Salam kenal, 
   
  Saya setuju dengan apa yang Pak Pram utarakan..Saya ingin sekedar menambahkan 
mengenai model desa syariah ini. Apakah modelnya kira2 sama dengan Grameen Bank 
yang dirintis oleh Muhammad Yunus di Bangladesh? Saya kira sistem kerja yang 
dianut oleh Grameen Bank cukup layak untuk dirintis di Indonesia. Tentu saja 
harus diadaptasi dengan kultur kebudayaan masyarakat kita. Artinya memang 
sebaiknya memprioritaskan pengembangan perbankan syariah melalui masyarakat 
kelas ekonomi menengah ke bawah. Selain masyarakat pada golongan ini merupakan 
jumlah terbesar di Indonesia, masyarakt golongan ini akan mendapatkan manfaat 
yang jauh lebih besar. byangkan jika peran rentenir dan sistem ijon di pedesaan 
digantikan oleh peran perbankan syariah yang menitikberatkan dalam penmbangunan 
ekonomi dan akhlak secara bersamaan. Pendekatan terhadap para "wong cilik" 
seharusnya juga dapat menjadi fokus utama dalam penmgembangan perbankan 
syariah...
   
  Salam Ekonomi Syariah, 
   
  Riski
   
  
Pramudya <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          
--- adji waluyo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Bener banget pak bambang, i deal with u.
> secara teori seperti itu, mudah2an aplikasinya juga
> sesuai. Saya kemarin
> bertemu dengan seorang profesional yang bekerja di
> industri makanan yang
> tertarik dengan dunia syariah.
> 
> Setelah diskusi panjang lebar, ternyata si
> profesional tadi menyimpulkan 3
> hal:
> 1. Ekonomi Syariah selama ini hanya sebatas
> teori!!!!! Tidak teraplikasikan
> secara riil di lapangan.......sedih!!!walaupun
> kenyataannya benar. Yang
> terjadi hanyalah berkembangnya lembaga keuangan,
> tapi tanpa diimbangi oleh
> adanya INVESTASI YANG BERSIFAT TIDAK PASTI tadi
> untuk mendukung sektor riil.
> Ucap si profesional tadi..............selain itu dia
> juga berujar, if gak
> ada dukungan regulasi undang2, ya sami mawon!!!!
> paling paling berkembangnya
> gak jauh dari 2,5%...(kaya zakat aja..he..he..he)
> 2. Bank syariah belum ada yang mempunyai gedung
> sendiri yang dia bangun dari
> uangnya BANK SYARIAH itu sendiri, BENER GAK
> SIHHH???ada yang tau, bank
> syariah mana yang sudah membangun Gedung di
> sepanjang Sudirman ini????bukan
> sewa lho??
> 3. Apakah sudah ada yang membuat model desa terpadu
> atau percontohan
> pengembangan ekonomi syariah di
> lapangan/dimasyarkat, mungkin sudah ada yang
> dilakukan BAZNAS, klo di BANK SYARIAH apakah sudah
> ada?MOHON SHARING-NYA,
> untuk penjelasan kepada si Profesional tadi.
> 
> Tidak ada maksud untuk destruktif, mohon maaf dan
> terima kasih atas
> perhatian rekan semua. MARI KEMBANGKAN EKONOMI
> SYARIAH SECARA NYATA !!!!
> 
> Pengamat dan Penganut Ekonomi Syariah
> 
> Adji Waluyo
>

Boleh ya ikut diskusi ....

Implementasi ekonomi syariah di Indonesia ini memang
belum sesuai dengan yang diharapkan boleh dibilang
masih bibawah 30% (=namun saya salut sama pejuang
ekonomi syariah yang mengatakan lebih baik ambil yang
30% dari pada meninggalkannya sama sekali, sambil
sedikit-sedikit menata sistem sesuai dengan syariah.
Ok katakan sampai saat ini tidak ada dukungan dari
pemerintah (infrastrukktur,.. seperti di malaysia
sana,.. sampai-sampai untuk proyek pemerintah wajib
dananya tersalur melalui bank syariah) pelaksanaannya
bisa dari diri kira sendiri, misal si profesional tadi
segera berinvestasi di bank syariah (tabungan, giro,
deposito) atau buat mahasiswa (mis. UIN atau
Universitas berbasis agama islam lainnya) minta agar
pembayaran uang iuran sekolah melalui bank syariah....
artinya disini dari diri senddiri dululah apa yang
bisa dilakkukan (culture bangsa indonesia biasanya sih
minta atau nuntut dulu... he.. he..). Untuk investasi
di sektor riel bisa dilihat di statistik perbankan
syariah menunjukkan angka yang terus meningkat. Namun
perlu disadari pula bahwa masyarakat indonesia bukan
"trust society" seperti katakanlah masyarakat jepang,
yang kalo nunggak malu... (di Indonesia dah
nunggak/ngemplang ... petantang petenteng lagi..
he..he..). Artinya disini perlu proses tidak sebentar
untuk terciptanya transaksi bagi hasil, karena yang
diperlukan disini adalah "trust" itu tadi, 'untung
katakan untung dan rugi katakan rugi', sehingga
biasanya pembiayaan bagi hasil di mulai dari Jual Beli
dulu (Murabahah).

Masalah apakah gedung harus punya sendiri atau sewa
itu kembali kepada "Efisien atau tidaknya alternatif
kepemilikan gedung, sewa, beli atau bangun,... inget
Dasar-dasar Manajemen keuangan mengenai keputusan
budget..... jadi bukan hal yang prinsipil saya kira 

Model desa syariah anda bisa cari informasi di daerah
Nongkojajar Malang, yang dikembangkan UIN Malang dan
perbankan syariah di malang dan juga Kopontren
Sidogiri di Pasuruan. Mengenai hal ini sudah siapkah
kita dan ikhlas kah kita meninggalkan hal-hal yang
selama ini melingkupi pikiran dan kehidupan kita untuk
berkehidupan sesuai syariah... (Mis. yang kecil aja
tidak disogok dan menyogok atau inget gak RUU
Pornoaksi kemana ya sekarang? ... dan masih banyak hal
kecil lainnya yang barangkali anda bisa cari contoh
sendiri..)

Bravo Ekonomi Islam...

__________________________________________________________
Fussy? Opinionated? Impossible to please? Perfect. Join Yahoo!'s user panel and 
lay it on us. http://surveylink.yahoo.com/gmrs/yahoo_panel_invite.asp?a=7 



                         

       
---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!

Kirim email ke