Salam kenal...kalau di EPL, jika nilai sama, maka yang ditentukan selisih golnya, kemudian jumlah gol memasukkannya. Jika tetap sama, maka ditentukan dengan pertandingan play off di tempat netral. Di Seri A, dulu, jika nilai sama, diadakan pertandingan play off. Tapi, sejak tahun 2005-2006, jika nilainya sama yang dipakai head to head system. kalaupun tetap sama (jika laga tandang maupun kandang saling mengalahkan dengan skor sama, atau imbang dengan skor sama), maka yang dihitung selisih golnya. Kalaupun tetap sama, baru diadakan pertandingan play off. Di La Liga, jika poinnya sama, maka ditentukan dengan head to head system. Jika masih tetap sama, maka dihitung selisih golnya. Kemudian, baru menghitung jumlah gol memasukkannya.
Dari ketiga liga tersebut, hanya Inggris yang tidak memakai sistem head to head untuk menentukan juara jika perolehan poinnya sama. Saya pikir, melihat situasi klasmen saat ini di tiga liga tersebut, tahapan hierarki sistem penentuan juara di atas, jika punya jumlah poin yang sama, tak semuanya terpakai.
