Assalamu'alaikum Warahmatullaahi Wabarakatuh
Semoga Netters Syiar al-Sofwa senantiasa dalam lindungan Allah Ta'ala : 

selengkapnya klik di sini : 
http://www.alsofwah.or.id/?pilih=lihatannur&id=385

SUJUD SAHWI
Kamis, 22 Juni 06 


Banyak kaum muslimin yang belum memahami tentang sujud sahwi ketika 
melakukan kesalahan dalam pelaksanaan shalat, sehingga ada yang 
meninggalkannya sama sekali, padahal dia wajib untuk melakukannya. Oleh karena 
itu, dengan memohon taufiq dan inayah dari Allah subhanahu wata'ala, kami 
sajikan tulisan tentang sujud sahwi ini. Semoga bisa membantu dan 
ber-manfaat bagi semua saudara-saudaraku seiman, dan semoga menjadi amal 
shalih bagi penulis. 

Di dalam kitab "Shalatul Mukmin" karya Syaikh Said bin Ali Bin Wahf 
Al-Qahthany, beliau mengutip fatwa gurunya Syekh Abdul Aziz Bin Abdullah 
Bin Baz rahimahullah, lalu beliau berkata, "Permasalahan sujud sahwi ini 
adalah permasalahan yang cukup terbuka luas, jadi boleh saja dilakukan 
sebelum salam ataupun setelah salam, namun yang paling afdhal (utama), 
sujud sahwi dilakukan sebelum salam, kecuali dalam dua kondisi berikut 
ini: 

Pertama: Sujud sahwi karena terjadi kekurangan, atau karena terjadi 
kelebihan. 

Berikut ini contoh sujud sahwi karena terjadi kekurangan seperti 
mengucapkan salam di raka'at ke dua shalat Zhuhur; Seperti kasus yang 
terdapat dalam hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim dari Abu 
Hurairah radhiyallahu 'anhu, beliau berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi 
wasallam, sedang melaksanakan shalat Dzuhur atau 'Ashar bersama para 
shahabatnya, dan pada raka'at yang ke dua beliau memberi salam. Kemudian 
ada seorang shahabat yang langsung ke luar dari masjid seraya 
mengucapkan, "Shalat telah diqashar", (bersamaan dengan itu) Nabi shallallahu 
'alaihi wasallam, berjalan menuju tiang masjid lalu bersandar (di tiang 
tersebut) seolah-olah beliau marah. Lalu ada seorang shahabat yang lain 
berdiri, kemudian bertanya, "Ya Rasulullah, apakah engkau lupa atau 
(memang) shalat sengaja diqashar?" Beliau menjawab, "Saya tidak lupa dan 
shalat juga tidak diqashar". Laki-laki itu berkata, "Kalau begitu engkau 
lupa". Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertanya kepada 
shahabatnya yang lain, "Apakah benar apa yang diucapkannya?". Para 
shahabat yang lain pun menjawab, "Ya". Maka beliau langsung maju ke depan, 
lalu mengerjakan sisa dua raka'at yang tertinggal, lalu beliau memberi 
salam, kemudian beliau sujud sahwi dua kali, lalu memberi salam lagi." 

Juga seperti kasus yang terdapat dalam hadits yang diriwayatkan Imam 
Muslim dari 'Imran Ibnu Hushain radhiyallahu 'anhu, beliau berkata, 
"Bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, pernah melakukan shalat 
'Ashar tiga raka'at lalu memberi salam, kemudian beliau masuk ke dalam 
rumahnya, lalu ada seorang shahabat (bernama) "Al-Khirbaaq" berdiri 
mengingatkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tentang apa yang beliau 
lakukan, lalu beliau keluar (dari rumahnya) dalam keadaan marah sambil 
menyeret sorbannya hingga menemui shahabat lainnya, lalu beliau 
bertanya, "Apa benar yang dikatakan olehnya?" Mereka menjawab, "Benar," lalu 
beliau menambahkan satu raka'at lagi, kemudian sujud sahwi dua kali lalu 
memberi salam, (dalam riwayat lain), "Beliau shalat satu raka'at lagi, 
lalu memberi salam, kemudian sujud sahwi dua kali lalu memberi salam." 

Keterangan: Dalam hadits di atas ini terdapat kelonggaran,yaitu boleh 
melakukan sujud sahwi sebelum salam atau sesudah salam, karena redaksi 
hadits yang diriwayatkan Imam Muslim yang bersumber dari 'Imran Ibnu 
Hushain radhiyallahu 'anhu di atas ini ada dua riwayat, yang masing-masing 
adalah hadits shahih. 

Berikut ini contoh sujud sahwi karena terjadi kelebihan seperti shalat 
Zhuhur 5 raka'at; Sebagaimana kasus yang terdapat dalam hadits yang 
diriwayatkan Imam Bukhari, Muslim dan lainnya dari Ibnu Mas'ud 
radhiyallahu 'anhu, beliau berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam 
melaksanakan shalat Zhuhur lima raka'at, lalu para shahabat bertanya kepada 
beliau, "Apakah ada tambahan dalam shalat?" Beliau balik bertanya, "Ada 
apa?" Mereka para shahabat menjawab, "Engkau telah melakukan shalat 
Zhuhur lima raka'at." Lalu beliau langsung menghadap Kiblat untuk 
melakukan sujud sahwi dua kali, kemudian salam lagi. 

Ke dua: Apabila terjadi keraguan dalam jumlah raka'at shalat 

Seperti seseorang ragu-ragu apakah dia sedang di raka'at ke-3 atau 
ke-2, kalau dia punya kecenderungan kepada salah satu dari dua hal yang dia 
ragukan maka dia sujud sahwi setelah salam. 

Misalnya seorang shalat Zhuhur, lalu pada salah satu raka'atnya timbul 
keraguan dalam hatinya, apakah dia sedang di raka'at ke-3 atau ke-2, 
akan tetapi kuat dugaannya bahwa dia berada pada raka'at ke-3, maka dia 
harus menetapkan bahwa raka'at itu sebagai raka'at ke tiga, kemudian dia 
menambahkan satu raka'at lagi, setelah memberi salam hendaklah dia 
sujud sahwi dua kali, lalu kemudian salam lagi. 

Landasan tentang kasus seperti ini adalah hadits yang bersumber dari 
Abdullah Bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi 
wasallam, bersabda, "Apabila seseorang di antara kalian ragu-ragu dalam 
shalatnya, maka hendaklah dia memilih yang dia anggap paling benar, lalu 
hendaklah dia sempurnakan shalatnya, lalu salam, kemudian sujud dua 
kali." (HR. al-Bukhari & Muslim) 

Catatan: Apabila seseorang ragu-ragu dan dia tidak memiliki 
kecenderungan kepada salah satu dari dua hal yang dia ragukan tersebut, artinya 
dia tidak cenderung kepada raka'at ke-3 dan juga tidak cenderung kepada 
raka'at ke-2 maka sujud sahwinya dilakukan sebelum salam. 

Contohnya seseorang melaksanakan shalat 'Ashar, lalu timbul 
keragu-raguannya pada salah satu raka'atnya apakah dia sedang diraka'at ke-2 
atau 
di raka'at ke-3, dan dia tidak ada kecenderungannya kepada salah satu 
dari keduanya, maka dia harus menetapkan bahwa raka'at itu adalah 
raka'at ke dua, karena itulah raka'at yang sudah pasti, lalu dia melakukan 
tasyahhud awal, kemudian dia tambahkan shalatnya dua raka'at lagi, dan 
sebelum memberikan salam hendaklah dia sujud sahwi. 

Hal ini didasarkan kepada hadits dari Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 
'anhu, dia berkata, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, 
"Apabila salah seorang di antara kalian ragu-ragu dalam shalatnya, sehingga 
dia tidak tahu berapa raka'at yang telah dia lakukan tiga atau empat, 
maka hendaklah dia buang jauh keraguannya itu dan hendaklah dia 
menyempurnakan shalatnya atas dasar apa yang sudah diyakini, kemudian hendaklah 
dia sujud sahwi dua kali sebelum salam, jika yang dilakukannya itu 
merupakan raka'at ke lima maka dua sujud itu yang menggenapkannya dan jika 
dia benar menyempurnakan empat raka'at, maka jadilah dua sujud itu 
sebagai hinaan atas syethan." (HR. Muslim) 

Contoh-contoh sujud sahwi sebelum salam: 

1. Karena lupa tasyahhud awal. 
Sebagaimana dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari 
dari Abdullah Bin Buhainah radhiyallahu 'anhu, dia berkata, "Bahwasanya 
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, shalat Zhuhur bersama para shahabat, 
kemudian beliau bangkit pada raka'at yang ke dua (maksudnya beliau 
tidak melakukan tasyahhud awal) dan para makmum pun ikut bersama beliau, 
hingga ketika shalat hendak selesai, sedangkan para makmum menunggu 
salamnya, namun beliau bertakbir dalam posisi sedang duduk lalu sujud dua 
kali sebelum salam, kemudian baru beliau memberi salam." 

2. Karena lupa jumlah raka'at. 
Sebagaimana dalam hadits Imam Muslim meriwayatkan dari 'Imran Ibnu 
Hushain radhiyallahu 'anhu, dia berkata, "Bahwa Rasulullah shallallahu 
'alaihi wasallam, pernah melakukan shalat 'Ashar tiga raka'at lalu memberi 
salam, kemudian beliau masuk ke dalam rumahnya, lalu ada seorang 
shahabat (bernama) "Al-Khirbaaq" berdiri mengingatkan Rasulullah shallallahu 
'alaihi wasallam tentang apa yang beliau lakukan, lalu beliau keluar 
(dari rumahnya) ..... menemui shahabat yang lain, lalu beliau bertanya, 
"Apa benar yang dikatakan olehnya? Mereka menjawab, "benar." Lalu beliau 
menam-bahkan satu raka'at lagi, kemudian sujud sahwi dua kali lalu 
memberi salam." 

Sujud Sahwi Bagi Makmum 

Wajib bagi makmum untuk mengikuti imam yang melakukan sujud sahwi, 
berdasarkan keumuman perintah dalam mengikuti imam, sebagaimana Rasulullah 
shallallahu 'alaihi wasallam, telah bersabda, 
"Imam itu dijadikan untuk diikuti, maka janganlah menyelisihinya 
..(sampai beliau mengungkapkan) apabila imam sujud maka hendaklah kalian 
sujud." (Muttafaqun 'Alaih dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu) 

Makmum wajib mengikuti imam sujud sahwi, apakah imam itu melakukan 
sujud sahwi setelah salam atau sebelum salam, kecuali bagi makmum yang 
masbuq (ketinggalan raka'at), maka dia tidak wajib mengikuti imamnya yang 
sujud sahwi setelah salam, sebab dalam kondisi seperti itu tidak 
memungkinkan baginya untuk mengikuti imam, tetapi hendaklah dia bangkit untuk 
menyempurnakan shalatnya setelah imam salam, dan setelah itu hendaklah 
dia melakukan sujud sahwi setelah salam, kemudian salam lagi. Wallahu 
'Alam Bishshowaab. (Abu Abdillah Dzahabi) 

Netter Al-Sofwa yang dimuliakan Allah Ta'ala, Menyampaikan Kebenaran 
adalah kewajiban setiap Muslim. Kesempatan ini kami menyampaikan "Artikel 
Sujud Sahwi" kepada saudara-saudara kita yang belum mengetahuinya. 
Semoga Allah Ta'ala Membalas 'Amal Ibadah Kita semuanya. Amiin

Waassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakatuh
---------------------------------------------------------------------
YAYASAN AL-SOFWA
Jl.Raya Lenteng Agung Barat No.35 PostCode:12810 
Jakarta Selatan - Indonesia
Phone: 62-21-78836327. Fax: 62-21-78836326. 
e-mail: [EMAIL PROTECTED] 
website: www.alsofwah.or.id     

Rekening Donasi : Bank Muamalat Indonesia - Cabang Fatmawati No.Rek. 
304. 001.8515  an. SIWAKZ - Yayasan Al-Sofwa (isi berita : Website)
Artikel yang dimuat di situs ini boleh di copy & diperbanyak dengan 
syarat mencantumkan sumber: alsofwah.or.id serta tidak untuk komersil. 
"Bersama Al-Sofwah Menapak Jalan Dakwah Salafusshalih"


Yathie 
(hidup ini hanya sekali, maka janganlah disia-siakan. Mari kita kembali kepada 
niat yang baik InsyaAlloh akan mendapatkan yang baik pula.....Amien)

                                
---------------------------------
Want to be your own boss? Learn how on  Yahoo! Small Business. 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Check out the new improvements in Yahoo! Groups email.
http://us.click.yahoo.com/6pRQfA/fOaOAA/yQLSAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Ajaklah teman dan saudara anda bergabung ke milis Media Dakwah.
Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/media-dakwah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke