite?* *g. Apa tujuan Tuhan menciptakan **Malaysia**?* *h Apa tujuan Tuhan menciptakan Barrack Obama?* *i. Mengapa saya tidak peduli berapa uang saya miliki?* *j. Apa itu uang?* *h. Mengapa kita menghamba pada uang?* *i. Mengapa jiwa saya terasa hampa?* *k. Mengapa tidak takut mati berbeda dengan berani hidup?* *l. Apa itu kemelekatan?* * * * * * * *Tulisan ini berusaha menjawab pertanyaan yang terus menerus menghantui penulis selama penulis hidup:* *0. Apa itu CINTA?* * a. Mengapa saya begitu takut untuk tidak dicintai?* * b. Mengapa saya kepingin sekali kaya raya punya mobil Ferrari?* * c. Apakah saya bisa hidup tanpa cinta orang lain?* * * *1. Siapakah aku?* * a. Apa itu EGO?* * b. Apa itu HATI NURANI?* * c. Apa itu JATI DIRI?* * d. Apakah jati diriku?* * e. **Apakah jati diri bangsa **Indonesia**?* * f. Apa itu REINKARNASI?* * * *2. Bagian dari siapakah aku? * * a. Siapakah sebenarnya orangtuaku?* * b. Siapakah sesamaku?* * c. Siapakah musuhku?* * d. Apa itu RELASI?* * e. Apa itu PRESTASI?* * f. Manakah yang lebih penting, relasi atau prestasi?* * * *3. Apakah tujuan hidupku?* * a. Apa itu KEBAGAHIAAN?* * b. Apa itu KESUKSESAN?* * c. Mengapa saya stress terus dan tidak pernah bahagia?* * d. Mengapa muka saya seperti anak autis?* * e. Mengapa perut saya buncit seperti Doraemon?* * f. Mengapa saya begitu PEMALAS?* * **g. Mengapa saya tidak mau KERJA KERAS? h Mengapa saya lebih suka KERJA CERDAS?* * i. Mengapa saya kepingin sekali punya pacar seperti Sandra Dewi?* * j. Mengapa saya kepingin sekali dihargai & dihormati?* * * * * *4. Mengapa Tuhan yang hanya 1 menciptakan berbagai macam agama?* * a. Mengapa kita benci agama lain?* * b. Mengapa kita selalu mengganggap agama kita yang paling benar?* * c. Apa itu KEBENARAN?* * d. Mengapa KEBENARAN tidak MEMIHAK?* * * *5. Mengapa Tuhan menciptakan anak AUTIS?* * a. Apakah pemerintahan kita AUTIS?* * b. Apakah kita sendiri AUTIS?* * * *6. Apa itu HATI NURANI?* * * *7. Apa itu LOGIKA atau RASIONALITAS?* * * *8. Apa itu KEBIJAKSANAAN?* * * *9. Apa itu KIAMAT?* * * *10. Apa itu NEGARA? * * * *12. Mengapa Tuhan menciptakan ada orang Jawa Batak , Cina, Bugis, Minang, Papua * * * *13.. Mengapa Saya Bangga Jadi Pelanggan Harian Kompas?* * * *14.. Mengapa saya akhirnya saya berhenti bekerja * * * *15. Mengapa Ekonomi Jalan Tengah adalah Solusi Yang terbaik bagi ** Indonesia**?* * * *11. Bagaimanakah sebenarnya Teori Penciptaan?* * * *12. Mengapa kita benci dengan orang yang sok-sok mau jadi Tuhan?* * * *13. Mengapa ada 60% orang **Indonesia** memilih SBY?* * * *14. Bagaimana Tuhan bekerja di dalam hidup saya?* * * *15. Mengapa slogan right or wrong is my country SALAH BESAR?* *16. Bagaimana kisah hidup Munir menginspirasi hidup saya?* * * Sungguh penulis rela memberikan apa saja bagi Indonesia, Bahkan nyawanya sendiri! Penulis malu bila masih punya tabungan *3300 Ringgit!* (seluruh tabungan penulis dari hasil mengajar berhari-hari di Univerisiti Sabah Malaysia malah penulis ingin belikan laptop Hewlett-Packard terlebih dahulu) Karena penulis benar-benar masih memiliki *RASA MALU* / *KEMALUAN*: Maka penulis mengambil TINDAKAN MASIF sebagai berikut: 1. penulis mengajak semua elemen bangsa BERSATU PADU melwan musuh bersama yang tidak kelihatan *invisible::* 2. *Mari kita canangkan gerakan MERDEKA atau MATI!* 3. penulis berharap opini yang disertai fakta bahwa kita memiliki Menteri Ekonomi nomor satu di Asia minimal bisa menjadikan Indonesia Macan Asia kembali 4. penulis mengajakan semua melakukan semangat *PERUBAHAN NASIONAL *dengan slogan *Kita Harus Berubah!* 5. mari kita *sweeping* di jalanan seluruh *PENGKHIANAT BANGSA* (baik yang menghamba pada kapitalis murni maupun KOMUNIS!) yang mengeruk dan merampok kekayaan alam Indonesia dan kemudian bersembunyi di Singapura masif terhadap para 6. sebarkan artikel ini ke sebanyak-banyaknya orang Indonesia yang Anda kenal*!* 7. *mari kita canangkan program One for Others, All For One!* 8. *mari kita canangkan program* 9. *penulis menyadari artikel ini jauh dari sempurna,* 10. *penulis mengajak mengajak para blogger mauoun Kaskuser menyempurnakan artikel ini menjadi sebuah naskah buku yang nantiny kita bagikan, terapkan, hidupi dan ajarkan di sekolah dasar! * 11. *penulis menyiapkan dana 3300 Ringgit atau setara 10 juta rupiah murni dari kantong sendiri yang didapat dari hasil kerja keras san susah payah sebagai IT Trainer, bagi para wartawam, jurnalis, blogger-bloger maupun Kaskuser untuk memberikan 10 (cukup 1 orang berpikir ide apa yang bisa kita terapkan untuk mewujudnya visi Indonesia 2030 menjadi KENYATAAN saja memberikan masukan, ide, untuk naskah buku ini, program yang nyata, * 12. *penulis bukan orang yang anti-uang, penulis hanyalah manusia yang menggunakan uang yang dia punyai dengan kerja keras dan hasil studi bertahun-tahun hingga LAYAK untuk DIHORMATI oleh orang Malaysia! **Jadikanlah diri Anda KEBANGGAAN **INDONESIA** supauya ANDA BANGGA JADI ORANG ** INDONESIA**! (penulis tidak perlu melempari Kedutaan Malaysia di Indonesia untuk menjadi anak muda yang DIHORMATI, dicintai dan disegani untuk memberikan yang TERBAIK sempai habis (bahkan nyawa penulis sendiri) * 13. * penulis mengajak semua umat beragama mempelajari semua kitab suci agama lain secara open-minded supaya kita semua sadar bahwa ternyata inti dari semua agama hanya 1: KEBAJIKAN!* 14. *Apa itu kebajikan: CINTA KASIH, pengendalian diri, maaf, TRANSFORMASI DIRI!* 15. *penulis bersedia dikirimi email, undangan menjadi pembicara (100% GRATIS!) **komentar atau tanggapan yang tanggapan baik itu positif maupun negatif dari artikel ke [email protected] kapan pun dan di mana pun (24 jam) * * * Penulis benar-benar ingin VISI INDONESIA 2030 yang dicanangkan Presiden SBY bersama Yayasan Indonesia Forum menjadi nyata, Pertumbuhan ekonomi 30% pun masuk akal apabila kita menganut sistem ekonomi yang benar-benar tengah, seimbang, dan tidak memihak komunis maupum menghamba pada Penulis bersedia membaktikan dirinya pada Indonesia Unite ( indonesiaunite.com) menyebarkan karya kemanusiaan ke seluruh penjuru Indonesia! * * Nabi *Shollallohu '**Alaihi** **Wa** Sallam* bersabda, *Sebagian **tanda dari baiknya keislaman seseorang ialah ia meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya.* (HR. Tirmidzi).** * * Sebagai bagian dari 3 juta jiwa orang Indonesia yang mencari sesuap nasi di Malaysia dan juga sebagai bagian dari Pers Indonesia, saya sebagai seorang * blogger* yang bermukim di* **www.blog.LADOVA.com<http://www.blog.ladova.com/> ** *dan *cyberjournalist yang bermukim di online forum bangsa Indonesia terbesar di dunia*, *Kaskus.us*, saya sangat tergelitik dengan tulisan Bapak Leo Batubara, *Kebebasan Pers Terancam, *penulis akan membuat kita*.*tergelitik. Saya kembali teringat akan pelatihan jurnalistik yang diberikan salah satu petinggi Harian Kompas di sekolah saya, Beliau bercerita mengenai profesi kewartawanannya Ketika itu saya masih menjadi wartawan ketika meliput berita Kerusuhan Mei 98. Saya pulang ke kantor, saya langsung mengetik berita mengenai kerusuhan tersebut, saya menangis deras sekali. Namun editor saya melihatnya dan ia menyuruh saya pulang, ia mengatakan bawha *wartawan tidak boleh menangis (emosional) ketika menulis karena itu akan SANGAT BERBAHAYA!* Kenapa bisa berbahaya? Karena beritanya sudah pasti *TIDAK BENAR*, hanya berisi kebencian, berat sebelah, sangat emosional, tidak bijaksana dan! Lihat saja pemberitaan Pers Indonesia yang terlalu memihak Indonesia ketimbang Malaysia (prinsip kapitalis merasa demokrasi adalah sistem pemerintahan terbaik *right or wrong is my country *telah membutakan kita mana yang benar dan mana yang salah, kita menjadi sebuah bangsa yang merasa diri paling benar sendiri (*chauvinisme*) telah membuat kita tidak bijaksana! Lihat bagaimana nasionalisme yang sempit seperti *chauvinisme*-nya Hitler (Jerman), Gerrge Bush (Amerika Serikat), Osama bin Laden (mewakili dunia teroris) telah membuat manusia menggunakan ilmu pengetahuan (kekuatan militer) menjadikan manusia saling membuhuh! Teman saya yang pernah mengikuti seminar Kiyosaki mengatakan bahwa Kiyosaki pernah berkata pada dia Saya capek memberikan seminar kepada orang miskin! Mengapa ia merasa capek? Karena Kiyosaki yang seorang kapitalis murni memihak pada orang kaya! Terlalu banyak motivator, *forex/option/internet marketing/trader* & *business coach* pander (orang bodoh tapi sok pinter) di Indonesia yang mengajarkan cara-cara cepat kaya dalam semalam (*wishful thinking*) Padahal saya sangat yakin penulis-penulis dan penyebar ajaran kesuksesan dan cara cepat kaya dalam waktu sesingkat-singkatnya adalah motif ekonomi kapitalis murni! Saya tidak yakin bila majalah *Forbes* mengurutkan 1 juta atau bahkan 1 milyar orang terkaya di dunia para penulis buku laris tersebut Coba kita urutkan para penulis buku laris di dunia yang mengajarkan tentang kesuksesan atau kaya raya adalah kondisi ekonomi yang terbaik di dunia ini mulai dari penulis Rhonda Bryne (The Secret, pertanyaan bodoh apabila Teori The Secret itu benar mengapa ia sendiri tidak bisa menjadi sekaya raya Bill Gates & Warren Buffet?), Kiyosaki (*Rich Dad Poor Dad,* *The Four Quadrant*), Mark Viktor Hansen (*Millionaire Mindset*), Adam Khoo (*Secrets to Self-Made Milionaire*)? Justru. akhirnya terkuak dalam tulisan-tulisan *debunking* orang-orang yang menjual dengan cara-cara bomabastis dan fenomenal, kontroversial dan kritis blog Priyadi, salah satu blogger Indonesia yang sangat kritis & bijaksana, dalam salah dalam buku John T. Reed (Ayah Kaya Tidak Kaya) apa yang ditulis Kiyosaki adalah kebohongan belaka? Bahwa ia tidak memiliki ayah kaya seperti yang ditulisnya? Semuanya itu hanyalah imajinasi Kiyosaki saja rupaya. Makanya ia akhirnya berkata Mengapa kita tidak bisa membiarkan buku *Rich Dad, Poor Dad* berkembang seperti buku Harry Potter (buku yang berisi imajinasi dan khayalan yang disukai anak-anak kecil)?. Yah orang-orang ingin cepat kaya raya dalam waktu semalam (termasuk saya dulu makanya saya rajin sekali mengikuti seminar-seminar terdahsyat di Indonesia. Hingga akhirnya saya tahu bahwa rahasianya sebenarnya sangat sederhananya, hanya satu: *KEBAHAGIAAN*! Bukankah KEBAHAGIAAN itu tujuan hidup? Betul kebahagiaan seperti yang ditullis oleh *blogger* bijaksana Indonesia lainnya, Lex dePraxis, Kebahagiaan itu sebab atau akibat? Juga menurut Bapak Jostianto salah satu *finance director* perusahaan pangan terkemuka di Indonesia yang sudah mencapai pencerahan kebijaksanaan adalah *Kebahagiaan bukan tujuan hidup, kebahagiaan adalah jalan menuju tujuan hidup* Hanya orang-orang yang berbahagia yang bisa mencapai hidup berkelimpahan (*living in abundance*)! Bukankan orang-orang bijaksana adalah orang-orang yang selalu mawas diri, selalu introspeksi diri, tidak seperti tong kosong yang nyaring bunyinya (*bluffing*)? Bukankah para Nabi seperti Nabi Muhammad, Nabi Isa, Sidharta Gautama, Master Cheng Yen, Mahatma Gandhi, Ibu Teresa, Muhaamad Yunus, dan deretan orang yang mencapatkan nobel perdamaian dunia lainnya seperti Gede Prama, menyukai keheningan dan kesunyian dan selalu mengatakan Agama saya CINTA Penulis bahkan sudah beberapa hari tidak mendapatkan istirahat yang cukup, karena penulis begitu bahagianya dan *passionate *sekali menulis artikel ini (entah mengapa tiba-tiba penulis bisa menjadi begitu kreatif menemukan ide-ide ini, yang penulis tahu hanyalah penulis tidak digerakaan oleh ego untuk kaya raya lagi, penulis tidak peduli lagi menjadi kaya atau miskin, penulis merasa tidak peduli lagi penulis hidup menjadi kaya atau miskin, penulis tidak memilih mati ketimbang hidup, penulis tidak peduli lagi hidup memiliki jutaan musuh maupun milyaran sahabat, penulis yang tadinya mungkin orang paling egois di Indonesia bisa berubah total, membagi-bagikan ilmu yang diketahuinya secara gratis? Penulis sudah tidak terlalu peduli tidak lagi bangga diri juga tidak lagi malu, akan prestasi-prestasi penulis di masa lalu bahwa penulis pernah menjadi Hewlett Packard Youth Ambassador & Microsoft Student Ambassador? Penulis bahkan menjadi sangat malu ketika di masa lalu penulis selalu menyombongkan diri sebagai Juara I Menulis Artikel via Blog yang diselenggarakan Detiknet.com? Penulis menjadi malu akan ego penulis yang demikian tinggi di masa lalu dan tidak memiliki rasa solidaritas (merasakan apa yang dirasakan) terhadap business partner penulis sendiri? P Penulis menyesal karena ego (suara setan) penulis menjadi seperti anak setan (diberi julukan *damn lucky bastard*) yang begitu dibenci dan didirikan oleh teman-teman terdekat teman-temannya akan prestasi-prestasinya. di masa lalu karena ego dan bangga diri yang begitu tinggi hingga menjadi sombong dan sok pamer? Penulis akhirnya sadar bahwa penulis telah melupakan ajaran-ajaran nenek moyang dari yang begitu bijaksananya denan *folklore* dengan cerita 100 Candi Roro Jonggarang (bahwa tidak mungkin mungkin membangaun 1000 candi dalam semalam? Bahwa kita harus tetap menghormati ibu maupun ayah kita seperti kisah Malin Kundang? Penulis merasa sangat malu karena semua cerita tersebut sudah penulis ketahui tapi tidak penulis praktekkan dalam kehidupan sehari-hari? Bahwa banyak ajaran nenek moyang kita yang begitu bijaksananya tapi sayangnya kita tidak pernah menyadari ajarannya (baik tersurat maupun tersirat) dan menyerapkan moral ceritanya melalui berbagai peribahasa rajin pangkal pandai, hemat pangkal kaya akan peribahasa tong kosong nyaring bunyinya (kesombongan adalah awal kejatuhan kita). Coba kita lihat sejarah dengan cermat dan teliti lihat apa yang terjadi 100 tahun yang lalu bagaimana wilayah nusantara Kerajaan Hindu Majapahit yang demikian besarnya sampai ke Kepulauan Filipina yang dipersatukan oleh Patih Gajah Mada dengan susah payahnya sampai harus bersumpah tidak memakan buah kesukaannya, buah Palapa, akhirnya bisa hilang tak berbekas bahkan sudah dilupakan oleh mayoritas orang Indonesia? Lihatlah lebih dekat bagaimana Kerajaan Majapahit bisa jatuh karena tidak ada regenerasi kepemimpinan! Lihatlah bagaimana seorang pemuda lugu dan polos yang dipakai Tuhan, Daud, bisa mengalahkan raksasa barbar Goliath? Penulis sepenuhnya mendukung dan mengajak orang-orang berpikir dengan hati nurani (suara Tuhan) bukan dengan ego pribadi (suara setan) maupun logika bahwa untuk menjadi seorang Ketua Umum tidak perlu. Kaya raya punya uang 1 triliun, namun masih punya hari nurani tidak membiarkan orang-orang menderita karena Lumpur Lapindo? Gunakan saja akal sehat Anda, bagaimana mungkinb mantan orang terkaya di Indonesia sudi menggelontorkan 1 triliun untuk Golkar tapi tida pernah tuntas menangani Kasus Lapindo? Bagaimana mungkin Rupert Murdoch-nya Indonesia, konglonerat bisnis media bisa memimpin Golkar kalau mempin karyawannya saja tidak becus? Bagaimana mungkin ia sebagai pemilik bisnis pers, bisnis yang harusnya tidak disetir oleh hati nurani, malah akhirnya membiarkan diri terlarut dan ikut-ikutan media massa lain membuat berita yang tidak benar tanpa sabar menunbggu konfirmasi dari pihak yang (kebohongan pers terbesar namun pemerintah tidak menindak tegas). Hidup seperti apakah yang harusnya kita jalani? Hidup yang tidak disetir oleh ego lagi, tidak disetir oleh passion saja (lihat bagaimana penulis jadi tidaj bisa tidur selama 5 hari karena tidak bisa mengendalikan ego penulis untuk menulis ini secepat-cepatnya dan menyebarluaskannya sebanyak mungkin kemana-mana walaupun belum rampung). Lihatlah bahwa lebih cepat tidak selamanya lebih baik? Bahwa yang terjadi malah terlalu cepat membuat blunder fatal yang bisa menyebabkan media massadidenda ratusan miliar bahkan dibredel? Bukankah kita belajar bahwa oknum pers berubah menjadi anak-anak setan yang selalu menyebarkan apa saja yang dia tahu tanpa pernah memvalidasi dulu kebenarannya? Bukankah Pers Indonesiasedang merancang bom waktu yang begitu besar, yang bisa membunuh 3 juta TKI di Malaysia? Sadarkah kita bahwa Pers memiliki senjata yang lebih canggih dari bazooka? Sadarkah bahwa cukup di Indonesia ini satu parai saja supaya tidak ada konflik kepentingan atau golongan lagi? Sadarkan bahwa Pers adalah oposisi terbesar di dunia yang menyuarakan hati nurani rakyat? Coba lihat bagaimana suksesnya dan kaya rayanya Jakob Oetama dengan Kompas Gramedia Groupnya? Coba lihat bagaimana Kompas yang didirikan bersama PK Ojong (orang Cina) yang bisa menyuarakan takyat pribumi? Lalu mengapa bangsa Indonesia menjadi terkotak-kotak dan terpecah belah? Sadarkah mengapa Indonesia bisa dijajah begitu lamanya sampai 350 tahun karena begitu banyak pribumi pengkhianat yang menjual bangsa ini kepada Belanda? Bukankah Anda merasa kesal setiap kali membaca buku-buku sejarag mengapa setiap kali pahlawan kita diajak berunding oleh Belanda selalu saja bisa ditangkap, diasingkan dan dibunuh? Lihatlah bagaimana akhirnya koran yang didirikan jau sebelum Indoensia merdeka (1920) Harian Kompas koran nasional dengan oplah terbesar di Indonesia? Sadarkah bahwa sebenarnya Harian Kompas bisa dibagikan gratis ke bangsa Indonesia hanya dari keuntungan iklan dan donasi anak perusahaannya (mulai dari Hotel Santika sampai toko buku Gramedia? saja seperti koran-koran yang dibagikan di stasiun-stasiun MRT gratis di Malaysia dan Singapura? Sadarkah kita bahwa didalam media massa ada profesi *editor* (seorang blogger juga harusnya bisa menjadi editor bagi dirinya sendiri sebelum tulsannya disebarkan ke internet yang bisa diakses siapa saja di dunia ini? Sadarkah bahwa Pers (termasuk seluruh blogger maupun Kaskuser) sangat berdosa menyebarkan kebencian Anti-Malaysia hingga mamuncak pada perlakukan anarkis dan barbar generasi muda Indonsia? Sadarkah pers (atau pers sudah tuli (karena EGO (suara setan) yang demikian besar!) bahwa pemerintah selalu mengeluh Pers tidak seimbang? Mengapa pers selalu menyangkal? Mengapa pers tidak pernah mau berubah menjadi lebih bijaksana? Sadarakah bahwa itu semua karena pers terlalu egois hanya mementingkan golongan pers sendiri. Sadarkah bahwa dunia ini tidak hanya ada hitam atau putih (benar atau salah) namun juga ada warna abuabu (kebenaran komunal, sebuah kebenaran yang diakui secara bersama-sama di suatu wilayah bahwa dulu 64 tahun yang lalu anak-anak muda Indonesia bersatu bahwa kekerasan tidak bisa melawan kekerasan? Sadarkah bahwa sejarah terus berulang? Sadarkah kita bahwa terorisme menjadi sebuah *blessing in disguise*? Sadarkah bahwa ada gerakan yang begitu massif di kalangan generasi muda dengan menggunakan teknologi Web 2.0 Twitter? Sadarkah bahwa hari Sumpah Pemuda beulanmg kembali dengan deklarasi #Indonesia Unite (www.indonesiaunite.com? Bila kita semua masih belum bergabung dengan gerakan anak muda yang masih memiki hati nurani berarti benar kita memang masih memiliki EGO, kit amasih menunda-nunda untuk bersatu, kit amasih senang teriak-teriak ke warga keturunan Tionghoa Cina lo, pulang lo ke negara lo sono! Batak lo! atau Dasar Padang! atau Orang Bugis mau jadi presiden, mimpi lu yah? atau Orang Jawa-lah yang harusnya jadi presiden. Lihatlah bagaimana Amerika, negara barbar seperti kita juga, juga sudah jengah dengan dikotomi kulit putih dan kulih hitam? Bukan tidak mungkin ketika kita menerapkan ajaran pendiri-pendiri bangsa ini yang sudah jengah terpecah belah akhirnya bersatu padu habisan-habisan melawan penjajah keji, mengusirnya dari wilayah negara Indonesia ini sampai mati: MERDEKA atau MATI! Janganlah kita takut mati! Orang yang pengeciut tidak akan pernah merdeka sampai 350 tahun! Jadilah pemberani seperti Munir! Lihatlah bagaimana saya yang tadinya begitu pengecut menjadi begitu berani hidup (bukan hanya tidak takut mat tapi mati konyol seperti para teroris)! Berani hidup artinya tidak takut akan kegagalan, berani hidup artinya hidup yang sepenuh-penuhnya seperi kata mantan CEO Astra International, Bapak TP Rahmat, yang benar-benar menginspirasi dan mengubah total hidup penulis langit dan bumi, 180 derajat:* Hidup harus punya dream, hidup harus punya roadmap, hidup harus all out, hidup* harus habis-habisan! Saya memiliki kita juag bisa seperti Amerika, kita bisa memiliki Presiden Non-Jawa, Non-Muslim, bahkan mungkin etnis yang selama ini selalu termarjinalkan: etnis Tionghoa! Lihat bagaimana pemerintah Indonesia pura-pura tidak tau (pura-pura bego padahal sebenarnya tau) dan akhirnya menjadi pemerintah yang AUTIS (sibuk dengan dunianya sendiri, rebutan kursi, sibuk bikin RUU yang tidak perlu sibuk ngurusin rumah tangga orang lain (wong rumah tangga Manohara, bukankah Ibu Manohara adalaah pengkhianat bangsa Indonesia yang rela menjual anak kandungnya sendiri, menjual putrinya yang cantik kepada Pangeran Malaysia demi uang dan kemewahan? Mengapa media justru malah memblow-up seorang ibu iblis seperti pahlawan? Ibu yang baik itu justru seperti ibu David Hartono, yang mati-matian tidak pernah menyerah membela kebenaran! Membela anaknya dagingnya sendiri sampai habis-habisan! . Bukankah sudah seharusnya kita menindak tegas memenjarakan melalui proses hokum (tegakkan supremasi hokum) para pembicara-pembicara cepat kaya yang begitu memamerkan mobil Mercedez SLK di Majalah SWA ke seluruh bangsa Indonesia supaya pada ngiler jadi pengen beli mobil meewah tersebut (penulis sendiri termasuk yang sampai sekarang sulit melepaskan keinginan-keinginan hedonisme seperi punya helicopter, Mercedez SLK, dan barang-barang yang sebtulnya tidak perlu!) Penulis baru sadar bahwa penulis tidak butuh itu semua untuk menjadi kaya raya baru bisa menolong sesamanya! Penulis memulai dari apa yang penulis punya, talenta berpikir kritis dan menulis. Penulis malu apabila di masa lalu penulis pernah Juara I Lomba Penulisan Artikel via blog sampai foto penulis terpampang dalam situs Detikinet.com tapi penulis tidak menggunakannya untuk orang lain? Untuk apa kita diberi kelebihan kalau kita simpan sendiri toh setelah kita mati memangnya kita bawa semua itu? Untuk apa orang-orang terkaya Indonesia menimbun dana sampai 341 triliun di Singapura tapi masih banyak kelaparan di dunia ini! seperti Pak Tung Desem Waringin (penulis melihat lebih banyak mudaratnya, daripada untungnya, berapa banyak sih memang dari 8.000 orang Indonesia yang akhirnya *BAHAGIA* dan *PEDULI* dengan sesamanya? Apabila para pengkhianat bangsa ini tidak mau bertobat, tidak mau berubah mereka semua harus diisolasi & diasingkan di suatu pulau sendiri supaya mereka tidak menyebarkan virus kapitalis maupun sosialis komunis! Ato ungkapan-ungkapan yang menyakitkan orang lain tanpa kita berpikir apa yang akan kita rasakan kalau kita berada di posisi dia? kita orang paling egois di Indonesia Terorisme tidak bisa dilawan dengan penyergapan 18 jam dan tembakan membabi buta? Sadarkah bahwa teroris juga manusia? Sadarkah bahwa teroris adalah anak yang dilahirkan dari seorang ibu yang .memiliki mimpi bahwa anaknya menjadi bisa menyuarakan hati nurani rakyat? Sadarkah bahwa orang-orang pandiri (bodoh tapi sok pinter) yang mengatakan di Forum Pembaca Kompas Menteri Penerangannya perusahaan media massa itu sendiri ) yang tugasnya memfilter, meng-edit, mengolah, dan menampilkannya sesuai kaidah jurnalistik dan etika jurnalistik? tukang fitnah, tukang bohong, penyebar gossip, wartawan infotainment (paparazzi), kita menjadi dari kebohongan pers Noordin M Top DIPASTIKAN tewas? Lihatlah bagaimana Munir yang warga keturunan Arab (warha negara kelas dua) yang tadinya pengecut justru menjadi seorang pemberani yang tidak takut mati? Ingat slogan Koran Jakarta: Kebenaran itu tidak pernah Memihak. Yuddy Chrisnandi, sebagai Ketua Umum Golkar!) Lihatlah bagaimana Partai Golkar yang demikin besarnya di masa lalu bisa dikalahkan oleh Partai Demokrat yang baru didirikan beberapa tahun? Di Indonesia pada rezim Orde Baru, Seoharto, bisa jatuh dalam hitungan hari hanya karena mahasiswa yang sarjana pun? Lihatlah betapa kecilnya manusia di mata Tuhan. Lihatla \ begitu besar bisa runtuh hanya dalam sehari ke oleh Kerajaan Islam yang jauh lebih kecil! Bangunlah dari tidur lama Anda! Bangunlah dari ketidaksadaran Anda! Sadarilah, sadarilah, dan sadarilah bahwa sebenarnya Anda adalah ateis komunis dan menjadi anak setan ketika Betapa kecilnya manusia! dengan Indonesia di era Orde Lama ketika kita waktu itu begitu bangga menjadi bangsa yang besar, memiliki prestasi-prestasi kelas dunia bahkan memiliki kekuatan militer yang merasa diri paling disegani, merasa diri paling benar dengan slogan-slogan Ganyang Malaysia!, Inggris kita linggis hebat sendiri di dunia dan padi semakin berisi justru makin merunduk dan semut? penulis menghamba pada sistem ekonomi kapitaliis murni, yang menginjak-injak membayar upah programmer dengan sangat rendah namun menjual software dengan begitu tingginya? Para karyawan penulis dan men hingga penulis kehilangan sahabat terbaik penulis sendiri ketika penulis memamerkan foto penulis yang masuk Kompas Penulis tidak lagi memilih sehat ketimbang saki. Penulis sepenuhnya sadar bahwa apa tidak perlu gengsi bahwa penulis sakin miskinnya tidak mampu beli kapal pesiar helikopter, mobil mewah, laptop, bahkan Blackberry!. Buku tersebut seperti malah penulis buku kanak-kanak Harry Potter J.K Rowling bukunya bisa diterbitkan menjadi film atau *blogger Kambing Jantan*, Raditya Dika bahkan akan segera *sparing partner* bermain film dengan bintang film legendaris dunia, Miyabi! Bukankah itu hebat sekali? Yah betul, karena mereka sebenarnya bisa mencapai semua itu karena mereka tanpa mereka sadari sudah mencapai apa yang dikatakan oleh Oscar Wilde tahap kebijaksanaan / *true knowledge */ *wisdom* *To know what You Know and to Know what You Don`t Know that is the true knowledge! * * * Coba Anda lihat orang-orang di sekeliling Anda, berpikirlah dengan kritis layaknya Pak Andreas Harefa dalam artikel Mengapa . Mengapa orang terkaya di Indonesia, mengapa orang-orang yang mencapai tahap kaya tersebut begitu rendah hati dan tidak pernah mengadakan seminar cara menjadi kaya raya? : mengetahui dan menerapkan teori The *Science of Getting Rich* (*The Secret & Laws of Attraction* merupakan simplifikasi dari teori tersebut yang menghilangkan bagian-bagian rasionalitas pada bukunya.pada *state* yang disebut *sukses (sukses itu relatif)*, yang tidak menjual ilmu-ilmu cepat kaya bisa memiliki. Saya baru mengetahui rahasianya justru dari seorang multijutawan Kelvin Hui (CEO Ambacth System) dan penyebar ajaran Berani Gagal PS Billi Lim, atau penulis buku atau penulis buku (Bulit to Last) orang-orang yang termasuk dalam daftar 1 juta orang terkaya di dunia. Kok masih sok pinter menberikan pengajaran (nabi-nabi palsu), Penulis pribadi sudah belasan kali mengikuti seminar-seminar cepat kaya namun kok semakin lama penulis semakin sulit untuk kaya dan malah semakin merasa stress (tidak bahagia) karena selalu merasa miskin (selalu melihat yang lain lebih kaya, tidak pernah bersyukur!) tesebut Karena mereka adalah kapitalis murni yang memang memberikan Coba Anda lihat apa Sam Walton, Bill Gates, yang memberikan pengajaran palsu tentang lebih hebat jadi orang kaya daripada orang miskin! Padahal apakah Tuhan hanya memihak orang kaya atau orang miskin? Apakah Tuhan hanya memihak warga negara Amerika Serikat yang mendominasi 100 orang terkaya di dunia, bangsa Yahudi yang jenius, bangsa Arab yang diberkati dengan minyak melimpah ruah, bangsa Indonesia yang diberkati dengan kekayaan alam yang melimpah ruah. hingga mereka bisa menguasai 98% perputaran uang di dunia? Inilah *value *tertinggi yang harus dimiliki para wartawan Indonesia ) Karena beritanya sudah pasti akan memihak, beritanya bukannya berisi kebenaran sejati (absulut) Butuh waktu 7 tahun lebih bagi saya untuk benar-benar memahami kata-kata beliau, hingga akhirnya saya baru saya ketika penulis sendiri yang mengalaminya, penulis menangis deras sekali ketika menulis artikel ini. Namun penulis sadar bahwa harus ada keseimbangan, netralitas, tidak boleh berat sebelah (seperti yang selalu disangkal Pers Indonesia) dalam penulisan: *emotional intelligence (EQ=pengendalian diri ego manusia, EGO=suara Setan), rasionalitas dan logika (IQ=ilmu pengetahuan=buah terlarang yang membuat manusia malu bahwa ternyata dirinya bodoh!) dan hati nurani (spiritual intelligence=suara Tuhan).* ** Pintu kebebasan pers yang dibuka lebar-lebar sejak jaman mantan Presiden Gus Dur sebenarnya adalah bentuk simulasi kehidupan Adam dan Hawa di Taman Eden. waktu Seorang wartawan tidak boleh menangis ketika sedang menulis sebuah tulisan, artikel, atau pun berita! Dengan memandang polemik RUU Rahasia Negara (RN), Lho kok isinya RUU RN kok seperti itu yah? Memangnya Negara itu siapa? Apakah negara sama dengan permerintah? Apakah Negara sama dengan Pers? Apakah Negara sama dengan rakyat? Ataukah Negara sama dengan Bukankah itu . Kematian Munir Pers Indonesia telah disusupi oleh prinsip bisnis *kapitalis industrialis murni* pengusaha media terbesar di dunia, Rupert Murdoch: *bad news is good news*! Yup,Rupert Murdoch tahu betul bahwa berita buruk yang bombastis, sensational, dengan headline-headline murahan (lihat saja bagaimana tidak bermutunya headline-headline media massa (baik media cetak, media elektronik maupun media internet) yang dipilih oleh Rupert Murdoch murni yang lebih senang menghamba pada rating (ekstrem kanan) ketimbang kualitas dan kebergunaaan berita (ekstrem kiri). * * *Anonim* *Cyberjournalist Blogger* *International Trainer* [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ "We cannot all do great things.But we can do small things with great love." - Mother Teresa --------------------------------------------------------- BinusNet founded on Dec 28, 1998 Owner : Johan Setiawan Moderator BinusNet : Suryadi Liawatimena & Surya Iskandar Stop or Unsubscribe: send blank email to [email protected] Questions or Suggestions, send e-mail to [email protected] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/binusnet/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/binusnet/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[email protected] mailto:[email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
