Bagus nih artikelnya.
Ya...inilah keindahan dan kenikmatan menikah dalam naungan syariat
dibandingkan dengan pacaran sebelum menikah yang tidak bertanggungjawab
dan mempunyai peluang untuk melanggar beberapa syariat Islam bahkan
aqidah.
Dengan keimanan yang mantap kepada Allah lalu buktikanlah Pengalaman
Cinta tersebut setiap langkahnya mengikuti syariat Islam dari ta'aruf
sebelum menikah sampai mempertahankan cinta itu sendiri ketika sudah
menikah.
 
Subhanallah, sudah banyak yang membuktikan keindahan dan kenikmatan
sunnah ini...MENIKAH!!! tanpa harus pacaran.
Kuncinya adalah pada proses ta'aruf yang cermat.
 
Barokallahu fiekum
Teguh

________________________________

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
On Behalf Of suryati
Sent: Friday, June 23, 2006 12:03 PM
To: [EMAIL PROTECTED]; SEHATI; KlabSantri; Kariramanah;
Pengajian Kantor; Media Dakwah; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; Ika; Dini Dareta; Denti; indria
julianti; warna warni; [EMAIL PROTECTED]
Subject: [media-dakwah] Pengalaman Cinta



Pengalaman Cinta
Author: Muhammad Aga S. (Manajer Tim Nasyid Justice Voice, Yogyakarta)
07 Januari 2003 - 16:48 

Sudah sekitar tiga bulan ini, hati senantiasa diliputi sebuah rasa yang
membingungkan sekaligus membahagiakan. Rasa selalu ingin bertemu, ingin
bersama, bermanja, menatap, menyentuh, melindungi sebuah nama yang
kemudian berubah menjadi sebuah panggilan kasih sayang. Mungkin ini yang
namanya RASA CINTA BERBUAH RASA RINDU MEMBAHAGIAKAN DAN MEMBINGUNGKAN.

Bagaimana tidak membingungkan. Saya merasa sebagai seorang yang sangat
rasional, terlebih untuk masalah uang. Semua pengeluaran berusaha saya
perhitungkan sebelumnya, sehingga oleh sebagian orang saya dianggap
pelit.
Tetapi demi rasa itu, uang berubah wujud menjadi pulsa-pulsa telepon
dalam hitungan menit. 'HANYA' KARENA INGIN MENDENGARKAN SEBUAH SUARA,
UNTUK MEMASTIKAN SEBUAH SUARA, UNTUK MEMASTKAN SEBUAH KEADAAN, DEMI
MEMUASKAN SEBUAH RASA : RINDU!

Saya merasa cukup rasionalis dalam menggunakan waktu. Sebagian orang
bilang saya terlalu sibuk sehingga sangat sulit untuk dilacak
keberadaannya. Tetapi semua berubah begitu saja ketika saya harus
menghabiskan waktu lebih dari lima jam perjalanan pergi dan lima jam
perjalanan pulang -- dan membatalkan banyak acara penting -- 'HANYA'
UNTUK MELIHAT SERAUT WAJAH, MENYENTUH JEMARI, DAN MENCIUM AROMA KHAS
TUBUH SEORANG MANUSIA.

Saya merasa sudah cukup logis untuk menentukan apa dan siapa yang layak
dicintai, sehingga sebagian orang menyatakan saya tidak punya perasaan.
Tetapi SEMUA BERUBAH KETIKA SAYA MENGINGATNYA, BERDEKATAN DENGANNYA, DAN
BERTINDAK UNTUKNYA. LOGIKA TERNYATA TAK BERFUNGSI DISINI. Logikaku
mati!. Namun, seperti sudah dikatakan diawal bahwa semua bentuk
kehilangan logika itu (yang artinya kebingungan) berbuah hal yang juga
tak bisa dilogikakan sama sekali: BAHAGIA!.
Ada apa?!

Ya.. sudah sekitar tiga bulan ini, ADA SEORANG WANITA YANG BERSEDIA
MEMBERIKAN CINTANYA PADAKU. Sebuah karunia yang harus aku syukuri. IA
MEMBERIKAN CINTA ITU SETELAH MELALUI PROSESI DILAMAR DAN DILANGSUNGKAN
IJAB QABUL. Namun sayang kami belum mampu mengadakan sebuah prosesi
membagi kebahagiaan cinta ini kepada pihak lain melalui prosesi pesta,
kami baru bisa membagi kebahagiaan cinta ini dengan pemberitahuan dan
cerita-cerita panjang. WANITA INILAH YANG BERUBAH NAMANYA DARI `SEKEDAR`
SEBUAH NAMA MENJADI PANGGILAN KASIH SAYANG.

Kami sudah berdiskusi dan memiliki beberapa jenis nama panggilan yang
berubah-ubah tapi tetap dengan karakter penuh cinta. Tiap panggilan ini
memiliki padanan masing-masing. Bila saya memanggilnya ADEK maka dia
memanggil saya UDO (bahasa Lampung, artinya kakak laki-laki). Dia punya
panggilan khas buat saya POOH'S FOOD (anda akan paham artinya bila anda
mengenal film atau tokoh kartun winnie the pooh) dan saya membalasnya
dengan memanggilnya PERMAISURI KECIL (orangnya memang lebih kecil dari
saya). Baru kemarin dia buat panggilan baru buat kami AYAH & BUNDA.

Anda tahu... dia lebih sering melarang saya pergi mengunjunginya karena
dia tidak ingin melihat dan mendengar saya sakit akibat kelelahan. Namun
demi memenuhi rasa rindu saya, maka dia rela berjam-jam dalam perjalanan
ke tempat saya berada meskipun dia tahu bahwa ketika dia sampai ke
tempat saya, dia akan sering saya tinggal pergi karena aktivitas saya
yang sedikit padat itu. Toh dia tetap terus datang. Dan untuk semua ini,
saya hanya bisa berkata : "Terima kasih Tuhan!".

Saya selalu memanggilnya dengan sebutan KEKASIHKU-PACARKU. Memang
seperti itulah pola hubungan yang kami bangun saat ini. Kami masih
tinggal di kota yang berbeda sehingga biasanya kami bertemu seminggu
sekali. Itu artinya kami juga masih sering saling menelepon, mengirim
surat, sms bahkan email.
Pola hubungan ini yang membuat saya akhirnya membuat sebuah pernyataan
yang dianggap kontroversial ketika orang tidak memahami konteks
pernyataan tersebut : PACARAN ITU HALAL. Bagi saya, saat ini PROSES YANG
SEDANG KAMI LAKUKAN ADALAH PACARAN, STATUS "PERMAISURI KECILKU" adalah
PACAR YANG SAH. PACARAN ITU MENJADI HALAL MANAKALA PERISTIWA AKAD NIKAH
TELAH BERLANGSUNG.
Bila peristiwa itu telah berlangsung maka PACARAN DALAM SEMUA BENTUK DAN
MAKNANYA MENJADI SEBUAH KEHALALAN, bukankah itu sebuah KARUNIA YANG TAK
TERNILAI HARGANYA. MAKA JIKA ANDA INGIN PACARAN, SEGERALAH MENIKAH!
Dalam masa-masa pacaran ini, kami cukup sering berjalan-jalan ke
berbagai tempat yang dianggap cukup romantis atau cukup layak untuk
sekedar berdiam berdua sambil menikmati keindahan alam dan keindahan
rasa hati karena saling berdekatan.

Dua hari setelah menikah (sehari dalam perjalanan dan sehari di rumah
orang tua masing-masing), saya harus langsung berpisah dengan PERMAISURI
KECILKU. Waktu akan berpisah saya berfikir perpisahan itu adalah hal
yang sangat mudah saja untuk dihadapi, toh selama inipun saya tak pernah
bersamanya dan tak ada masalah yang timbul. Semua berjalan normal-normal
saja.

Namun, begitu perpisahan terjadi... tiba-tiba ada rasa rindu yang
teramat sangat (begitu juga sebaliknya) yang membuat kami rela
menukarkan uang kami yang tak seberapa banyak dengan pulsa-pulsa telepon
DEMI MENDENGARKAN SEBUAH SUARA, DEMI MEMUASKAN RASA RINDU SUBHANALLAH.
Hari-hari selanjutnya dipenuhi dengan rasa ingin bertemu dan aplikasinya
berupa pertemuan-pertemuan yang sebelumnya tak pernah terfikirkan.
Terlintas dalam benakku pertanyaan yang sangat bodoh : Apa Ini?!
Kebingungan terus melanda diriku sampai saya memutuskan sebuah jawaban
yang singkat : INI CINTA!.
Pertanyaan yang selanjutnya muncul dalam benakku : DARI MANA DATANGNYA
CINTA INI ? Lama saya tak berani memberi sebuah jawabanpun atas
pertanyaan terakhir. Sampai akhirnya saya berani berkata : DARI ALLAH!

Ya, bagi saya CINTA INI DATANGNYA DARI ALLAH KARENA SEBELUMNYA RASA INI
MASIH HAMPA. Sebelumnya, SAYA MENIKAH KARENA SAYA MENCINTAI ALLAH SAJA.
SAYA HANYA MENGERJAKAN APA YANG ALLAH PERINTAHKAN BUAT SAYA. SAYA
KERJAKAN SEBAGAI BUKTI CINTA PADA ALLAH.
Tetapi ternyata ALLAH MENGARUNIAI CINTA LAINNYA. Ia tumbuhkan dengan
sangat cepat (semoga selamanya) RASA CINTA DIANTARA KAMI BERDUA,
SUBHANALLAH!. Menjelang pernikahan, jika calon PERMAISURI KECILKU waktu
itu bertanya: "CINTAKAH KAU PADAKU?" maka saya tak pernah berani
menjawab dengan pasti, saya hanya berani berkata : "AKU AKAN BERUSAHA
MENCINTAIMU, BANTU AKU!".Kemudian saya menanamkan dalam hati saya sebuah
tekad bahwa SAYA HARUS MENCINTAI PERMAISURI KECILKU KARENA SEKARANG SAYA
TELAH MENIKAH DENGANNYA. Lalu SAYA BERDO'A AGAR ALLAH MENGARUNIAKAN
CINTA DIANTARA KAMI.

Permintaan ditumbuhkan rasa cinta itu juga merupakan salah satu do'a
yang saya panjatkan ketika akad nikah baru saja dilangsungkan dan kami
berdua sedang dalam kamar untuk menunaikan shalat sunah dua rakaat serta
berdo'a di atas keningnya. Selain do'a untuk mendapatkan ridha-Nya tentu
saja. Peristiwa ini menjelaskan tentang KUASA ALLAH ATAS HATI MANUSIA.
Sekaligus menjelaskan MENGAPA ORANG-ORANG TUA JAMAN DAHULU TETAP MAMPU
SALING MENCINTAI DAN MEMBANGUN RUMAH TANGGA MEREKA MESKIPUN UMUMNYA
MEREKA MENIKAH KARENA `TERPAKSA` SEBAGAI AKIBAT PERJODOHAN YANG
DILAKUKAN OLEH ORANG TUA MEREKA. Saya hanya bisa berkata, mungkin, CINTA
BISA DICIPTAKAN ASALKAN TERPENUHI TIGA SYARAT : NIAT/TEKAD, USAHA DAN
DO'A/KEHENDAK TUHAN.

Saya menulis ini sebagai upaya untuk mengingat kembali peristiwa selama
sekitar tiga bulan setelah saya menikah. Upaya untuk menuliskan rasa
yang mungkin selama ini belum sempat tersampaikan. Upaya untuk berbagi
kebahagiaan cinta melalui ceritera.

Melalui tulisan ini saya hanya ingin berkata pada PERMAISURI KECILKU : I
LOVE YOU, INSYA' ALLAH. Melalui tulisan ini saya ingin meminta maaf
kepada semua pihak yang merasa saya sepelekan karena tak ada
pemberitahuan sebelumnya dan sekaligus mengumumkan bahwa saya telah
menikah. Melalui tulisan ini saya ingin MENCERITERAKAN KEINDAHAN
PERNIKAHAN, AGAR BERKURANG KERAGUAN DARI HATI ANDA UNTUK SEGERA MENIKAH
DAN MENAMBAH KEYAKINAN ANDA AKAN KUASA ALLAH ATAS HATI MANUSIA.
Terakhir, saya hanya ingin berkata: MAHA SUCI ALLAH, SEGALA PUJI HANYA
UNTUKNYA! 

Yathie 
(hidup ini hanya sekali, maka janganlah disia-siakan. Mari kita kembali
kepada niat yang baik InsyaAlloh akan mendapatkan yang baik
pula.....Amien)


---------------------------------
Want to be your own boss? Learn how on Yahoo! Small Business. 

[Non-text portions of this message have been removed]



 


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
See what's inside the new Yahoo! Groups email.
http://us.click.yahoo.com/2pRQfA/bOaOAA/yQLSAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Ajaklah teman dan saudara anda bergabung ke milis Media Dakwah.
Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/media-dakwah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke