Menarik utk dikaji artikel ini:


http://groups.yahoo.com/group/tarbawi_community/message/9173


didi creep <didi_cr...@...> 

didi_creep 


Trs: [Audittindo] Fwd: [IASII] Benarkah Pembobolan ATM cukup dengan
metoda Skimming? Mengapa tidak melihat kemungkinan lain yang lebih mudah


sebuah sudut panddang dari suatu masalah 


--- Pada Sel, 2/2/10, didi atmaja <didi_atm...@...> menulis:


Dari: didi atmaja <didi_atm...@...>
Judul:
Trs: [Audittindo] Fwd: [IASII] Benarkah Pembobolan ATM cukup dengan
metoda Skimming? Mengapa tidak melihat kemungkinan lain yang lebih mudah
Kepada: "didi atmaja" <didi_cr...@...>
Tanggal: Selasa, 2 Februari, 2010, 12:55 AM








--- Pada Sel, 26/1/10, Chandra Yulistia <chand...@...> menulis:


Dari: Chandra Yulistia <chand...@...>
Judul:
[Audittindo] Fwd: [IASII] Benarkah Pembobolan ATM cukup dengan metoda
Skimming? Mengapa tidak melihat kemungkinan lain yang lebih mudah
Kepada: "Audittindo" <[email protected]>
Tanggal: Selasa, 26 Januari, 2010, 11:59 AM


 

Rekan-rekan Anggota Milis Audittindo Yth.,

Mungkin dibawah ini bisa membuka suatu perpektif yang lebih luas bagi 
kita semua ...

Salam,
CY

-------- Original Message --------
Subject: [IASII] Benarkah Pembobolan ATM cukup dengan metoda Skimming?
Mengapa tidak melihat kemungkinan lain yang lebih mudah
Date: Tue, 26 Jan 2010 09:03:55 +0700
From: hnoe...@iasii <hnoe...@iasii. or.id>
To: IASII <ia...@yahoogroups. com>

Yth Rekan2 IASII,

Semalam ada yng kirim sms :" pak apa mungkin kalau skimming bisa 
mengumpulkan ribuan nomor dan PIN?".

Jawaban saya :

- dihitung saja, kalau punya 100 team skimmer, bekerja serentak
sepanjang hari, dan nasabah datang tiap
10 menit, berapa total PIN dan
nomor yang bisa dimiliki.dalam sehari, dengan catatan pemasangan tidak
mungkin bisa 24 jam, karena pasti harus pasang cabut
sebelum petugas bank datang, karena tidak mungkin petugas bank yang
sehari2 memeriksa isi tidak tahu ada perbedaan di ATMnya.

- Harga alat juga tidak murah dan tidak bisa dibeli dimana saja, karena
dibuat hanya oleh perusahaan illegal, tentunya dengan jumlah sedikit
alatnya pasti mahal, jadi harus ada modal.

Saya sudah lebih dari 20 tahun tidak bersinggungan dengan teknologi ATM, 
terakhir saya terlibat di tahun 1986, namun saya masih ingat risiko yang 
menjadi perhatian waktu itu, karena bagi teknisi software ATM yang 
menguasai teknologi dan punya alatnya maka membobol isi ATM itu sama 
sekali tidak sulit.

Pada masa itu orang lebih takut kepada Wire-tapping pakai communication
analyser, karena :semua trafic data bisa dilihat telanjang di jalur

paket komunikasi, oleh karenanya pada masa itu di dorong orang 
mempergunakan inkriptor baik antara antara ATM dan Pusat kendali ATM 
(ATM switching), dan antara ATM switching dengan Core-Banking 
Application bila lokasinya berbeda.

Semua isi di jalur komunikasi bisa dilihat persis sama dengan aslinya 
kecuali Password yang di inkripsi dengan software. dan hanya bisa dibuka 
oleh mereka yang tahu logika inkripsi dan incription-key yang 
dipergunakan oleh ATM switching. sehingga modus pembobolan ATM bisa 
dilakukan dengan:

- Memberikan jawaban palsu antara ATM dengan komputer pembobol, ketika
pelaku pembobolan mau mengambil uang di ATM, dan bisa terjadi pembobolan
sebatas ATM tanpa membebani rekening nasabah di Bank, dan ini mudah
diketahui bila CashCount, karena uang tidak cocok dengan tidak

- Memberikan data transfer palsu seakan akan dari salah satu ATM kepada
ATM Switching, pola ini bisa
dipergunakan dengan untuk mengambil uang
nasabah tanpa harus datang ke ATM.

Dengan adanya penggunaan kartu debit untuk belanja, maka sebenarnya 
pencurian password tidak perlu dilakukan dengan skimming dll yang butuh 
biaya mahal, cukup dengan menghafal pin yang diketik pelanggan di EDC 
ketika membayar belanjanya, dan membuat catatan nomor rekening dan 
PINnya, dan tidak perlu cape2 buat kartu ATM karena transaksi bisa 
dilakukan dengan transfer antar rekening atau bank melalui internet banking.

Dari kondisi diatas kiranya rekan2 dapat menambahkan risk area dalam 
layanan ATM sebagai bagian yang harus dilengkapi dalam prosedur 
pengamanan internal yang menjadi objek audit.

Semoga bermanfaat, dan tidak terkecoh oleh berita media yang mungkin 
justru menutup kelemahan suatu Bank.

Wass.
Hari S.noegroho.

Note: kita perlu juga waspada mempelajari kasus ini untuk mengamankan 
Pasar Bisnis
Perbankan Nasional, semoga tidak menjadi bagian dari upaya 
menghancurkan pasar Bank Nasional kita , karena yang jadi sasaran kasus 
secara besar2an justru Bank Lokal yang masih dimiliki oleh Pengusaha 
Lokal maupun Negara, bukan BankLokal yang sudah dikuasai oleh Asing atau 
Bank Asing yang beroperasi di Indonesia.



      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke