Exactly why we both love Peter David dalam hubungan nya dengan Star Trek toh?
Karakter2 ST yang ditulis oleh Peter David dalam novel nya menjadi lebih punya isi. Lebih dekat ke realita, dan karenanya bisa menyentuh pembaca. Sehingga apabila dia terancam maka pembaca menjadi tegang. Itu yang gak ada di semua film star trek. Seperti kata2 yang selalu kita dengar dari kritikus: Star Trek has a reset button at the end of the films. Itu yang mesti dihilangkan. So... why no one has asked the man to write the script? Salam, Indie --- In [email protected], "Ario Wirawan" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Selain pace, lebih mendekatkan ke realita juga penting. Entah kenapa, paling > enggak bagi gue pribadi, muncul nuansa seakan-akan Kirk dan Picard itu > "dewa" yang tak terkalahkan. Emang ada sih ancaman. Tapi enggak terasa > betul-betul fatal gitu. Seakan, apa pun yang terjadi, pasti bisa mereka > atasi. Sekarang udah nggak boleh lagi kayak gitu. Harus dibikin seperti > Casino Royale gitu di mana "if I don't kill then I'll get killed." Harus > bener-bener kelihatan usaha keringat dan darahnya (yang kalo kita perhatiin, > kapan coba kita lihat Kirk atau Picard atau Riker berdarah?) Spider-Man > kayaknya bonyok-bonyok terus di ketiga filmnya. He he he... Gue gak bisa > jelasin dengan baik untuk sisi yang satu ini, tapi begitulah. >
