Wapres Jusuf Kalla melihat perusahaan nasional yang banyak membuka lapangan
kerja tidak ada salahnya dibantu jika sedang mengalami kesulitan seperti halnya
Grup Bakrie.
Dia menyayangkan sikap curiga dan apriori publik terhadap pertemuan pemerintah
dan kalangan pengusaha. Menurutnya, di negara seperti Jepang dan China juga
kerap ada pertemuan pemerintahnya dan kalangan pengusaha.
"Jangan terlalu apriori dengan pertemuan-pertemuan pengusaha nasional. Kalau
ada pengusaha yang bermasalah mari kita bantu apa salahnya bertemu. Jepang juga
begitu, China juga begitu, curiga amat. Saya tersinggung kalau perusahaan
nasional tidak dibantu," tegas Kalla usai jumpa pers di Istana Wapres, Jalan
Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (14/11/2008).
Kalla mengingatkan kalau terus menumbuhkan sikap curiga terhadap pengusaha itu
justru berbahaya. Pengusaha menurutnya, telah membuka banyak lapangan kerja dan
tidak ada lapangan kerja kalau tidak ada pengusaha.
"Masa Bakrie dilihat supaya jatuh apa salahnya dibantu. Astra juga dulu
dibantu, malah dulunya konglomerat-konglomerat dibantu, bank-bank bermasalah
dibantu. Masa Bakrie 1-2 hari dibantu kok dimasalahin apa salahnya? Ini kan
hanya kecil," ujar Kalla.
Grup Bakrie saat ini memang sedang mengalami kesulitan likuiditas untuk
membayar repo sahamnya. Segala upaya tengah dilakukan grup Bakrie agar bisa
melunasi utangnya yang hampir mencapai Rp 12 triliun.
Sumber: detikcom
___________________________________________________________________________
Nama baru untuk Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail.
Cepat sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/