Pengalaman Cinta
Author: Muhammad Aga S. (Manajer Tim Nasyid Justice Voice, Yogyakarta)
07 Januari 2003 - 16:48
Sudah sekitar tiga bulan ini, hati senantiasa diliputi sebuah rasa yang
membingungkan sekaligus membahagiakan. Rasa selalu ingin bertemu, ingin
bersama, bermanja, menatap, menyentuh, melindungi sebuah nama yang kemudian
berubah menjadi sebuah panggilan kasih sayang. Mungkin ini yang namanya RASA
CINTA BERBUAH RASA RINDU MEMBAHAGIAKAN DAN MEMBINGUNGKAN.
Bagaimana tidak membingungkan. Saya merasa sebagai seorang yang sangat
rasional, terlebih untuk masalah uang. Semua pengeluaran berusaha saya
perhitungkan sebelumnya, sehingga oleh sebagian orang saya dianggap pelit.
Tetapi demi rasa itu, uang berubah wujud menjadi pulsa-pulsa telepon dalam
hitungan menit. 'HANYA' KARENA INGIN MENDENGARKAN SEBUAH SUARA, UNTUK
MEMASTIKAN SEBUAH SUARA, UNTUK MEMASTKAN SEBUAH KEADAAN, DEMI MEMUASKAN SEBUAH
RASA : RINDU!
Saya merasa cukup rasionalis dalam menggunakan waktu. Sebagian orang bilang
saya terlalu sibuk sehingga sangat sulit untuk dilacak keberadaannya. Tetapi
semua berubah begitu saja ketika saya harus menghabiskan waktu lebih dari lima
jam perjalanan pergi dan lima jam perjalanan pulang -- dan membatalkan banyak
acara penting -- 'HANYA' UNTUK MELIHAT SERAUT WAJAH, MENYENTUH JEMARI, DAN
MENCIUM AROMA KHAS TUBUH SEORANG MANUSIA.
Saya merasa sudah cukup logis untuk menentukan apa dan siapa yang layak
dicintai, sehingga sebagian orang menyatakan saya tidak punya perasaan. Tetapi
SEMUA BERUBAH KETIKA SAYA MENGINGATNYA, BERDEKATAN DENGANNYA, DAN BERTINDAK
UNTUKNYA. LOGIKA TERNYATA TAK BERFUNGSI DISINI. Logikaku mati!. Namun, seperti
sudah dikatakan diawal bahwa semua bentuk kehilangan logika itu (yang artinya
kebingungan) berbuah hal yang juga tak bisa dilogikakan sama sekali: BAHAGIA!.
Ada apa?!
Ya.. sudah sekitar tiga bulan ini, ADA SEORANG WANITA YANG BERSEDIA
MEMBERIKAN CINTANYA PADAKU. Sebuah karunia yang harus aku syukuri. IA
MEMBERIKAN CINTA ITU SETELAH MELALUI PROSESI DILAMAR DAN DILANGSUNGKAN IJAB
QABUL. Namun sayang kami belum mampu mengadakan sebuah prosesi membagi
kebahagiaan cinta ini kepada pihak lain melalui prosesi pesta, kami baru bisa
membagi kebahagiaan cinta ini dengan pemberitahuan dan cerita-cerita panjang.
WANITA INILAH YANG BERUBAH NAMANYA DARI `SEKEDAR` SEBUAH NAMA MENJADI PANGGILAN
KASIH SAYANG.
Kami sudah berdiskusi dan memiliki beberapa jenis nama panggilan yang
berubah-ubah tapi tetap dengan karakter penuh cinta. Tiap panggilan ini
memiliki padanan masing-masing. Bila saya memanggilnya ADEK maka dia memanggil
saya UDO (bahasa Lampung, artinya kakak laki-laki). Dia punya panggilan khas
buat saya POOH'S FOOD (anda akan paham artinya bila anda mengenal film atau
tokoh kartun winnie the pooh) dan saya membalasnya dengan memanggilnya
PERMAISURI KECIL (orangnya memang lebih kecil dari saya). Baru kemarin dia buat
panggilan baru buat kami AYAH & BUNDA.
Anda tahu... dia lebih sering melarang saya pergi mengunjunginya karena dia
tidak ingin melihat dan mendengar saya sakit akibat kelelahan. Namun demi
memenuhi rasa rindu saya, maka dia rela berjam-jam dalam perjalanan ke tempat
saya berada meskipun dia tahu bahwa ketika dia sampai ke tempat saya, dia akan
sering saya tinggal pergi karena aktivitas saya yang sedikit padat itu. Toh dia
tetap terus datang. Dan untuk semua ini, saya hanya bisa berkata : "Terima
kasih Tuhan!".
Saya selalu memanggilnya dengan sebutan KEKASIHKU-PACARKU. Memang seperti
itulah pola hubungan yang kami bangun saat ini. Kami masih tinggal di kota yang
berbeda sehingga biasanya kami bertemu seminggu sekali. Itu artinya kami juga
masih sering saling menelepon, mengirim surat, sms bahkan email.
Pola hubungan ini yang membuat saya akhirnya membuat sebuah pernyataan yang
dianggap kontroversial ketika orang tidak memahami konteks pernyataan tersebut
: PACARAN ITU HALAL. Bagi saya, saat ini PROSES YANG SEDANG KAMI LAKUKAN ADALAH
PACARAN, STATUS "PERMAISURI KECILKU" adalah PACAR YANG SAH. PACARAN ITU MENJADI
HALAL MANAKALA PERISTIWA AKAD NIKAH TELAH BERLANGSUNG.
Bila peristiwa itu telah berlangsung maka PACARAN DALAM SEMUA BENTUK DAN
MAKNANYA MENJADI SEBUAH KEHALALAN, bukankah itu sebuah KARUNIA YANG TAK
TERNILAI HARGANYA. MAKA JIKA ANDA INGIN PACARAN, SEGERALAH MENIKAH! Dalam
masa-masa pacaran ini, kami cukup sering berjalan-jalan ke berbagai tempat yang
dianggap cukup romantis atau cukup layak untuk sekedar berdiam berdua sambil
menikmati keindahan alam dan keindahan rasa hati karena saling berdekatan.
Dua hari setelah menikah (sehari dalam perjalanan dan sehari di rumah orang
tua masing-masing), saya harus langsung berpisah dengan PERMAISURI KECILKU.
Waktu akan berpisah saya berfikir perpisahan itu adalah hal yang sangat mudah
saja untuk dihadapi, toh selama inipun saya tak pernah bersamanya dan tak ada
masalah yang timbul. Semua berjalan normal-normal saja.
Namun, begitu perpisahan terjadi... tiba-tiba ada rasa rindu yang teramat
sangat (begitu juga sebaliknya) yang membuat kami rela menukarkan uang kami
yang tak seberapa banyak dengan pulsa-pulsa telepon DEMI MENDENGARKAN SEBUAH
SUARA, DEMI MEMUASKAN RASA RINDU SUBHANALLAH. Hari-hari selanjutnya dipenuhi
dengan rasa ingin bertemu dan aplikasinya berupa pertemuan-pertemuan yang
sebelumnya tak pernah terfikirkan. Terlintas dalam benakku pertanyaan yang
sangat bodoh : Apa Ini?! Kebingungan terus melanda diriku sampai saya
memutuskan sebuah jawaban yang singkat : INI CINTA!.
Pertanyaan yang selanjutnya muncul dalam benakku : DARI MANA DATANGNYA CINTA
INI ? Lama saya tak berani memberi sebuah jawabanpun atas pertanyaan terakhir.
Sampai akhirnya saya berani berkata : DARI ALLAH!
Ya, bagi saya CINTA INI DATANGNYA DARI ALLAH KARENA SEBELUMNYA RASA INI MASIH
HAMPA. Sebelumnya, SAYA MENIKAH KARENA SAYA MENCINTAI ALLAH SAJA. SAYA HANYA
MENGERJAKAN APA YANG ALLAH PERINTAHKAN BUAT SAYA. SAYA KERJAKAN SEBAGAI BUKTI
CINTA PADA ALLAH.
Tetapi ternyata ALLAH MENGARUNIAI CINTA LAINNYA. Ia tumbuhkan dengan sangat
cepat (semoga selamanya) RASA CINTA DIANTARA KAMI BERDUA, SUBHANALLAH!.
Menjelang pernikahan, jika calon PERMAISURI KECILKU waktu itu bertanya:
"CINTAKAH KAU PADAKU?" maka saya tak pernah berani menjawab dengan pasti, saya
hanya berani berkata : "AKU AKAN BERUSAHA MENCINTAIMU, BANTU AKU!".Kemudian
saya menanamkan dalam hati saya sebuah tekad bahwa SAYA HARUS MENCINTAI
PERMAISURI KECILKU KARENA SEKARANG SAYA TELAH MENIKAH DENGANNYA. Lalu SAYA
BERDO'A AGAR ALLAH MENGARUNIAKAN CINTA DIANTARA KAMI.
Permintaan ditumbuhkan rasa cinta itu juga merupakan salah satu do'a yang
saya panjatkan ketika akad nikah baru saja dilangsungkan dan kami berdua sedang
dalam kamar untuk menunaikan shalat sunah dua rakaat serta berdo'a di atas
keningnya. Selain do'a untuk mendapatkan ridha-Nya tentu saja. Peristiwa ini
menjelaskan tentang KUASA ALLAH ATAS HATI MANUSIA. Sekaligus menjelaskan
MENGAPA ORANG-ORANG TUA JAMAN DAHULU TETAP MAMPU SALING MENCINTAI DAN MEMBANGUN
RUMAH TANGGA MEREKA MESKIPUN UMUMNYA MEREKA MENIKAH KARENA `TERPAKSA` SEBAGAI
AKIBAT PERJODOHAN YANG DILAKUKAN OLEH ORANG TUA MEREKA. Saya hanya bisa
berkata, mungkin, CINTA BISA DICIPTAKAN ASALKAN TERPENUHI TIGA SYARAT :
NIAT/TEKAD, USAHA DAN DO'A/KEHENDAK TUHAN.
Saya menulis ini sebagai upaya untuk mengingat kembali peristiwa selama
sekitar tiga bulan setelah saya menikah. Upaya untuk menuliskan rasa yang
mungkin selama ini belum sempat tersampaikan. Upaya untuk berbagi kebahagiaan
cinta melalui ceritera.
Melalui tulisan ini saya hanya ingin berkata pada PERMAISURI KECILKU : I LOVE
YOU, INSYA' ALLAH. Melalui tulisan ini saya ingin meminta maaf kepada semua
pihak yang merasa saya sepelekan karena tak ada pemberitahuan sebelumnya dan
sekaligus mengumumkan bahwa saya telah menikah. Melalui tulisan ini saya ingin
MENCERITERAKAN KEINDAHAN PERNIKAHAN, AGAR BERKURANG KERAGUAN DARI HATI ANDA
UNTUK SEGERA MENIKAH DAN MENAMBAH KEYAKINAN ANDA AKAN KUASA ALLAH ATAS HATI
MANUSIA. Terakhir, saya hanya ingin berkata: MAHA SUCI ALLAH, SEGALA PUJI HANYA
UNTUKNYA!
Yathie
(hidup ini hanya sekali, maka janganlah disia-siakan. Mari kita kembali kepada
niat yang baik InsyaAlloh akan mendapatkan yang baik pula.....Amien)
---------------------------------
Want to be your own boss? Learn how on Yahoo! Small Business.
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
See what's inside the new Yahoo! Groups email.
http://us.click.yahoo.com/2pRQfA/bOaOAA/yQLSAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
Ajaklah teman dan saudara anda bergabung ke milis Media Dakwah.
Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/media-dakwah/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/