Aslinya, Godzilla adalah pahlawan anak2 jadi tidak boleh digambarkan
merusak. Godzilla membela bumi dari serangan monster angkasa luar,
misalnya Mothra. 
Godzilla hanya merusak di bumi apabila ia diancam. Menurut cerita
aslinya, ada sekelompok orang yang akan membunuh Godzilla, tapi selalu
dalam kisahnya ada seorang anak yang bisa menyelamatkan nya (biasanya
anak itu keponakan, tetangga, atau kenalan seorang professor/scientist
yang ikut membela Godzilla). 

Justru film remake yang versi america itu membuat Godzilla menjadi
musuh manusia di bumi. TV jepang agak kaget setelah tau bahwa tokoh
pahlawan mereka dijadikan musuh, karena itu, setelah film Godzilla
versi usa itu, Jepang membuat film lanjutannya, dimana Godzilla yang
asli datang membela manusia bumi dan membunuh anak2 godzilla usa yang
tersisa itu. Of course the battle between the two godzilla is the
best!! And of course, the american one has to die. he he he...

Godzilla asal katanya God-Lizzard, dewanya para kadal.

Jadi, science background gak banyak berguna juga kalau ide pembuatan
film nya nyolong punya negara lain terus di ubah versinya. Visualisasi
juga gak menolong, kalau sepanjang film kejadiannya malam hari terus
dan di lorong2 terus... nyuri scene dari film Alien dan Aliens??? Di
asia film itu gak laku karena penggemar film asia tau Godzilla yang
asli. Gak laku di amrik juga, karena dalam film jagoannya orang
perancis... ha ha ha... gara2 biar ada scientific background karena
kapal milik perancis yang sering bawa2 nuclear ke pulau dan ke laut
sampai di protes negara2 yang dilewati. 

I guess, dalam hal film Godzilla, justru scientific background killed
the story. Gak ada lawan monster dari angkasa luar, ya apa bagusnya
kisah Godzilla? Gak ada jagoan anak kecil yang bersahabat dengan
Godzilla, mana ada anak2 yang suka? Dianggap film dewasa lha koq mirip
film aliens. Jagoan tentara perancis apa gak salah pilih, lha wong
orang amrik hobbynya ngeledekin orang perancis... tentara perancis
lebih canggih daripada US Army, dll yang asal tembak itu, ya gak
sukses di amrik lah. 

IMO kalau pendekatan2 scientific membuat film gagal total di pasaran,
mending gak usah dipakai. Yang original is much better. Fantasy has
sky as the limit kalau dihilangkan, it falls flat. Contoh nya film
Troy. Mengeliminasi mythology malah membuat film itu terkesan menjadi
drama yang lambat, sampai2 saat itu banyak diledek "Troy in 5 minutes"
karena tanpa mythology yang melatar belakangi, kisah Troy sebetulnya
bisa selesai dalam 5 menit saja... ha ha ha... 

My point is: Never change an original idea. It is so hard to come up
with just one, it will be a disaster to remake it in a different way. 

Salam,
Indie




--- In [email protected], "iful_17sb" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Gw bukan penggemar 'Transformer' yg asli (seri tv) ataupun 'Godzilla',
> tapi ke dua film tsb telah dibuat ulang dng pendekatan visualisasi yg
> lebih 'sci-fi' menjadi enak dan diterima oleh pikiran gw. 

Kirim email ke