Mungkin jawaban saya bisa membantu. Es / salju menumpuk di kutub utara dan selatan karena wilayah kutub adalah yang paling sedikit mendapatkan sinar matahari. Bahkan pada area tertentu di kutub utara / selatan setiap tahunnya akan mengalami gelap total selama 6 bulan penuh (musim dingin), lalu mengalami keadaan seperti pagi hari terus-menerus selama 6 bulan penuh juga (musim panas). Begitu seterusnya terjadi selama jutaan bahkan milyaran tahun. Keadaan seperti pagi hari terus-menerus itu adalah keadaan dimana matahari berkeliling tepian daratan dengan posisi sedikit di atas garis horisontal bumi tanpa terbenam sama sekali selama kira2 6 bulan. Kalau kita berdiri di daerah kutub di suatu hamparan es datar yang sangat luas dan menghadap ke suatu arah yang sama selama seharian penuh, maka matahari akan terlihat memutari diri kita dari depan ke kanan, ke belakang, ke kiri dan balik ke depan lagi (bukan dari bawah, ke atas dan ke bawah lagi). Dan seterusnya. Dengan demikian, di kutub tidak pernah matahari mencapai ketinggian di atas kepala manusia. Hal ini menyebabkan suhu udara di kutub menjadi sangat dingin, mencapai minus 40 derajat celcius atau lebih. Sekedar mengingatkan yang pernah kita dapatkan waktu sekolah dulu, penjelasan yang lebih mendasar adalah sbb : Bumi kita berotasi dengan poros putaran / sumbu rotasi (sumbu ini bisa dibayangkan seperti sebatang sumpit) yang menghubungkan kutub utara dan selatan, gambaran ini bisa dilihat pada miniatur bumi (globe) yang dijual di toko2 buku. Rotasi tersebut seperti gasing yang dimainkan. Bumi berputar dari arah barat ke timur. Selain berotasi, bumi pun berevolusi (mengelilingi matahari). Dengan adanya rotasi dan revolusi tersebut, maka kita semua yang tinggal di daerah khatulistiwa sampai daerah yang mendekati kutub akan selalu melihat seakan-akan matahari mengelilingi bumi dari pagi hingga petang, dari timur ke barat, dari bawah ke atas dan ke bawah lagi. Padalah itu terjadi karena bumilah yang berotasi dari barat ke timur. Pada saat kita melihat sunset, seakan-akan matahari menjauhi kita. Yang terjadi sebenarnya adalah posisi kita duduk sedang menjauhi matahari dengan kecepatan sekitar 1.600 kilometer per jam. Sebagian besar negara2 di bumi terletak di antara kutub utara dan kutub selatan. Daratan / lautan yang letaknya paling jauh dari kutub utara dan kutub selatan disebut daerah khatulistiwa. Wilayah ini paling banyak mendapatkan sinar matahari, sehingga tidak mengenal musim dingin dan musim panas. Sedangkan pada daerah non tropis tetapi juga bukan di kutub, pada saat posisi matahari di bagian utara garis khatulistiwa, maka bumi bagian selatan khatulistiwa akan mengalami musim dingin (sinar mataharinya lebih sebentar / sedikit). Dan sebaliknya. Makanya di daerah Eropa atau Kanada atau New Zealand yang mendekati kutub, mereka pun bisa mengalami musim salju. Selain karena akibat letak geografis terhadap sinar matahari seperti tersebut di atas, penumpukan es/salju pun bisa terjadi di wilayah non kutub karena tergantung pada ketinggian daratannya. Di daratan rendah, lapisan atmosfirnya sangat padat, sehingga panas yang timbul akibat sinar matahari akan menetap (terjebak) agak lama dan menghangatkan daratan tersebut. Sedangkan di daratan tinggi, lapisan atmosfirnya semakin tinggi akan semakin tipis. Sehingga panas yang terjadi akan cepat hilang karena tidak terlalu diikat oleh atmosfir dan berubah menjadi dingin sekali pada malam hari. Itulah mengapa pada gunung-gunung yang puncaknya di atas ketinggian 4 kilometer bisa saja ditutupi salju abadi, meskipun berada di wilayah khatulistiwa. Contohnya puncak Jayawijaya di Papua. Rata-rata setiap kenaikan ketinggian 100 meter dari daratan akan menyebabkan penurunan suhu 1 derajat celcius. Semoga penjelasan ini bisa menjawab pertanyaan Bu Anatta. Tks. Regards, Yudi
--- On Sun, 12/6/09, anatta net <[email protected]> wrote: From: anatta net <[email protected]> Subject: [BinusNet] Bagaimana cara es bisa menumpuk dikutub? To: [email protected] Date: Sunday, December 6, 2009, 9:44 PM Dear all, Agak oot kali ya, tapi ini pertanyaan yang blm saya dapat jawabannya. Selama ini kita hanya sibuk membicarakan es kutub mencair, air laut naik. Nah skrg pertanyaannya, bagaimana prosesnya es bisa numpuk dikutub? thx [Non-text portions of this message have been removed]
