Jerawat: Tak ada hubungan dengan Coklat


Selama dua dekade terakhir, studi klinis telah membebaskan coklat sebagai penyebab atau faktor yang memperparah dalam pertumbuhan maupun persistensi jerawat. Bahkan, telah banyak dermatologist yang meragukan bahwa jenis diet makanan memainkan peran penting dalam setiap jerawat.
  
Di University of Missouri, setiap mahasiswa relawan dengan jerawat ringan sampai sedang mengkonsumsi hampir 20 ons coklat selama 48 jam.
Pemeriksaan lesi pada hari kelima tes dan pada hari ketujuh tes tidak menunjukkan adanya lesi baru yang lain daripada yang mungkin diharapkan.
  
Dalam sebuah penelitian di University of Pennsylvania School of Medicine, sekelompok 65 subyek diberi makan cokelat yang mengandung hampir sepuluh kali jumlah cairan cokelat biasa yang terkandung oleh batang cokelat komersial. Sebuah kelompok kontrol makan sebuah bar yang rasanya seperti cokelat, tapi sebenarnya tidak berisi cokelat. Di akhir pengujian, kondisi jerawat rata-rata mereka yang makan cokelat itu hampir identik dengan kontrol, yang telah memakan coklat imitasi.

 

Jadi menurut penelitian ini kita tidak perlu lagi khawatir berjerawat banyak karena makan coklat. Hilang sudah satu kekhawatiran kita para pencinta coklat. Selamat menikmati manfaat dan nikmatnya coklat teman-teman tanpa perlu khawatir berjerawat. Semangat.hubungi [email protected] untuk info lebih lanjut.

Kirim email ke