Saya justru salut (tapi juga prihatin) pada PDIP. Bukan karena Megawatinya, tapi PDIP satu-satunya partai yang berani tampi beda, konsisten dan lebih mementingkan rakyat daripada kekuasaan.
Disaat partai2 lain sejak pemilu 2004 takut kehilangan kekuasaan, hingga pemilu 2009, seakan tidak berdaya apabila tidak masuk koalisi pemerintahan, PDIP justru konsisten dengan komitmen politiknya. Lihat ulah politisi kita, komunikasi politik yang coba mereka bangun, bikin pusing konstituennya saja. Gampang benar mereka (para elit) ngomong mau koalisi sama A, sama B, padahal konstituennya blum tentu aja suka, sedang mereka tujuannya tidak lain untuk kekuasaan. Katanya itu itung2an realistis. realisitis apanya? bergabung dengan yang bakal menang biar bisa bagi2 kursi di kabinet gitu, ya? Golkar, PAN, PKS, PKB, PPP, aduh... ini partai2 koq gak mandiri amat sih, seakan kiamat kalau ga merapat ke SBY. PKS ancam SBY-lah kalo SBY nikah sama JK. JK jadi binun karena jodoh gak ketemu2, jadi pengen rujuk lagi dgn papa SBY. Aduh... pusing gw liat elit parpol yang katanya parpol gede, gede dengkulnya, kale! Prihatinnya, PDIP ini belum pernah menikmati indahnya kekuasaan. Setelah "dijajah" orde baru puluhan tahun, namun sempat 2 tahun memimpin. 2 tahun tidak cukup bagi seorang pemimpin apalagi memimpin sebuah negara besar seperti RI. Adakah kesuksesan yang diraih SBY selama 2 tahun, selain bencana dan korban meninggal berlimpah ruah? Jadi tidak adil, kalau kemudian PDIP disebut gagal memerintah.. Saya lebih memilih PDIP yang bukan penjilat, daripada mereka yang haus duit rakyat, apa namanya kalau bukan ketakutan tidak duduk di kabinet??? Wassalam, Ade --- In [email protected], Haniwar Syarif <haniwarsya...@...> wrote: > > yang pasti SBY > > akan cuma jadi jenderal pensiunan kalau gak diangkat bu Mega jadi Menko > > > nah ini kemungkinan besar betul deee > > > eh nggak tahu diri malah boong waktu ditanya mau nyalonin jadi presiden .. > > eh para pednukung nya malah menghujat Mega yg > telah jelas sangat menghargai ...dgn angkat dia > jadi menko padahal udah di pecaty abis oleh GD > > > > HS
