hampura , aya nu kakantun ngetik, dina bab rasa Ingsun dina 3. Rasa Kagurujatian:... 4. Rasa Kasajatian: saling merasakan, keakraban dalam menempuh........jalan kehidupan sebagai Kawulaning Gusti.
hn*0catea 2010/10/6 Roza R. Mintaredja <[email protected]> > aya pedaran pamendak ka'gusti'an hasil implengan ti ramana kg ilen kardani, > bp.* moch. arip yahya kartanagara*, nembe ditulis taun 2007 anu samemehna > mung mangrupa draft keur guareun sa'diri'eun oge ka anu peryogieun. > diketik langsung teu bisa attach, hampura sakadada sakadugana wae. da > memang teu manggih file na, > kieu unina: > > HUBUNGAN MANUSIA DENGAN TUHAN NYA. > daptar eusi: > 1. TUHAN YANG MAHA ESA. > 2. INGSUN > 3. RASA GUSTI > 4. NAFSU DAN KESEIMBANGAN > > 1. TUHAN YANG MAHA ESA > *.Tuhan YME* adl *Tuhan dari seantero makhluk alam semesta, baik yang > bersifat wadag/galib maupun yang bersifat halus/gaib. > *. Tuhan YME itu WUJUD, namuna tidak mempunyai "dat dan sifat' tiada > warna tiada rupa, tidak ber arah ataupun ber-panggon/bertempat, namun selau > ada dimana-mana. > . Tuhan YME itu TERDAHULU, yang sudah ada sebelum adanya alam semesta > dengan segala isinya(bumi, alngit, awang2, manusia, tumbuh2an dlsb. > .Tuhan YME itu LANGGENG, yang berarti keberadaan Tuhan YME tdk pernah > bergeser, tidak berpindah dan tidak pula berubah. > .Tuhan itu MANDIRI, yang berarti 'wenang' untuk mengatur tanpa ada sesuatu > pun yang mempengaruhinya. > .Tuhan itu BEDA sangat berlaianan keadaaNya deari semua ummat dan mahluk. > . Tuhan itu TUNGGAL/ESA. tiada 'tanding dan banding', dan menjadi > sesembahan seluruh umat & mahluk. > . Tuhan YME itu MAHA KUASA, yang menciptakan dan menjadikan alamsemesta, > denganseluruh penghuni dan pengisinya; dan kesemuanya tidak terlepas dari > hukumNya, misal: kena api9 terbakar, kena air basah, kena angin terhempas. > . Tuhan YME itu MAHA KERSA, yang sesuai dengan kehendakNya, keterkaitan dan > ketergantungan diantara umat- mahluk-alam semesta adalah 'mutlak' demi utk > kesejahteraan hidup bersama. apabila terjadinya terputusnya keterkaitan dan > ketergantungan, maka akan menimbulkan bencana dan malapetaka. mis: kerusakan > hutan akan menimbulkan erosi dan bahkan banjir. > . Tuhan YME itu MAHA TAHU, yang mengetahui segala perkembangan alam semesta > dunia raya dengan segal isinya, baik masa lalu-sekarang-yang akan datang. > Tuha YME itu MAHA HIDUP, yang menghidupkan semua umat dan mahluk alam > semesta pengisi dunia raya. > . Tuhan YME itu MAHA LIHAT/TINGALI, yang dapat melihat segala > perbuatan/tingkah laku umat & mahluknya dan tidak ada sesuatu yang dapat > disembunyikan dihadapanNya. > . Tuhan YME ituMAHA DENGAR/RUNGU yang dapat mendengar semua suara bahkan > do'a dari umat & mahlukNya yang diucapkan dalam hati sekalipun. > . Tuhan YME ituMAHA SABDA/KALAM, yang sekal;ipun SABDA Tuhan itu tidak > terdengar oleh telinga namun karena Tuhan YME itu juga MAHA PURBA, maka > keadaan alam semesta dan dunia rayaselalu diunsuri oleh adanya TYME; > warna-rupa-aroma yang ada pada stiap keaadan yang da[at dilihat adl > merupakan'sabda kalam' Nya. > \ > > > > > > 2010/10/5 Waluya <[email protected]> > >> >> >> Fisikawan teoritis kasohor Stephen Hawking, medalkeun buku anyar nu >> kontroversial, "The Grand Design". Buku ieu "ngageunjleungkeun" sabab >> nyebutkeun yen alam semesta (universe) kabentuk kitu wae, teu memerlukeun/ >> teu aya intervensi ti hal-hal supernatural (Tuhan). Kunaon Hawking boga >> kacindekan kitu, beda jeung buku nu tiheula nu nyebut-nyebut ayana Tuhan? >> Jansen H Sinamo, dina tulisan resensi buku dihandap ieu, ngira-ngira >> Atheismeu sabenerna sarua jeung relijiusitas atawa fanatismeu bawaan >> masing-masing (bakat insani/ pribadi). >> >> Hawking sigana geus tidituna boga "kecenderungan" Atheis, matak >> kacindekanana ge jauh ti presepsi manehna. Ieu beda jeung Dr Abdus Salam, >> fisikawan teoritis nu meunang hadiah Nobel, nu mere sambutan waktu narima >> nobel bari nyutat ayat-ayat Al Quran. Dr Abdus Salam, jalma relijius, >> penganut Akhamdyah anu taat. >> >> Nyanggakeun artikel resensina: >> >> Alam Semesta, Hawking, dan Tuhan >> MINGGU, 3 OKTOBER 2010 | 04:25 WIB >> JANSEN H SINAMO >> >> Sesekali fisikawan bisa juga membuat warta mengejutkan di tengah >> perkibaran kabar korupsi, konflik, dan politik dewasa ini. Namun, yang mampu >> berbuat begitu barangkali cuma figur sekaliber Stephen William Hawking, >> bersama Leonard Mlodinow, melalui buku "The Grand Design" yang terbit 9 >> September lalu. >> >> Di halaman 8 buku yang tanpa pengantar itu, Hawking langsung menggebrak: >> According to M-theory, ours is not the only universe. Instead, M-theory >> predicts that a great many universes were created out of nothing. Their >> creation does not require the intervention of some supernatural being or >> god. Rather, these multiple universes arise naturally from physical law. >> They are a prediction of science. >> >> Alinea inilah yang langsung berkibar di media Amerika dan Inggris, lalu >> beredar ke seluruh dunia. Kabar ini—bisa ditebak—paling disambut hangat oleh >> pentolan kaum ateis Inggris yang biologiman terkemuka, Richard Dawkins, >> dengan berkata, "Darwinisme sudah menendang Tuhan dari biologi…. Sekarang >> Hawking menyelenggarakan coup de grace." >> >> Kubu gereja langsung bereaksi. Imam yang psikolog dan teolog dari >> Cambridge, Rev Dr Fraser N Watts, berkata, "Sang Pencipta menyediakan >> penjelasan yang kredibel dan masuk akal tentang mengapa alam semesta ada, >> dan… lebih mungkin ada Tuhan daripada tidak. Pandangan ini tidak tergerogoti >> oleh apa yang dikatakan Hawking." >> >> Kalangan fisikawan tidak kurang kritisnya. Profesor Peter Woit dari >> Universitas Columbia bahkan mencela telak buku ini: "Satu cara jitu >> menaikkan penjualan buku semacam ini ialah dengan menyeret agama masuk. >> Klaim yang rada konvensional 'Tuhan tak diperlukan' untuk menjelaskan fisika >> dan kosmologi alam semesta awal menyulut publisitas besar bagi buku ini. >> Saya lebih suka pada naturalisme dan tidak melibatkan Tuhan dalam fisika." >> >> Soal publisitas itu, saya sependapat dengan Peter Woit berdasarkan apa >> yang ditulis Hawking sendiri di bukunya terdahulu, A Brief History of >> Time—sudah 10 juta eksemplar terjual—bahwa setiap persamaan [matematika] >> dalam bukunya akan mengurangi oplahnya hingga setengah. Hawking yang sadar >> betul kekuatan publisitas kini menambah bensin ketenaran buku barunya—selain >> tak ada rumus apa pun—dengan faktor tak perlunya peran Tuhan tadi. Boleh >> jadi buku ini kelak berstatus mega-bestseller melebihi karier A Brief >> History. >> >> *** >> >> Buku ini mengisahkan sejarah pemahaman fisika tentang alam semesta sejak >> Yunani klasik. Pemahaman itu kemudian berbeda diametral dengan wacana >> langit-bumi Perjanjian Lama yang geosentris ketika Copernicus dan Galileo >> mengedepankan kosmologi baru yang heliosentris. >> >> Kosmologi modern semakin jauh berkembang sejak Einstein merumuskan >> Relativitas Umum dan Hubble—terutama dengan teleskop atas namanya >> kelak—mengamati bahwa alam semesta memang terus membalon secara akseleratif; >> kini diketahui sudah 13,7 miliar tahun sejak dentuman besar. >> >> Terinspirasi oleh Maxwell yang dengan gemilang berhasil menyatukan >> fenomena listrik, magnet, dan optik menjadi teori elektromagnetik yang >> begitu kompak dan elegan, Einstein pun memelopori the holy grail of physics >> abad ke-20: meringkas dan meringkus semua fenomena alam—yakni gaya >> elektromagnetik, nuklir lemah, nuklir kuat, dan gravitasi—ke dalam satu >> rumusan final dan ultimat. Inilah yang disebut Teori Segalahal. >> >> Hingga akhir hayatnya, Einstein tak berhasil dalam ikhtiar besar ini. >> Kemudian dilanjutkan para fisikawan teori sejagat dan setakat ini Teori-M >> adalah kandidat terkuat bagi teori akbar itu, yang banyak dibahas pada buku >> ini dalam bahasa yang enak dibaca dan perlu. Konsekuensi teori inilah, jika >> tuntas terumuskan, akan mengaminkan alinea heboh di atas. >> >> Di luar kesimpulan yang "rada prematur" itu, buku ini sendiri sangatlah >> indah. Sebagai pembelajar fisika lebih dari 30 tahun, saya tetap saja >> terpesona, baik dengan materi bahasannya yang dahsyat maupun oleh cara >> Hawking yang begitu jernih menuturkannya. >> >> Seorang teman terpelajar dalam sosiologi berkata, "Jika orang fisika teori >> mafhum The Grand Design, itu biasa. Orang teknik paham, itu juga wajar. >> Tapi, orang yang cuma kenal fisika di SMA bisa terus membaca dan mengikuti >> argumennya, itu luar bisa. Ilmuwan sosial seharusnya membaca buku ini." >> >> Hal itu benar belaka. Buku ini memang mempertontonkan in optima forma >> bagaimana seharusnya berargumentasi, membangun wacana yang bermutu, dan >> mengonstruksi teori yang bagus. >> >> Rahasia alam >> >> Rudolf Otto melukiskan perasaan tramendum et fascinans saat manusia >> berhadapan dengan yang kudus, seperti Musa di Sinai menghadapi api di semak >> kering yang tak terbakar. Namun, gentar dan takjub berdebar ternyata tidak >> hanya perasaan kaum religius, para fisikawan juga—Hawking termasuk—saat >> menghadapi rahasia alam yang mahamikro (interior atom) dan misteri kosmos >> yang mahamakro (alam semesta), serta keajaiban kehadiran insan cerdas dalam >> konstelasi itu di planet biru yang rentan ini. >> >> Ateisme barangkali adalah sebuah bakat insani, sama halnya dengan >> religiusitas dan fanatisme. Masing-masing melihat hal-hal yang memperkuat >> kecenderungan hatinya. >> >> Karen Armstrong dalam A History of God mengisahkan konsep Tuhan yang terus >> berevolusi dalam sejarah kita, dan peran manusia di dalamnya ternyata tetap >> utama membangun dunianya, terutama teologinya. >> >> Anthony de Mello bercerita tentang Tuhan yang memilih bersembunyi dalam >> hati manusia, dan siapa tahu—di kedalaman batin itu—fisika Hawking pun >> takkan sanggup menjamah-Nya, apalagi memeriksa-Nya. >> >> Jansen H Sinamo Fisikawan Lulusan ITB Tahun 1983, Sehari-hari Bekerja >> sebagai Aktivis Etos Kerja, Tinggal di Jakarta >> >> >> > >
