Let's discuss then,... Apakah % kenaikan komoditi lebih rendah/tinggi dibanding pelemahan dollar? Kalau lebih rendah - menurut saya - agak risky. Kalau naik berarti bagus. (contoh) Misalnya harga timah naik 5%, tapi USD melemah 10%, artinya valuasi dari timah sebenarnya turun 5%, karena dihargai dengan USD. Saya lihat valuasi (value/nilai) lebih penting daripada harga (price). CMIIW Regards, DE
_____ From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Jonni Amin,CFA,FRM Sent: Friday, October 19, 2007 5:43 PM To: [email protected]; [EMAIL PROTECTED] Subject: [obrolan-bandar] Yunan Tin -- Lihat PE 98.9 X vs Profitnya cuma 3 Q $ 60 mio---- GILA.... vs PT Timah PE 5X Profit 3 Q kira2 $150 mio .. Mana yang lebih gila? (by Jonni Amin, CFA, FRM) Saya melihat Indonesia diuntungkan dalam hal komoditas (batubara, timah, nikel, palm oil dll). Kalau Australia tidak begitu untung karena mata uangnya menguat terlalu banyak terhadap US dolar. Kenaikan harga komoditas seperti batubara kalau dikonversikan ke Aus$ tidaklah berubah banyak (bahkan bisa tidak menguntungkan), tapi berbeda dengan kita. Apalagi, dalam hal PE masih kecil dibandingkan dengan PE negara lain. Walaupun sekarang minyak naik hampir mendekati US$90 dollar, kedepan saya pikir komoditas tetap bagus karena US dollar sebenarnya terdevaluasi.
