tante astuti, tante megawati kan punya kemauan yang besar untuk kembali memimpin negeri ini, enggak salah kan dan suaminya om taufik kiemas juga punya kemauan dong, supaya sang istri bisa jadi presiden lagi, hak merekalah sebenarnya, kalau ada masalah dengan berbagai kebijakan yang dianggap aneh, yaa itu namanya resiko jadi pemimpin toh, kalau ada kesan bahwa ada nepotisme dalam kepemimpinannya, yaa itu namanya pertarungan opini saja, kalau ada pernyataan bahwa megawati sudah mulai smart, yaa itu namanya sanjungan yang memang dinanti pendukungnya, kalau ada bisik-bisik bahwa taufik kiemas suka bisnis politik, yaa itu namanya sudah rahasia umum, masalahnya adalah, sebagai pemimpin apa megawati bisa menimbang-nimbang mana saja bisikan yang bermanfaat buat negara, atau mana saja bisikan yang hanya untuk kepentingan golongannya saja, para pembisik yang sudah sekian lama bersama megawati, tentu paham betul kadar atau takaran emosi sang pemimpin, pasti dan pasti, tentu ada pembisik favorit-nya dan banyak pembisik kelas dua, yang tahu betul saat mana yang tepat untuk membisikinya, para pembisik tahu betul , kapan sang pemimpin sedang bungah hatinya, atau kapan sang mbak sedang gundah, pilu atau cemberut seharian. nah buat kita-kita ini, selama pdip masih jadi partai terbuka, tentu harus tetap terbuka dong kalau ada yang ngeritik dan beri masukkan, jangan sampai para pembisik membuat sang mbak seperti katak dalam tempurung, jangan membuat si mbak hanya disodori gagasan yang instan aja, emangnya si mbak suka makan mie instan ? mau dong nyinyipin dikit mie instan-nya buatannya om taufik sang suami yang tambah bohai itu, ajak si mbak berfikir jernih, terbuka, kritis dan obyektif juga dong . pesan ini juga untuk para pemimpin lainnya yang mau nyapres, hehehehe salambambangsulistomo.
2009/4/28 <[email protected]> > Kalau saja Mega bukan putri seorang Bung Karno - > akankah dia bisa memimpin partai ? > Akankah dia bisa menjadi presiden ? > Merdeka ! > Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung > Teruuusss...!
