dari milis tetangga...                                                         
    
 semoga ada yg sadar...                                                         
    
 maaf isinya menyimpang dan bukan maksudnya promosi atau membela diri..         
    
 hanya sebagai renungan dengan kebijakan di negeri tercinta ini.                
    
                                                                                
    
 Sent: Thursday, January 18, 2007 11:44 AM                                      
    
 Subject: [Automotive-Club] Fw: Balada Pengendara Roda Dua                      
    
                                                                                
    
 Surat untuk Pengendara roda empat.... dari tetangga                            
    
                                                                                
    
 Balada Pengendara Roda Dua                                                     
    
                                                                                
    
 Bapak2, ibu2 yth, Sebelumnya saya mohon maaf bila tulisan berikut              
    
 kurang berkenan. Kami hanyalah ingin meminta maaf kepada bapak ? ibu           
    
 pengguna roda empat mengenai perilaku kami di jalan raya.                      
    
 Sungguh, kami tidak memiliki maksud untuk 'mengganggu' kenyamanan anda.        
    
 Bila kami terlihat suka nyerobot kekanan atau kekiri, itu hanyalah karena      
    
 kami merasa kepanasan. Ini tentunya akibat jaket, helm, sarung tangan,         
    
 masker, yang kami gunakan di siang bolong. Tentunya rasa kepanasan ini tdk     
    
 anda rasakan, karena dinginnya hembusan AC yang keluar dari kisi kisi          
    
 dashboard mobil anda. Sedangkan kami hanya mengandalkan kisi kisi ujung        
    
 jaket, ataupun bagian bawah helm, he he he.                                    
    
                                                                                
    
 Bila anda melihat kami mendaki trotoar, ataupun mengambil jalur kanan yang     
    
 berlawanan, itupun bukan karena kami sok jago. Tapi kami hanya mencari         
    
 alternatif jalur, sebab seluruh badan jalan tertutup oleh MPV ataupun SUV      
    
 bapak ?ibu. Rasanya kami nggak kuat jika harus menunggu dibelakang knalpot     
    
 anda, yg belum tentu bebas emisi (maaf ya). Belum lagi kami takut di PHK,      
    
 hanya karena telat masuk kerja. Tentunya khusus hal ini, sebagian dari         
    
 anda tidak perlu absen kan?, kalo masuk kerja?                                 
    
                                                                                
    
 Sebab kalo sebagian besar dari kami, harus pak-buu... Minimal dipotong uang    
    
 transport, hiks!! Belum lagi, kami suka malu bila harus melewati resepsionis 
nan   
 cantik yang                                                                    
    
 menutup hidung kecil mereka, karena mereka mencium aroma knalpot dan 'bau      
    
 matahari' dari jaket lusuh kami. Walau deodorant 5 ribuan telah kami           
    
 semprot, tentu tidak sebanding dg parfum mobil anda yg 50 ribuan plus          
    
 sejuknya AC mobil anda.                                                        
    
                                                                                
    
 Kami sadar kok, kami jg suka keterlaluan. Tapi kami juga gak pernah            
    
 memprotes roda empat. Kami cukup tau diri kok, dengan pajak yg super murah     
    
 kami, sehingga kami harus rela mengalah bila berbicara tentang parkir.         
    
 Kami cukup puas dengan areal 150 x 50 cm sebagai tempat parkir kami. Tentu     
    
 berbeda dengan areal parkir bapak-ibu. Memang sih,tarif parkirnya aja beda J.  
    
                                                                                
    
 Hmmm, kami juga gak pernah protes kok, terhadap roda empat yang telah oleh     
    
 pemerintah di-anak emaskan. Jalan tol trilyunan rupiah telah dibangun, di      
    
 atas gusuran tanah dan rumah kami. Kami harus putar otak mencari tempat        
    
 tinggal bagi anak dan keluarga, hanya demi bapak-ibu bisa cepat sampai         
    
 tamasya ke ancol ataupun taman safari.                                         
    
                                                                                
    
 Ngomong2 tentang tamasya. Memang sih, mungkin anda sering melihat kami         
    
 berboncengan 3 atau 4 dengan putra putri kami pergi ke dufan. Tapi kami        
    
 gak yakin, apakah anda melihat kami, memijit tangan, kaki dan bahu mereka      
    
 yang kecil ditempat parkir. Ini karena cara duduk mereka yg sedikit            
    
 berakrobat di atas motor kami. Tentunya berbeda dengan lucunya putra-putri     
    
 anda yang asyik bermain game di dalam mobil, atau tidur pulas di jok           
    
 belakang.                                                                      
    
                                                                                
    
 Kami juga gak keki kok, dengan senyum kecil bapak-ibu, bila melihat kami       
    
 panik saat hujan turun. Dimana kami harus buru-buru, loncat dari motor,        
    
 buka jok motor, copot sepatu, dan mengenakan jas hujan. Terkadang kami         
    
 membayangkan, bila kami ada di posisi anda. Mau gerimis kek, mau hujan         
    
 gede kek, bodo' amat, cukup putar tuas kecil disamping stir, maka wiper        
    
 kaca akan bekerja lembut membersihkan air di kaca depan & belakang. Aaaah      
    
 enaknyaa di mobil.                                                             
    
                                                                                
    
 Kami juga gak protes kok, bila mungkin bapak-ibu yang terbiasa                 
    
 menginstruksikan lembur kepada kami. kami cukup mengerti bila anda tidak       
    
 pernah membayangkan, betapa dinginnya pulang kerja di malam hari dengan        
    
 motor. Kami cuma berharap, bahwa petuah orang tua, yang mengatakan, kalo       
    
 kena angin malam bisa kena paru-paru basah, adalah isapan jempol semata.       
    
 Amit-amiiiit.                                                                  
    
                                                                                
    
 Kami juga gak protes kok, bila jari jemari anda menjentikkan abu rokoknya      
    
 lewat jendela, sehingga mengenai jaket kami. Ataupun celana kami harus         
    
 'menerima' sampah, yang anda buang lewat jendela. Mungkin kami dengan          
    
 jaket hitamnya, tampak seperti tong sampah kali yeee. Hi hi hi                 
    
 Mohon maaf juga bila, kami harus terlihat melotot di depan anda. Hmm           
    
 sungguh, itu gak sengaja kok, . Sebab selama naik motor, mata kami harus       
    
 dipicingkan agar tidak kena debu. Naaah begitu berhenti, secara refleks        
    
 mata kami terbuka lebar, seperti melotot, he he he                             
    
 Maaf ya pak-bu. Peace !!!                                                      
    
                                                                                
    
 Memang siiih, kami sering bikin masalah di jalan raya, tapi setidaknya,        
    
 kaum kami belum pernah punya kesempatan bikin masalah buat negara ini.         
    
 (Jadi gak enak nerusinnya)                                                     
    
                                                                                
    
 Memang siiih, rata rata dari kami tidak berpendidikan. Walau beberapa          
    
 rekan kami masih setia berprofesi pengojek untuk mengantar kaum                
    
 berpendidikan nan terhormat ke tujuan, bila mereka diburu waktu atau           
    
 hampir terlambat.                                                              
    
                                                                                
    
 Memang siih, rata-rata dari kami gak memiliki tata krama. Karena kami gak      
    
 punya cukup uang untuk belajar di tempat kursus kepribadian ataupun            
    
 pelatihan image development. (SD aja DO ? hiks!).                              
    
                                                                                
    
 Tapi setidaknya, kami cukup tau diri kok, untuk tetap menganggukan kepala      
    
 kepada bapak-ibu duluan plus senyum manis, bila kami bertemu anda di           
    
 koridor kantor. Ataupun menjauh dari bapak-ibu yang sedang                     
    
 bercengkrama di lobi menunggu lift, karena celana dan sepatu kami tampak kotor 
    
 terciprat air jalanan akibat sedan mewah anda menyalip kami.                   
    
                                                                                
    
 Namun kami cukup terhibur kok, bila kami dapat mendengar sayup sayup lagu      
    
 kesukaan kami, saat kita bersanding manis di lampu merah. Hilang rasa          
    
 penat bahu dan pinggang kami, bila dentuman sound system anda membagi          
    
 lagunya lewat kisi kisi jendela. He he he, pernah gak anda melihat kami        
    
 juga terkadang mengangguk-anggukan kepala mengikuti lagu anda, walo cuma       
    
 10-20 detik. Jadi malu...                                                      
    
                                                                                
    
 Namun kami cukup terhibur kok, dengan sigapnya pak presiden menaiki motor      
    
 roda dua untuk meresmikan balapan mobil, hiks. Walau kami tau persis, itu      
    
 hanya gara gara terlalu banyak roda empat yang membuat jalan tol menjadi       
    
 padat. Sehingga pihak protokoler takut pak Presiden datang telat. Padahal      
    
 mesin dan knalpot mobil balap dari negara asing, udah gak sabar buat           
    
 melesat, hanya untuk bisa dibilang sebagai yang tercepat, dan rebutan          
    
 trophy segede knalpot motor untuk mereka angkat.                               
    
 What an ironic...                                                              
    
                                                                                
    
 Namun, kami cukup terhibur juga kok, dengan iklan di TV. Dimana banyak         
    
 artis nan ganteng dan cantik, artis senior maupun junior, politikus,           
    
 budayawan, berebut mengiklankan motor untuk kami. Walau kami tau persis,       
    
 gak mungkin mereka pergi shooting atau menghadiri gala dinner dengan motor     
    
 bebek. Sebab kami tau persis, mereka gak pernah direpotkan oleh naik dan       
    
 turun dari mobil, karena supir nan setia, membukakan pintu belakang bagi       
    
 mereka.                                                                        
    
                                                                                
    
 Yaahhh, kami gak bermaksud membela diri siih. Kami cuma mau sharing aja        
    
 kok, kepada anda pengendara mobil roda empat, bahwa rasa sebel, muak,          
    
 benci anda terhadap kami, sudah kami bayar kok dengan kondisi di atas.         
    
 Tuhan Maha Adil kan?                                                           
    
 ----------------------------------------------------------                     
    
 -Ipey 207-                                                                     
    
                                                                                
    
                                                                                
    
 .                                                                              
    
                                                                                
    







<Disclaimer> :
This e-mail is confidential. If you are not the intended recipient you must
not disclose, distribute or use the information in it as this could be a
breach of confidentiality. If you have received this message in error,
please advise us immediately by return e-mail and delete the document. The
address from which this message has been sent is strictly for business mail
only and the company reserves the right to monitor the contents of
communications and take action where and when it is deemed necessary. Thank
you for your co-operation.


Kirim email ke