TOREY HAYDEN

Torey Hayden adalah pakar psikologi pendidikan serta guru bagi anak-anak
khusus. Sejak 1979, Torey mencatat perjuangannya dalam mengajar menjadi
buku-buku yang mendapat sambutan luas.

Beberapa bukunya sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia dan diterbitkan
oleh Penerbit Qanita, Mizan.

1. Sheila: Luka Hati Seorang Gadis Kecil
2. Sheila: Kenangan yang Hilang
3. Jadie: Tangis Tanpa Suara
4. Kevin: Belenggu Masa Lalu

(Lihat Sinopsis di bawah)

Keempat buku novel asli Torey Hayden ini menjadi best-seller.

Kini, Torey masih tetap menulis dan tinggal di North Wales bersama suami
dan seorang putrinya. (www.torey-hayden.com)

DAPATKAN buku-buku ini melalui CORDOVA Bookstore Online, di email:
[EMAIL PROTECTED] ATAU [EMAIL PROTECTED]

Telp. 021-8004760; 70142299 (flexy); 0815-9168232 (HP)

- BEBAS ONGKOS KIRIM dan DISCOUNT 10% untuk DKI-Depok!
- BEBAS ONGKOS KIRIM dan DISCOUNT 10% untuk Jabar-Banten, bagi pembelian 2
buah buku. Pembelian satu buku tidak discount, tapi tetap Bebas Ongkos
Kirim.

- BEBAS ONGKOS KIRIM untuk wilayah Jateng-Jatim, Bali, sebagian besar
Sumatera, sebagian Sulawesi-Kalimantan, bagi pembelian 2 buah buku.

Pembayaran bisa melalui ATM BCA (375-1202600)
atau Bank Mandiri (006-00-0426250-1), atas nama MANSYUR.

Lihat katalog lengkap di:
www.cordova-bookstore.com ATAU
www.geocities.com/cordovabookstore

Buku-buku ini bisa juga didapatkan di CORDOVA Books Agency; Jl. Akses UI
No. 40 (sebelah barat Gunadarma), Kelapa Dua, DEPOK.

================

SINOPSIS:

* SHEILA  (Luka Hati Seorang Gadis Kecil)

Oleh: Torey Hayden
Isi: 475 hal.
Penerbit: Qanita Mizan (2003)
Harga: Rp 35.000

"Sudah lama tidak ada buku yang menimbulkan efek emosional sedahsyat buku
ini." (New York Times)

SINOPSIS:

Sudah ada delapan murid berusia tak lebih dari 10 tahun di kelas itu.
Seorang anak pernah dua kali mencoba bunuh diri, seorang anak buta,
seorang lagi agresif, dua orang anak menderita autisme, seorang
skizofrenia, seorang pernah mengalami penganiayaan fisik dan seksual,
sedangkan yang terakhir menderita beragam fobia.

Bila Anda harus mengajar di kelas itu, bersediakan Anda, seperti Torey
Hayden, menerima seorang murid lagi, seorang gadis berusia 6 tahun yang
baru saja membakar anak lelaki berusia 3 tahun sampai nyaris mati? Gadis
itu ber-IQ diatas 180, namun menderita problem emosional parah.

Dia tak pernah menangis, baik di kala sedih, marah, maupun kesakitan. Dia
juga agresif dan selalu membangkang. Mungkin karena sang ibu
meninggalkannya di jalanan saat berusia 4 tahun. Mungkin karena ayahnya
pemabuk dan tak mampu memberinya pengasuhan yang layak. Mungkin karena dia
memang tak tahu bagaimana membuat orang lain mencintainya.

Menghadapi murid seistimewa ini, bekal sang guru hanyalah kesabaran dan
kasih yang mendalam. Dalam buku ini, sang guru menuturkan pengalaman
nyatanya berusaha menyentuh hati si gadis.

-----------------


* SHEILA  (Kenangan Yang Hilang)

Oleh: Torey Hayden
Isi: 528 hal.
Penerbit: Qanita Mizan (2003)
Harga: Rp 40.000,-

"Siapapun yang tengah menghadapi anak-anak akan menganggap buku ini amat
mencerahkan." (Library Journal)

SINOPSIS:

Gadis empat belas tahun itu bertubuh kurus, berambut keriting warna oranye
menyala, dan bergaya ala punk. Bila Torey Hayden berpapasan dengannya di
jalan, dia takkan pernah mengenalinya sebagai Sheila, gadis kecil cantik
berambut pirang lurus yang dulu pernah menjadi muridnya. Tapi, itulah
Sheila kini. Sheila remaja. Tujuh tahun setelah berpisah dengan Torey.

Pertemuan kembali Torey dengan Sheila, muridnya tujuh tahun silam, begitu
mengejutkan sang guru. Sheila remaja itu kini hampir-hampir tak mengenal
lagi pelajaran cinta yang pernah dia berikan dulu.

Dan Sheila yang sekarang, sama bermasalahnya dengan Sheila kecil yang tega
membakar seorang anak lelaki berusia tiga tahun sampai nyaris mati.

Pilu melihat betapa kasih dan usahanya mengajarkan cinta kepada Sheila
seolah tak berarti apa-apa, Torey tetap tak mau menyerah: Meski Sheila
kembali menculik seorang anak lelaki, meski Sheila berkali-kali kabur
darinya, meski Sheila masih menaruh dendam kepadanya, meski Sheila tak mau
mendengar kata-katanya. Akan berhasilkah Torey membantu Sheila bangkit
dari lingkaran trauma?

--------

* JADIE (Tangis Tanpa Suara)

Penulis: Torey Hayden
Isi:  halaman, Softcover
Harga: Rp 38.500,-
Penerbit: Qanita Mizan (2004)

"Kisah yang menakjubkan..." (Washington Post)

"Sebuah bukti tentang kekuatan cinta dan komitmen." (Publishers Weekly)

Di kelas Torey Hayden kali ini ada Reuben yang autistik; Philip yang
kecanduan obat sejak lahir karena ibu kandungnya seorang pecandu;
Jeremiah, Indian kecil yang emosional dan banyak omong; serta Jadie, gadis
berusia 8 tahun yang selalu berjalan dengan postur membungkuk hingga
tubuhnya seolah terlipat dua dan -yang paling parah- tidak pernah sudi
bicara.

Berbekal pengalaman menangani anak-anak dengan gangguan 'elective mutism'
(keengganan bicara), dengan mudah Torey membuat Jadie bersedia membuka
mulut. Namun, justeru kisah-kisah yang diungkapkan gadis kecil itu yang
kemudian menguji kegigihan dan komitmen Torey sebagai guru...

"Aku hanya bisa duduk terpaku, tak mampu berkata-kata. Serasa lumpuh,
perasaanku jadi bebas dan tak terjangkau. Tak ada sesuatupun dari
pengalamanku sebelumnya yang membuatku siap menghadapi hal ini..."

------------


* KEVIN (Belenggu Masa Lalu)

Penulis: Torey Hayden
Isi: 612 halaman, Softcover
Harga: Rp 44.000,-
Penerbit: Qanita Mizan (2004)

"Dunia ini memerlukan lebih banyak lagi orang seperti Torey Hayden.
Pribadi yang luar biasa!"  (Boston Globe)

SINOPSIS:

Dia dijuluki si Anak-kandang karena kebiasaannya mengurung diri di bawah
meja di antara kursi-kursi yang disusunnya sendiri, menghalangi orang
untuk menyentuh bahkan sekadar mendekatinya. Hampir separuh umur remaja
tanggung itu dihabiskan di lembaga perawatan mental.

Menghadapi Kevin, Torey seolah merasakan dilema Frankenstein. Dia harus
memunculkan pribadi Kevin yang tertimbun kebisuan. Dan ternyata, itu juga
berarti memunculkan sosok monster yang membahayakan. Kebisuan
bertahun-tahun telah menjadi penjara bagi sisi kepribadian Kevin yang
lain, yang sama sekali tak terduga.

Torey gamang, apalagi tak banyak catatan masa lalu Kevin yang bisa
membantu. Mengapa orangtua Kevin dengan sukarela menyerahkan anaknya
kepada pengasuhan negara? Mengapa di balik dendam dan kemarahan yang
demikian membara, Kevin tetap merasa takut dengan segala sesuatu di
sekelilingnya?



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke