Sebab “ulet bulu” nya di sembunyiin di celdam bos, Xixixixixixi. ;))
 
 
Janu
 
-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf
Of Biantoro
Sent: 30 November, 2006 8:20 AM
To: [email protected]
Subject: RE: [mxrider] Naga di sepanjagn jalan Sudirman dan Thamrin..??
benarkah...??
 
gue gak percaya, jangankan NAGA, ULET BULU aja belom pernah gue liat di
sudirman hehehehehe
 
   _____  

From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
Behalf Of Anto Jebew
Sent: Wednesday, November 29, 2006 4:31 PM
To: mxrider
Subject: [mxrider] Naga di sepanjagn jalan Sudirman dan Thamrin..??
benarkah...?-?
 
 
dari kiriman teman !....... Nich !....
Percaya apa tidak ?.......
 
Minggu lalu, saya menemani seorang ahli feng shui dari Hong Kong. 
Ketika jalan-jalan keliling kota, ia yang kebetulan pula sobat karib 
Mpu Peniti sempat memperlihatkan muka yang sangat kagum. 
Namun terkadang juga muka yang sangat murung. Tentu saja saya bingung 
melihatnya. 
Kebetulan ketika kami berhenti keliling, sembari minum kopi, 
berceritalah sang ahli feng shui itu. 

Menurut dia, siapa pun yang mendesain Jalan Sudirman dan Thamrin sangat 
mengerti ilmu feng shui. Dan ia sangat kagum. Jalan Sudirman dan
Thamrin, 
menurut dia, adalah sebuah naga besar. Kepalanya menghadap selatan.
Yaitu 
arah mata angin yang paling dinamis. Sedangkan ekor menghadap utara. 

Kepala sang naga, menurut dia, ada di bundaran Ratu Plaza, juga yang 
ditandai oleh patung orang mengusung api. Ini pintu api dalam feng shui.

Ekor sang naga berada di bundaran air mancur di depan Gedung Bank 
Indonesia. Dan air mancur ini menandai gerbang air. 

Agar sang naga bebas bergerak, sengaja di sepanjang Jalan Sudirman dan 
Thamrin dibuat empat putaran: di Ratu Plaza, Semanggi, di depan Hotel 
Indonesia, dan putaran di depan Gedung Bank Indonesia. 
Empat putaran inilah yang menjamin sang naga bisa bergerak sangat
dinamis. 
Sehingga peredaran energi bisa berjalan dengan sempurna, 
menciptakan sebuah situasi yang harmonis. 

Uniknya, sang naga didesain menghadap selatan, dengan memperhatikan 
situasi lanskap kota Jakarta. Jalan Sudirman dan Thamrin sendiri
memiliki 
lanskap 
peruntungan yang mirip dengan istana kaisar Cina di Beijing, yang
terkenal 
dengan sebutan The Forbidden City. Yaitu sungai di depan dan gunung di 
belakang. 

Di antara perbatasan Jalan Thamrin dan Sudirman juga dibelah oleh sebuah

sungai. Konon, zaman dahulu, di daerah selatan, Kebayoran Baru dan 
sekitarnya, ada sebuah bukit kecil. Tak mengherankan, hingga sekarang
pun 
masih tersisa Kelurahan Gunung di Kebayoran Baru. 

Ekor sang naga konon juga ditandai dua simbol penting. Yaitu simbol
harta 
karun atau kemakmuran. Di satu sisi ada Monas dan di sisi lain ada Bank 
Indonesia. Entah ini disengaja atau tidak, tapi memang rupanya Jalan 
Sudirman-Thamrin memiliki energi feng shui sangat positif. Menurut teman

Mpu Peniti itu, jarang sekali ada jalan utama bisnis di sebuah kota 
didesain 
sangat sensitif menurut kaidah feng shui. 

Sayang, menurut sang pakar feng shui itu, energi yang sangat positif ini

kemudian dirusak dengan pembangunan yang tumpang tindih. Entah kenapa, 
dibangun sebuah patung Arjuna dengan sejumlah kuda, pas di ekor sang
naga, 
yaitu di depan Gedung Indosat. Ini energi negatif. Sebab posisi Arjuna 
menghadap sang ekor naga dan tampak memanah ke arah ekor itu. Kini ekor 
naga terpanah sehingga tidak lagi bebas bergerak. Tak mengherankan
apabila 
rupiah tidak mau stabil-stabil. Begitu analisis sang pakar feng shui. 

Energi negatif lain, ketika patung Arjuna itu direnovasi belum lama ini,

beberapa patung kuda direnovasi dengan gaya transparan. Munculnya 
"kuda-kuda setan" yang agresif dan berbahaya ini sangat mengganggu 
keharmonisan 
energi sang naga. 

Hal lain yang juga mengkhawatirkan adalah bangunan-bangunan baru yang 
didirikan tanpa memperhatikan keserasian lingkungan. Kebanyakan bangunan

baru ini semata-mata dibangun dengan keserakahan luar biasa, tanpa 
memperhatikan gedung-gedung lama yang telah berdiri sehingga
perpaduannya 
menjadi rancu. Pergerakan sang naga pun menjadi terganggu. 

Yang bikin saya ketawa, konon busway itu juga energi yang jelek, karena 
membuat gerakan sang naga menjadi sangat agresif dan liar. Sang naga tak

lagi bergerak meliuk-liuk dengan elegan. Akibatnya, bumi menjadi tidak 
stabil. Tak mengherankan pula apabila malapetaka dan bencana alam 
terus-menerus melanda Indonesia. 

Anda, tentu saja, saya larang keras mempercayai begitu saja analisis
pakar 
feng shui itu. Tapi analisisnya mungkin menyiratkan sebuah pendalaman
yang 
lain. Bahwa kita harus mahir membaca tanda-tanda alam. Peka terhadap 
lingkungan di sekitar kita. 

Jangan pernah membiarkan keserakahan menguasai diri kita. 

Kafi Kurnia 


 
 
   _____  

Want to start your own business? Learn how on HYPERLINK
"http://us.rd.yahoo.com/evt=41244/*http:/smallbusiness.yahoo.com/r-index
"Yahoo! Small Business.
 

--
No virus found in this incoming message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.1.409 / Virus Database: 268.14.19/556 - Release Date:
28-11-2006


-- 
No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.1.409 / Virus Database: 268.14.19/556 - Release Date:
28-11-2006
 

Kirim email ke