Sebenarnya , saya bukan pakar dalam hal ini, saya pikir hal mengenai
kammas dan samsara yg pastinya sangat dalam artinya dan mungkin perlu
pencerahan dari yang lebih ahli..
 
Mgk satu konsep ttg sunyata (emptiness) yg bisa dikaitkan kepada 'ada'
dan 'tiada'...agak sulit membayangkan bahwa sunyata adalah konsep
emptiness, dimana emptiness (di sini) tidak sama dengan nothingness...
 
Jadi ketika mengartikan ttg sunyata, apakah itu ada atau tidak ada?
emptiness is form and the very form is emptiness?
 
Kalau dipikir2, mirip2 filosofi Vulcan?
 
--
 
Sekali lagi mengenai masalah buddhism, ini hal yg mendalam, jadi maafkan
jika penjelasannya krg lengkap atau malah berkembang liar...(abis
kadang2 pemikiran ini cenderung tidak mau terkungkung sih...)


________________________________

        From: [email protected]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Sharif Dayan
        Sent: 31. toukokuuta 2007 10:06
        To: [Indo-StarTrek]
        Subject: [Indo-StarTrek] Re: Dimensi lain -> Alam Induk
(Super-universe)
        
        

        Salam Sejahtera...
        
        Terlebih dulu saya sampaikan ucapan "Selamat Menyambut Waisyak"
pada rekan-rekan di sini 
        yang Buddhis. Kiranya segenap manusia berbahagia...
        
        Pada Kamis, 31 Mei 2007, Alidjaja Ivan menulis:
        
        > Apakah yg dimaksudkan bung Sharif adalah 31 planes of
existence? Yg
        > dimulai dari niraya ('hell') to sampai level arupa-loka?
        
        Yak, itu dia ! Maaf, saya keliru mengenai jumlahnya. Saya rasa
pembicaraan mengenai
        niraya dan arupa-loka masih sesuai dengan ST, karena dalam salah
satu episoda VOY
        diceritakan Janeway disambut oleh yang mengaku ayahnya, padahal
sebenarnya ia berasal dari
        'alam' lain yang dipenuhi kobaran api, yang disebutnya sebagai
"Matrix", namun 
        mengingatkan saya pada penggambaran neraka menurut pemahaman
agama-agama garis 
        Abraham/Ibrahim.
        
        Bicara tentang arupa-loka, saya pernah berwisata ke Borobudur.
Di sanalah saya mengenal
        mengenai Rupadatu dan Arupadatu, kira-kira artinya "berbentuk /
ada" dan "tidak berbentuk
        / tiada". Sesuai konsep Buddhisme, sejauh yang saya tahu, "ada"
dan "tiada' maknanya tidak
        sama dengan yang saat ini dimengerti secara umum oleh kita.
        
        Bagaimana ?
        
        Sharif Dayan
        
        

         



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke