_________________________________________________________
NERACA
18 Agustus 1985
20,00 copies
Printer: PT. Agapres, Jakarta
Jl. Cimandiri 24, Menteng, Jakarta 10330
PO Box 10013 JKT
t: (021) 310-2174/7831/8176
f: (021) 319-07229 
e: [EMAIL PROTECTED]
CE: Masmimar Mangiang
 
Ternyata Harian NERACA tak bakal berkalang kubur selamanya. Sempat
bersemayam di "kuburan media" sejak 1 Juli 2005 lalu, koran ini bakal
terbit kembali dalam hitungan hari. Diam-diam, JAWA POS GROUP (JPG) sudah siap 
mengambil alih pengelolaan koran bisnis tertua di Indonesia itu. JPG akan 
memoles koran yang dulu dimiliki Zulharman, kakak ipar bos Pasaraya Abdul 
Latief ini untuk bersaing dengan INVESTOR DAILY dan  BISNIS INDONESIA. Selain 
JPG, sebenarnya ada investor besar yang tertarik untuk 'meminang' NERACA, namun 
agaknya keluarga Zulharman lebih cocok
dan pas di hati dengan tawaran JPG. Pemodal baru pilihan para karyawan
NERACA itu ditampik mentah-mentah oleh para pemegang saham tanpa alasan
jelas.
 
Penampilan NERACA dari tahun ke tahun memang tak pernah berubah, dan termasuk 
payah, tak sesuai dengan pangsa pasar yang  mereka kejar, para pelaku bisnis. 
"They never change, they have no quality at all as a business newspaper," 
demikian keluh kesah para pembacanya.  Padahal untuk dapat terus maju dan maju 
musti berinovasi tiada henti dan 
juga melakukan peningkatan performa dan perubahan, bahkan kalau perlu  menjebol 
dinding kebekuan dengan perombakan besar-besaran.  
 
Pebisnis yang umumnya berpenampilan 'trendy' dan 'wangi' tentu saja enggan 
memegang NERACA yang kertasnya kusam, kualitas cetaknya amat standar. Citra 
seorang pebisnis akan ikut terkerek kala terlihat orang lain ia sedang memegang 
majalah FORTUNE, BUSINESS WEEK, koran  THE WALL STREET JOURNAL, minimal BISNIS 
INDONESIA atau INVESTOR DAILY,  bukan koran sekelas NON STOP dan LAMPU MERAH. 
 
Selain itu, kelemahan lain dari NERACA adalah jumlah halamannya terlampau minim 
dan tak ada edisi Minggu. Sedangkan pesaingnya, BISNIS INDONESIA (BI)  
menerbitkan edisi Minggu yang beredar Jumat. Kenapa Jumat? Karena kantor para 
korporat libur pada Sabtu-Minggu, jadi mereka bisa baca BI edisi Minggu pada 
Jumat pagi. Sedangkan INVESTOR DAILY yang awalnya tak menerbitkan edisi Minggu, 
kini menggabungkan edisi Minggu di hari Sabtu (two in one). 
 
Lalu apa yang bakal berubah pada NERACA di tangan JPG? "Di tangan kami, 
penampilan NERACA akan lebih kinclong dari sebelumnya," janji orang JPG. 
Diharapkan, masuknya NERACA juga bakal mengerek nilai jual saham JPG 
yang ditransaksikan di lantai bursa. 
 
Namun sayangnya, perubahan kepemilikan NERACA itu tak bermakna apa-apa
bagi karyawan lama, termasuk pemimpin redaksi Masmimar Mangiang. Mereka 
harus menyingkir dan musti pamit mundur dengan dipaksa menandatangani surat 
pengunduran diri, bukan PHK. Tentu saja mereka tak mau terima keputusan
sepihak itu. Hingga detik ini, kantor NERACA masih terasa panas bagai neraka
karena perseteruan antara para karyawan dan sang pemilik. Mereka mengeluhkan
tindakan sepihak si pemegang saham yang diam-diam menjual 'brand' NERACA' tanpa
sepengetahuan mereka. JPG sendiri akan membawa 'gerbong baru', tak mau 
menampung 'gerbong lama'. "Agar masalahnya tak berlarut-larut, kami 
akan membuat perhitungan dengan pemegang saham NERACA," ujar salah 
seorang karyawan yang tak mau dibeberkan jati dirinya. Bentuk perhitungan
itu seperti apa, tunggu saja tanggal mainnya.
 
KOMENTAR:
Tolong kalau bikin acara re-launching, para tamunya dikasih makan ya? 
Juga kalau mereka kebelet pengen pipis, jangan dilarang ya? Kan kasihan
mereka para tamunya. Dan saya sarankan tak perlu mengundang RI-1, urusannya 
malah 
jadi repot bin ribet. 
 
_________________________________________________________
LUDI HASIBUAN - wartawan hiburan, Jakarta
e: [EMAIL PROTECTED]
 
Gosip dari orang NERACA: Sebenarnya sudah ada investor yang mau 
menanamkan modalnya ke sana. Hanya saja belum ada titik temu dengan 
yang punya harian ini.
_________________________________________________________
AJI PUTRA
e: [EMAIL PROTECTED]
    
Juga turut berduka cita atas perginya sang NERACA.
Semoga kawan-kawan di NERACA bisa singgah di neraca yang lain.......
_________________________________________________________
M. YAHYA MUSTAFA- wartawan Harian PEDOMAN RAKYAT, Makassar
e: [EMAIL PROTECTED]
 
Turut berduka atas tumbangnya harian ekonomi NERACA mengikuti harian 
MERDEKA. Tumbangnya koran-koran harian menjadi pelajaran buat kita 
semua dan paling penting kawan-kawan wartawan di kedua surat kabar
tersebut secepatnya mendapatkan media baru untuk mengembangkan profesi 
mereka. 
_________________________________________________________
AA KUNTO A - wartawan Majalah MARKETING, Jakarta
e: [EMAIL PROTECTED]
 
Sekali lagi terbukti, realitas bisnis tak mengenal kompromi. Satu per satu 
tumbang, seperti yang lalu-lalu. Pasar memang tidak peduli. Yang tidak 
dibeli bakal mati. Maka, pun sekali lagi, kita juga tidak tahu nasib SEPUTAR
INDONESIA (SINDO) yang baru terbit. Akankah pasar memanggulnya? Atau 
justru membantingnya, menghajarnya, dan mengeluarkannya dari arena?
Turut berduka cita. Semoga teman-teman di harian ekonomi NERACA segera 
menemukan labuhan baru.
 
Marketing Magazine
Phone +62 21 4585 7040
Fax +62 21 45850826
http://www.marketing.co.id
http://www.majalahmarketing.co.id
 
_________________________________________________________
IGG MAHA ADI - wartawan NATIONAL GEOGRAPHIC INDONESIA, Jakarta
e: [EMAIL PROTECTED]
 
Turut berduka rasa....................
 
National Geographic-Indonesia
Jalan Panjang 8A-Kebon Jeruk
Jakarta 11530
t: (021) 533-0170
e: [EMAIL PROTECTED]
 
_________________________________________________________
KURNIA - Majalah TEMPO, Jakarta
e: [EMAIL PROTECTED]
 
Kamis 30 Juni 2005 dini hari, pukul 01.32 WIB, saya menerima SMS yang
mengejutkan tentang edisi terakhir sebuah koran ekonomi. Menyusul MERDEKA,
hari ini, Kamis 30 Juni 2005, adalah hari terakhir harian ekonomi NERACA
terbit.
 
Terhitung mulai Jumat 1 Juli 2005, koran ini resmi ditutup, hanya
selang sehari setelah kelahiran SEPUTAR INDONESIA yang peluncurannya
dihadiri Presiden. Satu datang, satu pergi.... namun realita kerap tak
mudah, bukan?
 
_________________________________________________________
KUBURAN MEDIA
Racikan terakhir 1 Juli 2005
_________________________________________________________
 
Pada bulan Juni dan Juli 2005 telah dimakamkan harian MERDEKA, 
harian NERACA, majalah POP CITY, dan majalah LEVEL di KUBURAN MEDIA 
ini, tanpa pusara. Semoga arwahnya dapat bersemayam dengan 
tenang di alam kubur media. 

Deretan KORAN yang tak lagi terbit (28):
Angkatan Bersenjata, Bandung Pos, Berita Buana, Berita Yudha, Detik,
D&R, Indonesia Jaya, Indonesia Pagi, Indonesian Observer, Indonesian Times, 
Jurnal Indonesia, Kalam, Koran 5, 
Manuntung (berganti nama menjadi Kaltim Post), Mega Pos, Mercu Suar (berganti 
nama menjadi Radar Sulteng), 
Merdeka, Metro, Metro Bandung (berubah nama menjadi Tribun Jabar), Moneter 
Indonesia, 
Neraca, Perintis, Prioritas, Reporter, Sijori Pos (berubah nama menjadi Batam 
Pos), Sinar,
Sinar Pagi, Suara Bangsa, Surabaya News (merger, berganti nama menjadi Surabaya 
Post), 
Surabaya Pagi.
 
_________________________________________________________
Deretan TABLOID yang tak lagi terbit (26):

Adil, Aikon, Belanja, Bintang Millenia, Bongkar, Citra, Dangdut, Detak, 
Etalase, Eva, Gita,
Gugat, Hawa, Jobs Indonesia, Mobil, Monitor, Mumu, Mutiara, Mutiara Kartini, 
Pariwara, 
Paron, Peluang, Pro-TV, Rock, Siaga, Tabloid O.
_________________________________________________________
Deretan MAJALAH yang tak lagi terbit (53):

Aktuil, Amanah, Anda, Ananda, Anita Cemerlang, Astaga, BUMN Review (berubah
nama menjadi Business Review), Dejavu, Dharmala, Editor, E-Net, Foto
Indonesia, Foto Media, Gamma, Garda, Highlights Cafe, Hoplaa, Humor, Indikator,
Indonesian Business, Jakarta-Jakarta, Kapital, Komoditas, Lajang, 
Level, Look, Mobil Indonesia, Mode, Motoriders, Musik, Neo, News Musik, Nyonya 
Rumah, Pantau, Panyebar Semangat, Pertiwi, Pilar (ganti nama menjadi Pilars), 
Pop City, Prioritas, Prospek (berubah nama menjadi Prospektif), Q, Raket 
(berubah wujud jadi 
tabloid Senior), Sarinah, Seru!, Si Kuncung, Sportif, Suara Asita, Swantika, 
Swara Cantika, Tajuk, Tiara, Ummat, Vista, Where To Go, Zaman.
 
_________________________________________________________
Deretan NEWS PORTAL yang tak lagi tayang di internet (8):
Giral, Goindo, IndonesiaKini, lintasbisnis.com, LippoStar, SatuLelaki, 
Satunet, SatuWanita.
_________________________________________________________
Deretan STASIUN RADIO yang tak lagi mengudara (0):
-
_________________________________________________________
Deretan STASIUN TV yang tak lagi mengudara (0):
-
_________________________________________________________

Ada yang ingin menambahkan? 
Kirimkan ke: [EMAIL PROTECTED]
 


Ungkapkan opini Anda di: http://mediacare.blogspot.com
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke