http://www.tribun-timur.com/view.php?id=39279&jenis=Nasional


      KM Putri Terbalik di Polman 
     

      Polman, Tribun -- Kapal Motor (KM) Putri Merpati 02 yang mengangkut 20 
orang penumpang terbalik di Selat Makassar, perairan sekitar Desa Buku, 
Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat 
(Sulbar), Selasa (2/1) pagi. 
      Kapal tersebut berlayar dari Desa Deteng-Deteng, Kecamatan Banggae, 
Majene, Sulawesi Barat, menuju sebuah pulau di sekitar Polman.
        
      Penumpang kapal tersebut bertujuan menuju Pulau Salama untuk berwisata 
sekaligus berziarah ke makam syeh yang ada di pulau tersebut. 
      Namun, saat melintas di perairan sekitar Desa Buku, kapal oleng karena 
dihempas gelombang yang tingginya sekitar dua meter dan disertai angin kencang. 
      Sebanyak tujuh orang penumpang jatuh ke laut dan enam orang di antaranya 
bisa diselamatkan. Namun, satu orang yakni Dhea (6) hilang karena terseret 
arus. 
      Ayah Dhea, Jasman, mengatakan, sangat terpukul dengan peristiwa yang 
menyebabkan akanya hilang. Keluarga korban terus melakukan pencarian korban dan 
belum ditemukan hingga pukul 20.00 wita. 

      SBY: Waspadai Kondisi Cuaca 
      Presiden Susilo Bambang Yudhyoyono (SBY) mengatakan, musibah dan bencana 
yang datang bertubi-tubi belakangan ini diyakini akibat buruknya cuaca. SBY 
meminta kepada masyarakat untuk mewaspadai kondisi cuaca. 
      "Data BMG yang saya terima, keadaan cuaca tidak normal masih terus 
berlanjut dan kita harus waspada," katanya, di Jakarta, Selasa (2/1). 
      Pemerintah, lanjutnya, sudah memberitahu kepada kepala daerah mengenai 
curah hujan yang masih tinggi, terutama cuaca di atas lautan dan daratan 
tertentu. 
      Pada kesempatan tersebut, SBY mengharapkan agar seluruh alat 
transportasi, baik darat, udara, dan laut, betul-betul berpedoman pada 
keselamatan di sektor perhubungan. 
      Dia meminta masyarakat yang tinggal di daerah yang curah hujannya tinggi 
dan rawan banjir serta tanah longsor agar mengantisipasi kemungkinan terjadinya 
banjir dan longsor. 
      "Saya sampaikan pada menteri-menteri terkait untuk membudayakan 
masyarakat kita untuk peduli cuaca. Budaya peduli cuaca di masyarakat kita 
kurang tinggi. Marilah kita peduli dan memperhatikan faktor cuaca ini, karena 
terkait dengan keselamatan rakyat, seperti transportasi di laut, darat, dan 
udara," katanya, dikutip detikcom. ( 

Attachment: spacer.gif
Description: GIF image

Kirim email ke